Pengamat: Identitas Politik Sunda Muncul Pada Debat Pilgub Jabar

Selasa, 13 Maret 2018 | 16:22:44 | Penulis : bb1 | 1236 Kali dilihat

Pengamat Komunikasi Politik/Direktur Eksekutif Lingkar Kajian Komunikasi Politik, Adiyana Slamet.

BANDUNG – Debat publik pertama pasangan calon gubernur-wakil gubernur dalam Pilgub Jabar berlangsung di Gedung Sabuga, Kota Bandung, Senin (12/3) malam. Keempat pasangan calon saling memaparkan visi dan misi masing-masing.

Pada konteks komunikasi politik dalam ruang political simbol, ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk merebut hati publik. “Syaratnya, program itu bisa dipahami oleh masyarakat,” kata Pengamat Komunikasi Politik sekaligus Direktur Eksekutif Lingkar Kajian Komunikasi Politik, Adiyana Slamet, Selasa (13/3/18).

Menurut Adi, dalam pemaparan visi misi di sesi pertama paslon nomor urut dua menyebutkan program prioritas yang mudah dipahami oleh semua. “Paslon ini memunculkan program yang mudah dimengerti oleh semua kalangan, seperti molotot.com, Jabar Edun bahkan Imah Rempeg”, sebutnya.

Dalam perspektif komunikasi politik, terang Adi, itu semua adalah simbol politik untuk mengikat pemilih yang dominananya berasal dari etnis sunda. “Paslon Hasanah menghargai bahasa Sunda yang dikonversi sebagai prospective policy choice,” ungkapnya.

Selain itu, dalam debat kandidat pertama, figur Anton Charlyan mampu mencairkan suasana, menyampaikan candaan-candaan yang sesungguhnya adalah bagian dari strategi komunikasi politik untuk mendekonstruksi debat kandidat sesuatu yang serius. “Debat kandidat terlihat cair, mendapatkan respon yang positif”, ujarnya.

Ia menambahkan, debat kandidat di luar negeri itu dikemas dalam konsep santai, namun tidak menghilangkan esensi program prioritas yang akan dijalankan ketika memenangkan pesta demokrasi. “Masyarakat juga harus bisa menangkap Informasi dari program yang sudah ditawarkan masing-masing kandidat,” pungkasnya. []

Berita Terkait