Pengembang Bantah Bangun Perumahan Tanpa Izin

Kamis, 1 Maret 2018 | 18:44:04 | Penulis : bb7 | 413 Kali dilihat

Pekerja tengah membersihkan tanah yang jatuh dari truk yang mengangkut urugan ke proyek perumahan Prima Amertha, Selasa (27/2/18). by aph/bbcom

KATAPANG – Pengembang perumahan di Desa Gandasari Kecamatan Katapang dan Desa Cingcin, Kec. Soreang, Kab. Bandung kini dapat melaksanakan kegiatannya mengurug lokasi untuk pembangunan kompleks perumahan.

Perwakilan tokoh pemuda Desa Gandasari Gatot (35) mengatakan, pembangunan perumahan itu mendapat sambutan warga di kedua desa tersebut, sehingga proses pengurugan lahan bisa dilaksanakan sesuai jadwal.

Sementara soal perijinan pihak pengembang sudah membereskannya ke Pemkab Bandung beberapa waktu lalu. Namun demikian untuk pengurugan tanahnya telah dilakukan sambil menunggu semua ijin pembangunan perumahan selesai.

“Jadi, pihak pengembang melaksanakan kegiatan ini karena kami sudah menempuh seluruh perijinannnya. Karena kami yakin dengan perijinan yang kami lakukan ini akan memuluskan kami untuk membangun perumahan,” kata Gatot kepada Balebandung.com, Kamis (1/3/18).

Dia membantah jika pembangunan perumahan itu tanpa ijin sebab pengembang perumahan itu paham betul terkait dengan proses perijinannya. “Kami yakin jika pembangunan perumahan dilakukan sudah pasti dengan perijinannya. Apalagi ini dilaksanakan tak jauh dengan komplek perkantoran Pemkab Bandung,” tandasnya.

Mengenai imbas pengurugan karena tanah yang jatuh saat diangkut, pihaknya memastikan akan dibersihkan lagi oleh pihak pelaksana proyek pengurugan itu. Karenanya pihak pengembang tidak mau ada yang dirugikan atas pembangunan perumahan tersebut.

Salah satu tokoh masyarakat di Desa Gandasari, Tatang (40) mengatakan, perijinan dari warga setempat sudah dikantongi pihak pengembang, sehingga pembangunan pun layak untuk dilanjutkan agar bisa lebih cepat prosesnya.

“Kami juga yakin warga di lingkungan sekitar pembangunan akan merasakan dampak positifnya. Misalnya banyak warga yang menjadi pekerja dari proyek itu. Bahkan untuk perijinan warga pun kami memberikannya seiring dengan ijin yang diminta oleh pihak pengembang,”ujar Tatang. [aph]

Berita Terkait