Mantapkan Pengelolaan Zakat Demi Sejahterakan Umat

Jumat, 8 Juni 2018 | 19:15:44 | Penulis : bb1 | 78 Kali dilihat

Bupati Bandung H. Dadang M. Naser usai melantik Pengurus BAZNAS Kab Bandung Masa Bakti 2018-2023, dan beritikaf di Masjid Al Fathu Soreang, Kamis malam (7/6/18). by Humas Pemkab Bdg

SOREANG – Berdasar Keputusan Bupati Bandung Nomor 451.12/Kep. 323 – Kesos/2018 tanggal 9 Mei 2018, Pengurus Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung Masa Bakti 2018-2023, dilantik Kamis malam (7/6/18).

Pelantikan yang dilakukan Bupati Bandung H. Dadang M. Naser tersebut dilakukan di Masjid Agung Al-Fathu Soreang., yang dirangkaikan kemudian dengan kegiatan i’tikaf unsur ulama, umaro dan warga masyarakat.

“Dengan terpilihnya kepengurusan baru kali ini, semoga makin memantapkan manajemen zakat, infaq dan shodaqoh, untuk mendukung Sabilulungan Gerakan Sejuta Muzaki, demi kesejahteraan umat,” ucap Bupati dalam sambutannya.

Kepengurusan Baznas yang terdiri dari gabungan wajah baru dan lama itu, memiliki Ketua Baru H. Dudi Abdul Hadi, S.E, M.Si, Ak, menggantikan Ketua Lama K.H. Dadang Zaim Affandi, Lc, M.Si yang kini menjabat sebagai Dewan Syariah.

“Gabungan wajah lama dan baru itu merupakan kelebihan dalam sebuah organisasi. Orang lama membawa kebiasaan lama, orang baru dengan kebiasaan baru. Keduanya bersinergi membina nilai lama yang baik dan menggali nilai-nilai baru yang lebih baik,” kata Dadang Naser.

Sebelumnya sebagai pembuka acara, seorang penyandang disabilitas Juara 1 Hifdhil Qur’an 30 Juz pada ajang MTQ Tahun 2016 bernama Hadian Abror, melantunkan ayat suci dengan indah. Beberapa orang yang hadir saat itu juga memberikan shodaqoh kepadanya.

“Beberapa yang hadir tadi sudah menguji dan membuktikan kekuatan hapalan dari ananda Hadian. Nah, yang belum hapal Al-Qur’an mah nyawer aja lah, jangan dangdutan aja yang disawer,” candanya.

Bupati juga menyampaikan, selain zakat, infaq dan shodaqoh, banyak amalan yang telah diajarkan Islam dalam bulan Ramadhan, di mana amalan tersebut pahalanya akan dilipatgandakan.

“Beri’tikaf, bersujud, menyerahkan sepenuhnya diri kita kepada Allah. Amalan wajib derajatnya sampai beratus kali lipat. Sedangkan yang sunnah nilainya sama dengan yang wajib, itulah keistimewaan bulan Ramadhan. Mari kita raih keridhoan-Nya dalam munajat kita di malam Lailatul Qadar” pungkas Dadang Naser.

Kegiatan I’tikaf tersebut diisi pula dengan tadarus, tausiyah dari penceramah Arif Ramdani, Lc., MH, sholawat dipimpin K.H. A. Salimul Apip, diakhiri dengan sahur bersama dan Sholat Subuh berjamaah. ***

Berita Terkait