Pangdam Instruksikan Mitigasi Bencana

Kamis, 25 Oktober 2018 | 19:37:48 | Penulis : bb3 | 103 Kali dilihat

Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Besar Harto Karyawan, S.H, M.Tr (Han) menyerahkan secara simbolis bantuan kemanuasiaan Kodam III/Siliwangi kepada korban gempa Sulteng, di Lapangan Upacara Makodam III/Siliwangi Jalan Aceh Bandung, Rabu (24/10/18). by Pendam Slw

BANDUNG – Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Besar Harto Karyawan, S.H, M.Tr (Han) mengingatkan untuk siap mengantisipasi dan mewaspadai kemungkinan-kemungkinan terjadi bencana di wilayah kita sendiri.

Pangdam mengatakan, saat ini bumi sedang bergejolak dan bumi mengalami perubahan-perubahan, beberapa waktu lalu terjadi gempa di Lombok, berlanjut di beberapa tempat, bahkan yang paling parah adalah kejadian di Palu Sulawesi Tengah, bukan hanya gempa, tetapi berdampak tsunami bahkan terjadi pergeseran-pergeseran lempengan.

“Kejadian serupa tidak menutup kemungkinan bisa terjadi di wilayah kita yang potensi bencananya cukup tinggi, diantaranya bencana tanah longsor, banjir dan angin puting beliung, bahkan kemungkinan bisa terjadi bencana gempa karena wilayah kita juga berada dekat dengan lempeng yang mungkin bisa saja terjadi, “ ungkap Pangdam saat menyerahkan dan melepas keberangkatan bantuan untuk korban bencana alam Palu Sulawesi Tengah di Makodam III/Siliwangi Jalan Aceh Bandung. Rabu (25/10).

“Kita berdo’a bersama semoga itu tidak terjadi dan kita siap mengantisipasi apabila itu terjadi. Untuk itu saya perintahkan kepada para komandan satuan untuk menggeladikan dan mengingatkan, baik itu di instansi maupun di lingkungan keluarga kita, apabila terjadi bencana apa yang harus kita lakukan, apa berbuat apa, di mana kita harus berlindung, di mana kita harus menghindari kemungkinan-kemungkinan bahaya dan ancaman,” lanjut Pangdam.

Menurutnya hal ini perlu diingatkan dan dilatihkan, sehingga apabila itu terjadi, kita tidak panik, karena kepanikan inilah yang banyak menimbulkan korban. Kalau itu bisa diantisipasi lebih awal apabila terjadi kita sudah siap, kita sudah tahu kemana kita harus berlindung kita harus tahu kemana kita harus keluar dari mana arah yang aman, baik itu di daerah perkantoran ataupun di sekitar rumah kita sendiri maupun di tempat-tempat lain.

“Teknik-teknik bagaimana penyelamatan perlu diingatkan, perlu diajarkan dan perlu diberi tahu, salah satunya bagaimana kita menghindarinya yaitu berlindung,” pesan Pangdam.

Pangdam bilang ada contoh-contoh yang mungkin perlu dievaluasi pada masa lalu, apabila terjadi gempa kita bersembunyi di bawah meja atau di bawah kasur misalnya, ini justru ada dampak-dampak kerawanan di sana kalau kita berada dibawahnya. “Justru yang paling aman kita mencari titik ruang kosong penyelamatan,” tukas Pangda,

Contoh lain, imbuh Pangdam, di situ ada meja dan disitu ada kursi berlindunglah kita di sebelah meja atau merapat di sebelah kursi, atau di situ ada tempat tidur, ada sela ruang kosong di antara tempat tidur, maka berlindunglah kita disela-sela tempat tidur dan tembok.

“Mencari penyangga-penyangga utama seperti tiang-tiang pancang utama merapat kita di tiang pancang utama duduk saja di pojokannya di situ, akan memberikan keamanan dan keselamatan bagi kita. Karena apabila terjadi runtuhan menimpa pasti kita tidak tertimpa karena tertahan oleh ruang sudut dimana kita berlindung,” pungkasnya. ***

Berita Terkait