Nih, 6 Pilar Smart City yang Harus Dimaksimalkan di Cimahi

Rabu, 18 Juli 2018 | 16:49:27 | Penulis : bb1 | 165 Kali dilihat

CIMAHI – Pemerintah Kota Cimahi saat ini belum bisa menerapkan konsep kota pintar atau ‘Smart City’ secara optimal. Ada beberapa hal yang harus diselesaikan bila program fasilitas dan pelayanan publik itu ingin dimaksimalkan. Namun, saat ini sudah masuk tahap penyusunan masterplan dengan pendampingan dari Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo).

Menurut Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Cimahi Chanifah Listyarini, ada enam pilar yang harus dimaksimalkan. Keenam pilar itu harus tercipta sebab menjadi pengarah pada terselenggaranya smart city di Cimahi.

“Semuanya harus terealisasi sekaligus. Tinggal nanti bagaimana quick win dari setiap pilar, sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung masyarakat,” kata Chanifah, Rabu (18/7/18).

Dia menjelaskan, setiap pilar nantinya akan memiliki relevansi ketika dilaksanakan. Contohnya, smart living yang akan membuat masyarakat memiliki kualitas hidup lebih baik. Itu nantinya didukung oleh smart environment, yang nantinya setiap SKPD di Pemerintahan Kota Cimahi mensinergikannya dengan smart government. Misalnya, masalah sampah di Cimahi, nantinya akan coba dituntaskan oleh inovasi dari SKPD, seperti Dinas Lingkungan Hidup. Selain itu, bagaimana daya dukung air bagi masyarakat, nantinya akan diselesaikan oleh SKPD yang bersangkutan. “Intinya bagaimana permasalahan ini bisa diselesaikan semua pihak,” tandasnya.

Inventarisasi permasalahan dari setiap pilar smart city, lanjut dia, akan bermuara pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) khususnya masyarakat Cimahi, bagaimana pemerintah bisa menyelenggarakan penghidupan yang layak bagi masyarakatnya. Di sisi lain, konsep smart city tidak hanya mengedepankan sebuah kota berjalan dengan Information Technology (IT).

“IT dalam hal ini ‘enabling’, atau sebagai pendukung saja. Fungsinya memudahkan penyelenggaraan pelayanan, khususnya di pemerintahan. Seperti pemanfaatan IT di Kecamatan Cimahi Utara, yang memudahkan masyarakat mengurus administrasi secara online,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur e-Government Kemenkominfo Firman Lubis menilai, Cimahi sebagai salah satu kota kandidat yang potensial menerapkan smart city. Hal itu terlihat dari capaian Cimahi sebagai kota nomor 1 dengan penerapan e-Government terbaik pada tahun 2015. Kesiapan itu didukung oleh komitmen pemerintah untuk mengimplementasikan smart city di Cimahi. Kendati demikian, Cimahi masih memiliki banyak pekerjaan rumah untuk dituntaskan.

“Masih banyak pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan. Cimahi juga perlu mengetahui potensi apa yang kemudian bisa ditonjolkan sebagai branding,” kata Firman.

Poin terpenting bagi penerapan smart city, yakni masyarakat yang teredukasi. Sebab, smart city tidak hanya bagi masyarakat yang ada di pusat kota, namun bagi keseluruhan masyarakat tanpa terkecuali.

“Penerapan e-Government itu sudah baik, tapi apakah masyarakat yang ada di kampung-kampung sudah teredukasi dan terbiasa dengan sistem ini. Jangan sampai mereka justru kesulitan,” pungkasnya. ***

Berita Terkait