Bale JabarPamong

Pariwisata Titik Berat Kepemimpinan Ridwan Kamil

Gubernur Jaba Ridwan Kamil bersama Bupati Bandung Dadang Naser, saat membuka Musrenbang RPJMD Provinsi Jawa Barat Tahun 2018-2023 di Grand Ballroom The Trans Luxury Hotel Bandung, Selasa (13/11/18). by Humas Jabar

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bertekad Jawa Barat dalam lima tahun ke depan harus menjadi provinsi terbaik dalam dunia digital. Dengan mendigitalkan pelayanan publik, pendidikan, dan perdagangan yang masih manual.

“Inilah salah satu jawaban karena negara-negara maju di dunia sudah bergerak meninggalkan dunia manual menuju dunia digital, sampai lahirlah revolusi 4.0,” ungkap gubernur saat membuka Musrenbang RPJMD Provinsi Jawa Barat Tahun 2018-2023 di Grand Ballroom The Trans Luxury Hotel Bandung, Selasa (13/11/18).

Dengan demikian, pelayanan kepada masyarakat akan lebih baik lagi. Selain itu Emil juga menitikberatkan program lima tahun ke depan dalam aspek pariwisata yang ada di Jawa Barat.

“Pariwisata itu adalah pilihan yang paling mudah, paling murah, dan paling banyak menyerap pengangguran,” jelas Ridwan.

Menurut Emil, melalui pariwisata akan muncul kemandirian desa yang menjadikan Jawa Barat lebih maju. Ditambah dengan dukungan infrastruktur dari pemerintah pusat. Mudah-mudahan adanya kesepakatan untuk menjadikan Jawa Barat Sebagai Provinsi Pariwisata. Tentunya akan meningkatkan sisi ekonominya.

“Caranya menjadi provinsi digital untuk meng-connect kemudahannya, di-support oleh infrastruktur yang skalanya memperbanyak kereta api dan jalan tol,” paparnya.

Maka Pemprov Jabar mengusulkan daerah Cikidang di Kabupaten Sukabumi dan Pantai Pangandaran di Kabupaten Pangandaran sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

“Proses KEK itu susah, syaratnya berat. Jadi dua dulu itu, kalau berhasil udah prestasi. Jadi kita fokus di dua dulu,” kata Emil.

Oleh karena itu Emil meminta pemda provinsi maupun kab/kota diharapkan dapat memanfaatkan sumber dana selain dana pemerintah seperti dana swasta dan dana solidaritas umat untuk pembangunan daerahnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan Pangandaran dan Sukabumi dirasa sudah siap sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Walaupun sebenarnya membuat KEK tidaklah mudah. Kalau secara khusus tidak perlu anggaran selama tanahnya sudah ada. Baik di Cikidang maupun di Pangandaran, tanah sudah siap.

“Proses selanjutnya wajib membangun dalam waktu tiga tahun, dan itu yang paling cepat contohnya Tanjunglayang selama satu tahun sudah bisa membangun,” tuturnya.***

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close