Paguyuban Pasundan Bentuk Relawan Pemenangan Hasanah di Tasik

Sabtu, 31 Maret 2018 | 13:16:25 | Penulis : bb1 | 215 Kali dilihat

Perwakilan PB Paguyuban Pasundan, Sahidin, saat pembentukan Relawan Pemenangan Hasanah di kawasan Dermaga Pantai Cipatujah, Kab Tasikmalaya, Sabtu (31/3/18). by HMC

TASIK – Dukungan Paguyuban Pasundan hingga ke tingkat desa-desa menjadi sejarah kekuatan politik organisasi. Sebelumnya, organisasi ini sudah melahirkan sejumlah tokoh nasional seperti Rd. Oto Iskandar Di Nata dan Ir. H. Djuanda di era Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Semangat pendahulu senantiasa tertanam dalam sanubari kader yang memiliki jiwa-jiwa pejuang untuk melanjutkan perjuangan leluhur, diantaranya memerangi kemiskinan, memerangi kebodohan, bahkan mempertahankan identitas kultural. Apalagi Sunda itu etnis yang ikut mendirikan NKRI,” kata Sahidin, perwakilan PB Paguyuban Pasundan, saat memberi sambutan pada kegiatan pembentukan Relawan Pemenangan Hasanah di kawasan Dermaga Pantai Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (31/3/18).

Ia menyerukan agar Paguyuban Pasundan solid berjuang untuk memenangkan Kang Hasan sebagai Pituin Sunda. Kemenangan Kang Hasan nanti, lanjut Sahidin, sebagai bentuk komitmen bagaimana Paguyuban Pasundan memunculkan tokoh-tokoh baru yang akan bisa memajukan Jawa Barat dan nilai-nilai kesundaan yang sekarang sudah tergerus oleh adanya proxy war.

“Saat ini nilai-nilai dan perilaku Nyunda, Nyantri dan Nyakola nyaris hilang dalam keseharian masyarakat, ” tuturnya. Selanjutnya ia berharap, melalui konsolidasi relawan di Kabupaten Tasik ini akan memenangkan Kang Hasan sebagai Gubernur Jabar yang otomatis mengiplementasikan tiga hal di atas.

Ditambahkan Sahidin , Kang Hasan mempunyai 7 program unggulan yang memang menjadikan nilai kasundaan dimunculkan. Ketujuh program tersebut, yaitu; 1. Boga Gawe, 2. Imah Rempeg, 3. SakolaGratis, 4. Turkamling, 5. Jabar Seubeuh, 6. Jabar Cageur dan ke-7. Molotot.com

“Ketujuh program tersebut menurut Paguyuban Pasundan sejalan dengan cita-cita Paguyuban Pasundan,” pungkas Sahidin. []

Berita Terkait