Nasabah Tarik Rp6,1 Miliar dari BPR Kertaraharja Ciwidey

Monday, 19 June 2017 | 17:14:39 | Penulis : bb1 | 122 Kali dilihat

LOGO PT BPR KERTA RAHARJASOREANG – Jelang lebaran dan memasuki tahun ajaran baru 2017, penarikan dana nasabah di Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kertaraharja Kabupaten Bandung Cabang Ciwidey, selama tiga bulan terakhir mencapai Rp. 6,1 miliar.

Kepala Operasional Pendanaan BPR Kertaraharja Cabang Ciwidey, Hennessy Viosopi mengatakan, penarikan dana nasabah selama tiga bulan terakhir ini rutin terjadi setiap tahunnya. Karena saat ini banyak nasabah membutuhkan dana segar untuk keperluan lebaran disusul tibanya tahun ajaran baru 2017.

“Nasabah yang melakukan penarikan dananya bisa kami layani semua. Bahkan tanpa ada pembatasan maksimal penarikan, karena itu memang hak dari nasabah. Sebagai penyedia jasa layanan tentu saja kami harus bisa memenuhi semua permintaan nasabah tanpa harus menunggu lama,” kata Hennessy kepada wartawan, Senin (19/6/17).

Dikatakan Hennessy, penarikan dana nasabah di BPR Kertaraharja Cabang Ciwidey ini, merupakan siklus rutin setiap tahun. Yakni menjelang lebaran dan tahun ajaran baru. Dimana saat menjelang lebaran ini, biasanya banyak nasabah yang membutuhkan dana segar untuk berbagai keperluan. Seperti penambahan modal usaha, pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) untuk pegawainya dan sebagainya.

“Kemudian juga saat ini ada penarikan tabungan kolektif dari 62 sekolah untuk dibagikan kepada murid-muridnya. Penarikan oleh sekolah saja mencapai Rp 1,6 miliar. Sisanya penarikan oleh nasabah lainnya, seperti para pedagang pasar, pengusaha dan deposan. Saat seperti ini memang masyarakat tengah membutuhkan dana segar untuk berbagai keperluan,”ujarnya.

Dikatakan Hennessy, sampai sejauh ini penarikan dana oleh nasabah tidak mengganggu kinerja bank tersebut. Bahkan sebisa mungkin, pihaknya melayani permintaan penarikan dana sebesar apapun tanpa memberikan pembatasan. Karena penarikan dana itu adalah hak nasabah. Apalagi, penarikan dana nasabah disaat seperti ini tidak akan menyebabkan rush. Karena memang bukan penarikan besar-besaran yang didasari oleh suatu kekhawatiran tertentu.

“Kami tidak melakukan pembatasan secara tegas yah. Namun kalau ada permintaan penarikan dengan nilai cukup besar, yah ada lobi-lobi lah agar jangan ditarik semuanya. Tapi kalau kebutuhan nasabah ini darurat yah kami layani berapapun permintaannya. Karena memang dana kita juga tersedia kapan pun di kantor pusat,” ungkapnya.

Pasca penarikan dana nasabah untuk berbagai keperluan lebaran dan tahun ajaran baru ini, jelas Hennessy, pada bulan berikutnya akan disusul dengan mulai adanya penyimpanan dana dari nasabah.

Berita Terkait