Pemkab Dorong Pembentukan Posyantek Desa

Kamis, 6 Desember 2018 | 16:33:41 | Penulis : bb2 | 85 Kali dilihat

Sosialisasi Permendes PDT No 23 /2017 di Bale Winaya, Soreang, Kamis (6/12/18). by Humas Pemkab

BALEWINAYA – Melihat keberhasilan dari Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) antar desa yang hadir di setiap kecamatan, Pemkab Bandung mendorong Pemdes agar memiliki Posyantek Desa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bandung Drs. H. Tata Irawan mengatakan, Posyantek Desa harus hadir, sebagai inkubator pemberdayaan dan pengembangan potensi SDA yang menunjang ekonomi masyarakat pedesaan.

“Posyantek desa harus segera dibentuk, sehingga penerapan TTG di desa akan lebih optimal,” tandas Tata saat Sosialisasi Peraturan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT)) Nomor 23 Tahun 2017, tentang Pengembangan dan Penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) Desa, di Bale Winaya, Soreang, Kamis (6/12/18).

Sebab, lanjut Tata, merekalah yang paling tahu potensi SDA unggulannya masing-masing. Tentu saja hal ini akan berdampak pada kemajuan ekonomi desa, penguatan kapabilitas masyarakat dan peningkatan pendapatan masyarakat yang mengandalkan SDA sebagai mata pencahariannya.

Ia menyebutkan, potensi SDA yang selama ini memiliki keterbatasan, selama ini dimanfaatkan secara ekploitatif. Tidak memperhatikan daya dukung dan terkadang mengabaikan kepentingan masyarakat desa, bahkan berdampak merusak lingkungan dan merugikan warga setempat.

Menurutnya, dengan hadirnya Posyantek Desa, semua potensi tersebut akan dimanfaatkan secara maksimal. Dengan dukungan dana desa, saya harap masyarakat desa bisa lebih selektif menentukan program kegiatan prioritas desa,” ucap Tata di hadapan Posyantek dan Kasi Pemberdayaan dari 31 kecamatan itu.

Melalui sosialisasi ini, kecamatan dan desa mengetahui hak masyarakat dalam pengembangan dan penerapan teknologi tepat guna dalam pengelolaan SDA desa, khususnya dalam hal mengelola SDA desa yang ramah lingkungan, memperoleh akses yang seimbang, serta memperoleh perlakuan yang adil dalam pengelolaan juga pemanfaatannya.

Tata mengapresiasi Posyantek Ciwidey, karena berhasil menjadi juara II TTG Ungggulan tingkat Provinsi Jawa Barat dengan alat ‘kompor aksi’. Alat tersebut bisa dimanfaatkan berbagai kegiatan dengan berbahan bakar limbah oli dan air.

“Semoga ini bisa menginspirasi Posyantek lainnya untuk terus berinovasi dan memberi peluang Posyantek desa di Kecamatan Ciwidey agar lebih aktif lagi,” harap Tata.***