Nih, Kata Kang Hasan Soal Penganiayaan terhadap Ulama NU di Cicalengka

Sabtu, 27 Januari 2018 | 21:25:18 | Penulis : bb1 | 339 Kali dilihat

Balongub Jabar dari PDI Perjuangan Tubagus Hasanuddin
Balongub Jabar dari PDI Perjuangan Tubagus Hasanuddin

BANDUNG – Bakal calon gubernur Jawa Barat dari PDI Perjuangan Tubagus Hasanuddin menyesalkan tindak penganiayaan terhadap pemilik Pondok Pesantren Hidayah, KH Umar Basyri di Kampung Santiong Rt. 004/001 Desa Cicalengka Kulon Kecamatan Cicalengka Kabupaten Bandung, Sabtu (27/1/18) subuh.

“Pagi, selepas bersilaturrahmi dengan K.H Rochmaddin Afif di Kampung Sawah, Kota Bekasi, yang terkenal dengan Kampung Pancasila, pada Sabtu (26/1) ponsel saya dikirimi sebuah foto Kiai NU kita di Cicalengka Kabupaten Bandung, bahwa Kiai Umar Basyri dianiaya. Saya terhenyak dan kaget, sekaligus terenyuh. Sambil melanjutkan perjalanan saya mencari informasi untuk memastikan kebenaran foto tersebut. Dan saya mendapatkan informasi dari berbagai sumber, peristiwa penganiayaan tersebut betul adanya, meski belum dijelaskan latarbelakang dan motifnya, pun dengan pelakunya,” kata Kang Hasan melalui keterangan tertulisnya.

Atas peristiwa tersebut, pasangan calon Hasanuddin-Anton Amanah (Hasanah) meminta pihak aparat harus secepat mungkin mencari pelakunya. Menurut Kang Hasan, hal ini perlu dilakukan agar tidak dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok yang tidak bertanggungjawab. Terlebih saat ini, sedang berlangsung kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di 16 kabupaten/kota dan Provinsi Jawa Barat.

“Penganiayaan ini tentu saja mengoyak rasa kedamaian dan ketentraman kita sebagai warga Jawa Barat dan tidak menunjukan jiwa dan budaya Sunda yang menjunjung tinggi duduluran,” tandasnya. Sebagai negara hukum, tegas dia, aparat hukum)harus segera menangkap dan memastikan pelakunya diadili serta mencari motifnya.

Kang Hasan berharap, informasi penganiaan ulama jangan sampai dimanfaatkan pihak tertentu untuk menebar fitnah dan memecah belah ukhuwah umat untuk kepentingan politis yang sesaat. Menurutnya Jawa Barat adalah lembur urang yang harus kita jaga dari intrik kaum pragmatis.

“Kepada masyarakat Jawa Barat, tokoh masyarakat, LSM, ormas dan seluruh komponen agar kiranya kita tidak terpancing. Kita serahkan seluruhnya kepada aparat hukum, pihak kepolisian untuk bekerja menyelidiki sambil terus kita pantau perkembangannya. Hayu urang jaga lembur,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang pengasuh Pesantren Al -Hidayah (Ponpes Santiong), KH. Umar Basyri alias Mama Aceng Emon (60), ditemukan babakbelur bersimbah darah akibat dianiaya orang tak dikenal. Penganiayaan terjadi di Mesjid Al Hidayah, Ponpes Santiong, Kp. Santiong RT 04 RW 01 Desa Cicalengka Kulon Kec. Cicalengka Kab. Bandung, sekitar pukul 05.10 WIB, Sabtu (27/1/18).[]

Berita Terkait