Menristekdikti; Orang Indonesia Gilar Gelar

Kamis, 11 Oktober 2018 | 16:32:24 | Penulis : bb1 | 97 Kali dilihat

Menristekdikti M Nasir saat kuliah umum enterpreneurship di era revolusi industri di Kampus Almasoem, Jalan Raya Bandung – Garut, Kab Sumedang, Kamis (11/10/18).

SUMEDANG – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir menyebutkan jumlah perguruan tinggi di Indonesia jauh lebih banyak dibandingkan dengan negara China. Kendari begitu, daya saing sumber daya manusia (SDM) di Indonesia masih terbilang cukup rendah.

“Jumlah perguruan tinggi di Indonesia mencapai 4.579, sedangkan di China hanya sekitar 2.800 – an,” kata Nasir pada kuliah umum enterpreneurship di era revolusi industi di Kampus Almasoem, Jalan Raya BandungĀ  – Garut, Kabupaten Sumedang, Kamis (11/10/18).

Dari 262 juta jumlah penduduk di Indonesia, kata Nasir, yang duduk di perguruan tinggi, memiliki tolak ukur bahwa kesuksesan adalah hanya bagi yang memiliki gelar, sehingga mengabaikan kemampuan daya saing.

“Kalau tidak dapat gelar, menganggap tidak sempurna. Saya sebutkan orang Indonesia itu gila gelar, gelarnya gila-gilaan, masih jauh dengan China,” kata Nasir.

Nasir mengatakan, berbagai cara harus dilakukan untuk mengubah pandangan masyarakat bila mengenyam pendidikan tinggi, tolok ukurnya hanya gelar, bukan menghadirkan sesuatu yang baru. “Jangan sampai hanya mencetak pengangguran baru,” kata menteri.

Menurutnya, memiliki luas wilayah yang besar sama sekali tidak menjamin Indonesia dikatakan sebagai negara maju, bila masih tidak melirik potensi. “Brazil negara besar, tetapi bukan negara maju. Singapura negara kecil tetapi maju, bila Indonesia ingin maju, hanya ada satu, yaitu inovasi,” tandasnya.***