Bale Jabar

Ombudsman Terima Laporan Warga Soal Hasil PPDB

BANDUNG, Balebandung.com – Ombudsman Jawa Barat kembali menerima laporan pengaduan mengenai PPDB (Penerimaan Peserta Didik baru) di Jawa Barat. Laporan mengenai adanya kecurangan tersebut dilaporkan oleh FAGI (Forum Aksi Guru Indondesia) Fortusis (Forum Orangtua Siswa), dan Askida (Asosiasi Komite Sekolah Indonesia).

Kepala Perwakilan Ombudsman Jabar Haneda Lastoto membenarkan adanya laporan dari tiga organisasi bidang pendidikan tersebut. Pihaknya akan memproses laporan hingga dua hari ke depan. “Kita proses dua hari, nanti kita rapat pleno terkait langkah Ombudsman,” jelas Haneda di Kantor Ombudsman Jabar, Kamis (18/7/19).

Pihak pelapor Iwan Hermawan Ketua FAGI mengatakan, dalam laporannya ke Ombudsman Jabar disebutkan SMA favorit di Bandung diduga melakukan sistem jual beli kursi atau sistem titipan.

“Temuan kami bersama Fortusis san Askida ini cukup mencengangkan, yakni adanya sistem off line PPDB dengan dugaan sistem titipan,” jelas Iwan.

Jika misal satu rombel ini 34 dengan 10 kelas, maka ada 340. “Saat pengumuman dari 340 orang yang diterima di satu SMA favorit, ada yang satu kelas 36, berarti ada beberapa kursi kosong,” ungkap Iwan.

Selain itu, pihak sekolah tidak melakukan transparansi publik. “Pengumuman PPDB tidak transparan, tidak detail nama siswa jumlah nem, hasil tes dan dari sekolah serta alamat rumah tidak ditampilkan, hanya memuat nama saja,” bebernya. ***

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close