Pemikiran Selaras dengan Bung Karno, Cakra Buana: Rizal Ramli Harus Pimpin Indonesia

Minggu, 15 April 2018 | 12:46:00 | Penulis : bb1 | 195 Kali dilihat

Ekonom Senior Rizal Ramli berfoto bareng Satgas Nasional Cakra Buana PDI Perjuangan di Ponpes Raudatul Muta’alimin, Tasikmalaya, Sabtu (14/4/18) malam

BANDUNG – Ratusan Satgas Nasional Cakra Buana Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mengawal rangkaian kegiatan ekonom senior Rizal Ramli semasa di Bandung dan Tasikmalaya, Sabtu (14/4/18).

Kepala Satgasus DKI Cakra Buana, Kadiman Sutedy, mengatakan, pengawalan terhadap Rizal Ramli merupakan bentuk apresiasi dari kader PDIP atas komitmen mantan Menko Maritim di era pemerintahan Jokowi tersebut yang konsisten dalam menjalankan konsep Trisakti yang diajarkan Bapak Pendiri Bangsa Soekarno.

“Semasa ia menjabat, tidak ada satu-pun ajaran Bung Karno tentang Trisakti yang melenceng. Misalnya, soal berdaulat di bidang politik, Rizal Ramli lah yang mengubah nama Laut Cina Selatan menjadi Laut Natuna Utara. Di bidang ekonomi, Rizal konsisten melawan neoliberalisme, yakni pembangunan ekonomi melalui utang,” ungkap pria yang karib disapa Yongki ini di Pondok Pesantren Raudatul Muta’alimin, Tasikmalaya, Sabtu (14/4/18) malam.

Bagi Yongki, pengawalan terhadap Rizal Ramli sebenarnya tidaklah cukup untuk membalas jasa-jasa Rizal Ramli terhadap masyarakat Indonesia. Mantan Menko Ekuin era pemerintahan Abdurrahman Wahid itu menurutnya harus diberikan kesempatan untuk memimpin negeri ini.

“Saya sudah lama kenal Rizal Ramli. Semasa hidupnya selalu menjadi penasihat Presiden. Tapi, hanya sedikit nasihatnya itu yang diimplementasikan penguasa. Padahal, semua ide dan gagasannya selaras dengan pemikiran Soekarno. Kini saatnya ia pimpin negeri ini,” tegas Yongki.

Sebagaimana diketahui, Satuan Tugas (Satgas) Cakra Buana merupakan bagian dari PDIP. Tujuan dibentuknya organisasi tersebut selain menjadi garda bangsa, juga sebagai upaya mendukung penguatan organisasi ketahanan negara, dan menjaga masa persiapan kampanye.

Anggota Satgas Cakra Buana direkrut dari mulai latar belakang pendidikan rendah yang belum memiliki pekerjaan tetap. Mereka adalah potensi bangsa yang harus dilembagakan.

“Satgas ini mampu membangkitkan potensi partai sebagai sarana untuk berjuang bagi kesejahteraan rakyat,” jelas Kepala Satgas Nasional PDIP Cakra Buana Komarudin Watubun.

Lahirnya Satgas Nasional PDI Perjuangan Cakra Buana ini merupakan sebuah perjalanan yang cukup panjang. Secara harfiah, Cakra berarti Senjata, dan Buana berarti Dunia. Maka, Cakra Buana berarti Satuan Tugas PDIP Perjuangan yang akan selalu menjadi senjata partai di dalam menjaga harkat, martabat, dan kedaulatan NKRI.[]

Berita Terkait