Ombudsman Duplikasi Aplikasi e-RK Kota Bandung

Senin, 24 September 2018 | 17:12:48 | Penulis : bb4 | 229 Kali dilihat

Wali Kota Bandung Oded M Danial menerima Sekjen Ombudsman Suganda Pandabotan Pasaribu di Pendopo Kota Bandung, Senin (24/9/18). by Humas Pemkot

BANDUNG – Setelah Sekretariat Negara Republik Indonesia, kini giliran lembaga pengawas layanan publik, Ombudsman menduplikasi aplikasi e-Remunerasi Kinerja (ERK) Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Ombudsman menilai aplikasi tersebut sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia.

Sekretaris Jenderal Ombudsman Suganda Pandabotan Pasaribu menilai, aplikasi tersebut diduplikasi untuk meningkatkan kinerja pegawainya. Menurutnya, eRK terbukti mampu meningkatkan kinerja pegawai.

“Tentunya Ombudsman memilih satu aplikasi terbaik di Indonesia. Tentang eRK kinerja ini pilihannya jatuh ke Kota Bandung. Kami akan replikasi agar lebih akuntabel dalam pelaksanaan,” ungkap Suganda saat bertemu Wali Kota Bandung, Oded M Danial di Pendopo Kota Bandung, Senin (24/9/18).

Suganda menambahkan, untuk lebih efisiennya waktu, rencananya akan melakukan perjanjian kerjasama atau memorandum of understanding (MoU) dengan Pemkot Bandung dalam waktu dekat.

“Mungkin 3 atau 4 Oktober 2018. Tahun ini kami harus bisa menerapkan beberapa aplikasi, dengan cara transfer ilmu cepat dan mudah,” jelasnya.

Atas kerjasama tersebut, maka pihak Ombudsaman memberikan pendampingan yang berkualitas demi pelayanan publik yang lebih baik kepada Pemkot Bandung.

Wali Kota Bandung Oded M. Danial merasa bangga karena aplikasi yang menjadi kunci utama kinerja ASN itu diduplikasi Ombudsman.

“Tentu Mang Oded senang sekali. Kalau ada inovasi atau sebuah sistem apapun itu kebaikan di Kota Bandung, kemudian diadopsi orang lain. Saya senang sekali, yang penting jadi kebaikan,” ungkap Oded.

Walikota menyampaikan, kinerja pemerintah akan lebih produktif jika para pegawai mampu melaksanakan sesuai tugas pokok dan fungsinya.

“Prinsipnya demi keutuhan Negara Kepulauan Republik Indonesia (NKRI) dan kemajuan Indonesia ini. Sesungguhnya, apa yang ada di Kota Bandung itu merupakan inovasi ASN Pemkot Bandung. Sistem tata kelola pemerintahan ini, kita terbuka lebar jika ada instansi, kementerian maupun pemerintah daerah ingin melakukan hal yang sama,” kata Oded.

Mengenai pendamping yang akan diberikan oleh Ombudsman, Oded mengatakan, antara pemerintah dan instansi memang perlu saling mengisi agar pelayanan publik menjadi lebih prima.

“Tentu saja senang, pelayanan publik lebih maksimal. Saya sependapat bahwa kerjasama bisa menghadirkan kebaikan untuk masyarakat,” ucapnya. ***

Berita Terkait