Pangdam Siliwangi Himbau Untuk Sementara Tidak Konsumsi Ikan Asal 3 Waduk Ini

Jumat, 2 Maret 2018 | 15:00:19 | Penulis : bb1 | 247 Kali dilihat

Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Doni Monardo saat bersilaturahmi dengan Jurnalis Siliwangi Indonesia (JSI) di Jl Kiputih Bandung, Jumat (2/3/18). by dot

BANDUNG – Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Doni Monardo menghimbau masyarakat untuk sementara tidak mengkonsumsi ikan yang berasal dari keramba jaring apung (KJA) tiga waduk di Jawa Barat. Ketiga waduk itu yakni Saguling, Cirata dan Waduk Jatiluhur.

Pangdam beralasan ikan dari KJA ketiga waduk itu tidak sehat untuk dikonsumsi akibat tercemar limbah dan kotoran lainnya. Bahkan menurut Doni hal tersebut berdasarkan uji laboratorium dari Kodam Siliwangi terhadap sampel ikan dari ketiga waduk itu.

“Saya menghimba kepada seluruh masyarakat Jawa Barat, untuk sementara jangan mengkonsumsi ikan yang berasal dari Waduk Saguling, Cirata, Jatiluhur karena sudah mengandung zat dan bakteri yang berbahaya,” ungkap Pangdam saat konferensi pers terkait program Citarum Harum di Bandung, Jumat (2/3/18).

Doni menambahkan, berdasarkan hasil uji lab terhadap sampel ikan, yang membahayakan untuk kesehatan manusia di ketiga air waduk terkandung zat logam merkuri, logam berat, termasuk bakteri yang membahayakan seperti ecoli.

“Berdasarkan hasil pengujian lab yang dilakukan Kesdam III Siliwangi, di dalam sampel ikan dari ketiga waduk tersebut sudah mengandung logam merkuri, logam berat seperti timbal, kalsium, serum, termasuk bakteri ecoli dan pseudomonas aeruginosa,”‘ sebutnya.

Doni melanjutkan Satgas Citarum Harum mengajak kepada pekerja keramba di ketiga waduk itu, kedepannya akan ada alih profesi untuk tidak lagi jadi peternak ikan di situ.

“Alih profesi kita sedang menggodok sebagai peternak unggas, kambing dan sebagainya yang diarahkan dari Kementrian Pertanian. Kita juga ajak Kementerian ESDM, PLN, dan Indonesia Power untuk turut mencarikan solusi. Jadi kita membuat solusi, intinya jangan sampai para petambak ini kehilangan pekerjaannya gara-gara program yang kita lalukan,” jelas Doni. []

Berita Terkait