Malu-maluin Jalan Protokol Soreang Banjir Drainase Buruk Penyebabnya

Jumat, 2 Maret 2018 | 11:04:26 | Penulis : bb7 | 212 Kali dilihat

Banjir cileuncang di Jalan Protokol Soreang, Jumat (2/3/18). by aph/bbcom

SOREANG – Jalan protokol dan jalan raya Soreang dilanda banjir cileuncang sejak Kamis (1/3) malam diguyur hujan. Banjir di wilayah ini sepertinya tak akan pernah berhenti karena drainase yang buruk mengakibatkan air meluap ke badan jalan. Akibatnya banyak pengendara motor yang terjebak dan mesin kendaraannya mogok akibat tergenang banjir itu.

Tokoh pemuda Soreang, Andi (45) mengatakan, sangat keterlalauan jika banjir cileuncang di lokasi ini terus-terusan terjadi.”Malu-maluin aja. Ini kan jalan protokol dan wajahnya ibukota Kabupaten Bandung, yang sudah barang tentu para pejabat Pemkab lalu lalang di jalan ini.

Makanya, imbuh Andi, jika banjir cileuncang terjadi, sama saja jalan itu dibiarkan banjir. “Saya sebagai warga merasa kesal dengan jalan yang selalu banjir ini. Karena sebagai penghuni komplek kecewa dengan perlakuan pengembang perumahan,” tutur warga.

Kondisi serupa juga terjadi di jalan Gading Tutuka. Kendati jalan telah ditinggikan, tapi banjir itu tetap saja melanda wilayah ibu kota kabupaten Bandung. Hujan yang datang tiba-tiba sejak sore hari hingga Jumat (2/3/18) dini membuat sejumlah ruas jalan banjir cileuncang. Warga sempat mengancam kepada pihak pengembang perumahan karena kecewa dan akan melakukan aksi demonstrasi.

Tokoh masyarakat Desa Cingcin Kecamatan Soreang, Asep Kartika mengakui, jalan yang dilanda banjir cileuncang seperti di depan komplek Gading Tutuka, sebaiknya drainasenya diperbaiki terlebih dahulu sebelum dibeton. Akibatnya ketika pengerjaannya selesai dilakukan dengan cara dibeton, namun banjir cileuncang tetap akan terus terjadi.

“Saya katakan, bukannya kami tak mampu demontrasi ke pemda dan desa setempat, tapi pertanyaannya apakah dengan demo bisa menyelesaikan masalah? Tapi terus terang kalau terus-terusan begini mengganggu warga juga. Banjir cileuncang ini kan katanya sudah ditanggulangi dinas terkait di Pemkab Bandung, tapi mana buktinya masih belum ada realisasinya? karena banjir malah melanda mereka?” ungkap Asep.

Karena banjir membanjiri ke wilayah Desa Gandasari, Kepala Desa Gandasari Kecamatan Katapang, Solihin Rizal mengatakan, banjir yang terjadi di kawasan Gandasari itu adalah yang pertama kalinya. sebab selama ini tidak pernah terjadi banjir jika hujan tiba seperti yang dialami belum lama ini. Dia menegaskan sodetan harus dibuatkan, agar banjir tak lagi melanda desa itu.

“Yang saya tahu, banjir di lokasi Jalan Warung Lobak itu ternyata ada bangunan yang menghalangi jalur air dekat solokan Jalan Gandasari. Karenanya bangunan itu harus dibongkar. Namun hingga saat ini bangunan tu tak pernah dibongkar,” terang Rizal di ruang kerjanya, Jumat (2/3/18).

Selain jalan itu, ada lagi banjir di jalan Gading Tutuka. Di jalan ini sepertinya tak akan pernah berhenti dari banjir cileuncang. Padahal sejumlah upaya telah dilakukan pemerintah. Misalnya dengan melebarkan jalan dan membuat saluran di jalur itu.

“Tetap takkan ada solusi. Buktinya kendati jalan telah ditinggikan, tapi banjir itu tetap saja melanda wilayah ibu kota Kabupaten Bandung. Hujan yang terus menerus sejak sore hari hingga tengah malam Jumat itu membuat sejumlah ruas jalan banjir cileuncang. Saya juga meminta drainase yang buruk segara diperbaiki oleh pihak terkait. Kami juga malu karena jalan yang dilalui itu adalah yang sering dilalui pengendara luar kota dan jalur pariwisata ke Ciwidey,” tambahnya.

Ketua RW 01 Desa Gandasari Eno mengatakan sangat keterlaluan jika ini terus terusan terjadi. Seolah menampar Pemkab Bandung. Karena jalan protokol dan mukanya ibukota itu kerap disergap banjir. [aph]

Berita Terkait