Bale Kab BandungPeristiwa

Musim Hujan BPBD Aktifkan Posko Siaga Darurat Bencana

Gedung Inkanas Baleendah tempat pengungsian warga terdampak banjir Baleendah.

SOREANG – Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Drs. H. Akhmad Djohara.,M.Si mengatakan intensitas hujan deras yang terus mengalami peningkatan sangat berpotensi terjadinya bencana banjir dan longsor. Apalagi diketahui sebagian besar wilayah di Kab Bandung selalu menjadi salah satu langganan banjir dan longsor setiap musim hujan tiba sehingga patut diwaspadai.

Dalam mengantisipasi hal tersebut, kata Adjo, sapaan Djohara, Posko Siaga Darurat Bencana di bekas Gedung Inknas Baleendah, sudah diaktifkan oleh BPBD dengan menyiagakan 50 orang Satuan Tugas (Satgas). Didukung dengan satgas Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops) sebagai pusat data dan informasi, pemantauan kondisi cuaca di seluruh wilayah setiap harinya bisa terkontrol.

“Kita siagakan 50 orang satgas dan Pusdalops selama 24 jam sehari secara bergiliran. Sehingga penanggulangan bencana bisa dilakukan secara cepat untuk meminimalisir dampak resiko bencana kepada masyarakat,” kata Ajo.

Selain pengerahan personil di lapangan, sejumlah peralatanpun digunakan, khususnya dalam hal evakuasi. “Kita sudah siagakan perahu LCR 2 unit, perahu riverboot 2 unit, kayak 2 unit, perahu alumunium 4 unit dan perahu kayu yang sudah terdistribusi ke tiap RW di Baleendah sekitar 10 unit,” sebutnya.

Berdasar keterangan dari Badan Meteorology, Klimatologi dan Geofiisika (BMKG), musim hujan akan berlangsung hingga Januari 2019. Maka saat ini pihaknya sedang mempersiapkan prosedur untuk status siaga darurat banjir dan longsor di Kab Bandung.

“Fase keadaan darurat itu kan ada 3, yakni siaga, tanggap dan transisi pasca bencana. Saat ini kami sedang proses penetapan status siaga darurat bencana banjir dan longsor bersama pihak terkait,” terang Ajo.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bandung, empat wilayah yang terkena banjir yaitu Desa Bojongsoang, Kecamatan Bojongsoang, Desa Andir, dan Kecamatan Baleendah.

“Dampaknya Desa Bojongsoang terendam air setinggi 30 sampai 40 cm. Sementara di Desa Andir, ketinggian air mencapai 15 sampai 70 cm, saat hujan deras kemarin. Mudah-mudahan kalau hujan deras kembali terjadi, korban bisa secepatnya dievakuasi,” pungkas Ajo. ***

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close