Nih, Klarifikasi Kepala BPBD Kab Bandung Soal Dugaan Langgar Kode Etik ASN

Minggu, 28 Januari 2018 | 21:00:13 | Penulis : bb1 | 223 Kali dilihat

relokasi baleendah citarumSOREANG – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Akhmad Djohara mengklarifikasi pemberitaan terkait dugaan pelanggaran Kode Etik Aparatur Sipil Negara (ASN) terhadap dirinya seperti yang disampaikan Panitian Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Bandung. Menurut Adjo, sapaan Akhmad Djohara, dirinya tetap memposisikan diri secara netral dalam kontestasi Pilgub Jabar 2018.

“Sebagai PNS saya tetap netral. Untuk apa saya mendukung salah satu calon gubernur atau wakil gubernur? Dan saya bersikap pasif di acara itu, tidak ada intrik politik sama sekali,” kilah Adjo kepada Balebandung.com, Minggu (28/1/18).

Ia menambahkan, dirinya tidak berniat atau bermaksud menunjukan keberpihakan terhadap salah satu pasangan bakal calon Gubernur/Wagub Jabar. Ditanya soal foto yang beredar di media sosial, Adjo mengaku ia sendiri tidak melakukannya.

“Saya itu di-tags di facebook oleh rekan di facebook saya, yang menunjukkan saya sedang berpose dengan Dedi Mulyadi. Saya sendiri tidak meng-upload,” tukasnya lagi. Ia pun membantah saat berfoto bareng itu tidak memakai atribut yang menunjukkan keberpihakannya. “Saya pakai baju batik hijau waktu itu,” dia bilang.

Ceritanya, tutur Adjo, di acara Peringatan 34 Tahun Relokasi Warga Korban Banjir Sungai Citarum di Kelurahan Manggahang Kecamatan Baleendah pada Rabu (24/1/18) malam lalu, dihadiri Balonwagub Dedi Mulyadi. Karena acara itu digelar di dekat rumahnya, jelas Adjo, ia tidak menyangka kalau Balonwagub itu bersedia datang ke rumahnya. Saat itu cuaca sedang hujan.

“Ya, karena beliau datang ke rumah, karena kebetulan istri saya dari Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Bandung, saya juga ikut beramahtamah menerima. Jadi, saya tidak sengaja bertemu sama beliau di situ,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Panwaslu Kab Bandung akan memanggil seorang pejabat eselon II di lingkungan Pemkab Bandung berinisial AJ yang diduga melanggar Kode Etik ASN, karena menunjukan perbuatan yang mengindikasikan keberpihakan terhadap pasangan balongub/wagub Jabar.

Koordinator Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Panwaslu Kab Bandung Hedi Ardia mengungkapkan foto itu di-posting oleh seorang anggota DPRD Kab Bandung dari Fraksi Golkar pada 24 Januari lalu. []

Pejabat Kab Bandung Diduga Langgar Kode Etik

Berita Terkait