Nih, Pesan Bela Rakyat Bela Umat Bang Zulhas di Cimanggung

Rabu, 17 Oktober 2018 | 18:01:28 | Penulis : bb1 | 181 Kali dilihat

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan berorasi di kawasan Cimanggung, Sumedang, Rabu (17/10/18).

CIMANGGUNG – Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menyindir beberapa kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Jokowi saat berorasi si Cafe Duta Family, Jl. Raya Rancaekek Desa Sindangpakuon Kec. Cimanggung Kab. Sumedang, Rabu (17/10/18).

Tampak sindiran Zulkifli berisikan pesan yang membela rakyat bela umat. Nih, Pesan Bela Rakyat Bela Umat Bang Zulhas;

Mengawali sambutannya di hadapan ratusan warga kawasan Cimanggung Kabupaten Sumedang saat mendampingi Cawapres Sandiaga Uno, politisi yang akrab disapa Bang Zulhas itu menyebut langkah impor beras memicu masyarakat tak ingin bertani.

“Kalau nanam padi harga pupuk mahal, obat-obatannya mahal, betul nggak? Tapi begitu panen, harga padinya murah,” ungkap Zulhas dalam orasinya saat Deklarasi Relawan Jamil-PAS.

Akibat produktivitas tersendat, imbuh dia, kemudian muncul kebijakan impor beras. Dampak lain yang dirasakan masyarakat keinginan untuk bertani pun hilang karena dinilai menjadi petani tak menguntungkan.

“Pabrik banyak, banyak anak muda kita mau kerja, tetapi tenaga kerja dari luar dateng banyak. Akhirnya orang Sumedang dan sekitarnya nganggur. Itulah yang akan dibela oleh Prabowo-Sandi,” tandas Zulhas.

Ketua MPR RI itu juga membahas soal perjuangan umat islam dalam kemerdekaan. Dirinya menyinggung ada upaya mengusir ulama dalam sebuah kegiatan keagamaan.

“Kita merdeka ngga kalau ngga ada umat islam? Kita ini merdeka ngga kalau ngga ada ulama? Merdeka ngga kalau ngga ada santri? Kalau ada yang ngusir-ngusir ulama.. kualat, betul ngga?,” kata dia.

Zulhas juga menyampaikan ada dua tugas utama saat seseorang menjadi pemimpin. Pertama, melayani rakyat untuk membuka lapangan kerja. Hal itu menurutnya yang akan disiapkan Cawapres Sandiaga uno.

“Kedua, tugasnya menegakan hukum yang adil. Jangan sampai sini dilapor diproses, sana dilapor tapi tidak diproses. Kalau umat islamnya tidak maju, Indonesia maju ga? Kalau umat islamnya tidak pintar Indonesia hebat ga?,” ungkapnya. ***

Berita Terkait