Nih, 7 Rekomendasi Tim Investigasi Gabungan Si Macan Kumbang Lodaya

Rabu, 5 Desember 2018 | 14:15:51 | Penulis : bb1 | 190 Kali dilihat

Kulit macan kumbang yang dagingnya dimakan warga Soreang. by BBKSDA Bidwil II Soreang

BALEBANDUNG – Tim Investigasi Gabungan Jaringan Walhi Jabar melakukan investigasi dengan menelusuri jejak si macan kumbang lodaya yang mati ditembak, dengan menggali informasi lebih lanjut terkait kebenaran adanya macan di sekitar lokasi Kampung Pangguyangan, Desa Sukanagara Kecamatan Soreang Kabupaten Bandung di mana macan itu pertama kali ditemukan warga.

Hasilnya, tim menemukan beberapa fakta dan dokumen foto serta hasil wawancara narasumber warga setempat.

Tim Investigasi Gabungan ini terdiri dari Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia, Korda Jawa Barat (FK3I Jabar), Korwil FK3i Bandung Selatan, Walhi Jabar, Mapella-Unla, Rekapala, Mapala Cantigi Baleendah, Gunung Institute dan Forum Pemerhati Macan Tutul Jawa.

“Kami sepakat melakukan investigasi kajian lebih lanjut, untuk kepentingan pendataan konflik, mitigasi konflik dan penanganan konflik, sehingga dapat dijadikan bahan sarana edukasi sebaran macan potensial konflik dan edukasi serta penanganan hukum baik preventif ataupun refresif,” terang Ketua FK3I Jabar Dedi Kurniawan dalam rilisnya, Rabu (5/12/18).

Nih, rekomendasi dari tim investigasi;

1. BBKSDA Jabar segera melakukan pencarian tulang, taring dan kepala, serta potongan bangkai macan lainnya, yang memungkinkan masih dimiliki masyarakat atau berada di sekitar TKP, agar tim dapat melakukan kajian lanjutan sebagai alat bukti kondisi macan pada saat masih hidup, umur, berat badan, dll;

2. Meminta BBKSDA JABAR segera menelusuri informasi yang ada dan melakukan pengecekan kondisi di sekitar wilayah Taman Love, guna memastikan apa di taman tersebut memelihara satwa dilindungi atau tidak dan apakah macan yang mati tersebut memang pernah dipelihara disana atau tidak;

3. Tim meminta BBKSDA Jabar terus melakukan upaya pembinaan dan pendampingan serta pengawasan terhadap masyarakat di wilayah TKP;

4. Tim Meminta BBKSDA Jabar berkoordinasi dengan aparat terkait (desa, aparat kepolisian, TNI, dan pemerintahan kabupaten hingga provinsi, agar kasus serupa dapat terselesaikan secara tuntas;

5. Tim meminta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI segera mengeluarkan kebijakan prioritas khusus Jawa, terkait mitigasi konflik, penanganan konflik serta edukasi terhadap masyarakat yang berpotensi berkonflik dengan macan atau masyarakat luas lainnya, agar kejadian serupa tidak terulang kembali;

6. Tim mendorong KLHK melakukan pendataan sebaran dan data potensial habitat macan, baik yang masih kosong atau yang ada dan menjadikan data tersebut sarana kampanye adaptasi bagi masyarakat sekitar dan pengetahuan terfhadap masyarakat umum;

5. Tim meminta dan mendorong pemerintah provinsi, kabupaten dan pusat, melakukan upaya-upaya pembuatan sarana Pusat Penyelamatan Macan, update data sebaran macan, edukasi dan lainnya untuk keberlangsungan kehidupan satwa liar dan kelestarian lingkungan;

6. Tim meminta para pihak jeli dalam melihat kasus ini, jangan sampai parsial penanganannya, tapi harus utuh dan tuntas;

7. Tim sepakat KLHK wajib melakukan point di atas di mana hampir 50-an kasus tidak pernah ada capaian konkrit. ***

Waduh, Daging Si Macan Kumbang Lodaya Dimakan Warga Soreang

Nih, Kisah Si Macan Kumbang yang Ditembak Mati Warga Soreang

Warga Soreang Tembak Mati Seekor Macan Kumbang

Berita Terkait