Nih, 3 Komponen Keterampilan Utuh yang Pelu Dimiliki Anak

Rabu, 2 Mei 2018 | 16:45:28 | Penulis : bb2 | 205 Kali dilihat

Bupati Bandung Dadang Naser didampingi Wakil Bupati Bandung Gun Gun Gunawan usai Upacara Peringatan Hardiknas 2018 di SMPN 1 Margahayu Kec Margahayu, Kab Bandung, Rabu (2/5/18). by Denni Humas Pemkab Bdg

MARGAHAYU – Dalam Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2018, Bupati Bandung H. Dadang M. Naser, S.H, S.Ip, M.Ip menyebut tiga komponen keterampilan utuh yang dibutuhkan anak-anak Indonesia untuk menjawab tantangan menjelang Abad 21.

“Anak-anak Indonesia membutuhkan Kualitas Karakter, Kemampuan Literasi dan Kompetensi untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi tantangan di zaman perubahan yang serba cepat ini,” sebut Bupati saat memberikan sambutan dalam Upacara Peringatan Hardiknas 2018 di SMPN 1 Margahayu Kecamatan Margahayu, Rabu (2/5/18).

Karakter pertama, urainya, karakter moral yang tidak lain adalah nilai Pancasila, keimanan, ketaqwaan, integritas, kejujuran, keadilan, empati, rasa welas asih dan sopan santun. Sedangkan yang kedua adalah karakter kinerja yaitu kerja keras, ulet, tangguh, rasa ingin tahu, inisiatif, gigih, kemampuan beradaptasi dan kepemimpinan.

“Banyak orang yang kerja keras tapi culas, ada orang yang kerjanya jujur tapi malas. Jadi kedua karakter inilah yang harus dipadukan demi kemajuan bangsa,” tambah Dadang Naser.

Sementara komponen kedua yaitu Kemampuan Literasi memungkinkan anak meraih ilmu dan kemampuan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. “Selama ini kita hanya fokus pada kemampuan baca, tulis dan hitung. Namun yang tidak kalah pentingnya memperhatikan literasi sains, teknologi, finansial serta budaya,” terangnya.

Komponen ketiga yaitu Kompetensi, di mana anak-anak dipersiapkan agar mampu menghadapi masalah-masalah yang kompleks dan tidak terstruktur. “Anak-anak Indonesia membutuhkan kompetensi kreativitas, berpikir kritis, kemampuan memecahkan masalah, berkomuniasi serta mampu mengkolaborasi,” jelas DAdang.

Pada kesempatan itu bupati menyerahkan beragam piagam penghargaan bagi para pelajar, guru dan pegiat peduli pendidikan yang berprestasi dan berkontribusi terhadap dunia pendidikan di Kabupaten Bandung. Selain itu dia juga mendeklarasikan Sabilulungan Mewujudkan Sekolah Ramah Anak (Sabil Mesra) dan meluncurkan Gerakan Nasional Orangtua Membacakan Buku (Gernas Baku).

Sebagai upaya terwujudnya Kabupaten Bandung Layak Anak, jajarannya merepresentasikan pemenuhan 10 hak anak melalui pembentukan Forum Anak Daerah (FAD) yang dilibatkan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kabupaten.

Selain itu pembangunan infrastruktur ruang publik ramah anak juga telah dilakukan. Sekolah Ramah Anak (SRA) sejumlah 217 SD, 72 SMP, 1 SMA, 1 MI/MTs dan 1.800 PAUD menandakan Kabupaten Bandung sudah mengimplementasikan hak anak untuk pendidikan.

“Pembentukan FAD di kecamatan dan desa kemudian dilibatkan langsung dalam Musrenbang, memfasilitasi anak untuk berpartisipasi secara optimal dalam pembangunan. Pembangunan Taman Uncal, Taman Anak, Taman Pacan-Tells, perpustakaan baik konvensional maupun digital serta sains center dalam rangka memenuhi hak belajar dan bermain,” tambahnya.

Gernas Baku merupakan kolaborasi antara pemerintah dengan pegiat peduli pendidikan anak usia dini, dalam meningkatkan partisipasi keluarga dan lembaga PAUD untuk menumbuhkan budaya membaca.

“Dengan Gernas Baku diharapkan para orangtua membiasakan membaca buku bersama anak, sekaligus menumbuhkan minat baca sejak dini serta mempererat hubungan sosial-emosional antara anak dan orangtua,” pungkasnya.

Usai kegiatan upacara, Bupati menandatangani Deklarasi Sabil Mesra diikuti Wakil Bupati Bandung H. Gun Gun Gunawan, Dandim 0609 Letkol Arh. Andre Wira K., Kepala Kejaksaan Negeri Balebandung Toto Sucasto, Wakapolres Bandung Kompol Mikranudin Syahputra, perwakilan Danlanud Sulaiman Mayor Awan Nurcahya, Bunda PAUD Hj. Kurnia Agustina Dadang Naser, Wakil Ketua Dewan Pendidikan Prof. Dr. Dadi Permadi serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Dr. H. Juhana. ***

Berita Terkait