Bale KBB

Pemkot Jaga Roh Alun-alun dan Masjid Agung Saat Ramadan

BANDUNG, Balebandung.com – Keberadaan alun-alun dan Masjid Agung yang tidak terpisahkan menjadi salah satu pusat kegiatan masyarakat ketika bulan ramadan. Roh sosial yang terkandung di kawasan alun-alun dan Masjid Agung ini dicoba untuk dilestarikan oleh Pemkot Bandung melalui acara Ngaji On The Square (Ngaos).

Haryoto Kunto dalam buku Ramadhan di Priangan (Tempoe Doeloe) juga menyebut, pusat utama ngabuburit jaman baheula berkisar sekitar Alun-alun Bandung.

Kini, ribuan masyarakat juga melakukan hal yang sama. Mereka sudah terlihat berkerumun di Alun-alun Bandung sejak Sabtu (25/5/19) sore. Mereka disuguhkan penampilan perkusi dan nasyid. Menjelang magrib, disambung tausiyah serta tilawah Alquran.

Beragam aktivitas di Alun-alun Bandung tersebut lantas membuat Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana terkenang masa kecilnya. Area alun-alun dan Masjid Agung ini menjadi salah satu tempat favoritnya menunggu waktu berbuka.

“Karena saya asli orang Bandung, lahir dan besar di sini. Jadi memang alun-alun ini pusat kehidupan kota, saya merasakan betul,” ujarnya.

Untuk itu, dengan adanya acara Ngaos ini Yana menaruh harapan roh alun-alun dan Masjid Agung sebagai pusat beraktivitas bisa kembali lagi. Pada intinya, sambung dia, di kawasan tersebut menjadi tempat interaksi sosial masyarakat Kota Bandung. “Mudah-mudahan aura alun-alun ini ruhnya kembali sebagai pusat aktivitas di Kota Bandung,” ucapnya.

Konsep tata wilayah serupa yang berada di kawasan Ujungberung, Yana berharap mampu menjadi pilihan bagi masyarakat Kota Bandung di wilayah timur. Bukan hanya sekadar pemanfaatan ruang, namun juga pemerataan keramaian dengan konsep desentralisasi.

“Karena sekarang Bandung sudah padat, makanya dibuat ada Alun-alun Ujungberung. Itu sama kaya di sini (Alun-alun Bandung), di Ujungberung juga ada pemerintahan, ada masjid dan ada keramaian kan ada alun-alunnya juga,” sebutnya.

Seperti dalam buku berjudul Ramadhan di Priangan (Tempoe Doeloe), Haryoto Kunto (1996:71). Ia juga menyebutkan banyak sekali anak-anak yang datang ke Masjid Agung di kala ramadan. Kendati tak semua beribadah, namun hal itu menggambarkan daya tarik Masjid Agung sebagai tempat beraktivitas.

“Apa yang mengesankan kala itu. Masjid Agung dipenuhi ratsan anak-anak kecil yang nakal dan bengal, lari kejar-kejaran ke sana kemari, amat mengusik mereka yang lagi beribadah,” (Kunto, 1996:71).

Tags
Show More

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker