Perkuat Edukasi Pengurangan Sampah Plastik

Rabu, 7 Maret 2018 | 08:21:50 | Penulis : bb1 | 282 Kali dilihat

Kepala DLH Kab Bandung Asep Kusumah saat pencanangan Gerakan Rampok Plastik di seluruh kecamatan se-Kab Bandung. di Alun-alun Soreang, Selasa (6/3/18). by Humas Pemkab Bdg

SOREANG – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Asep Kusumah menyatakan, Gerakan Rampok Plastik dilakukan dalam rangka peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2018. Salah satu rangkaian kegiatanya adalah memperkuat edukasi terkait pengurangan sampah plastik.

“Kebetulan kita bekerja sama dengan GIDKP (Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik), melakukan kegiatan edukasi, dalam bentuk aplikasi di lapangan dengan menukar tas belanja kantong keresek dengan tas yang ramah lingkungan,” ujar Asep Kusumah, saat pencanangan Gerakan Rampok Plastik di seluruh kecamatan se-Kab Bandung. di Alun-alun Soreang, Selasa (6/3/18).

Asep mengungkapkan, dari sisi jumlah pengguna keresek saat ini dinilai berat. Tapi menurut Asep point pentingnya adalah sebuah pesan pada masyarakat, untuk bagaimana semua terlibat mengurangi penggunaan plastik.

“Sengaja langsung bertemu dengan warga, melibatkan pelajar, berbagai komponen masyarakat lain, juga aparat. Kita harapkan dengan kegiatan ini, nanti akan banyak stakeholder yang bergabung, mereka bisa bantu tas ramah lingkungan atau bantu kegiatan untuk sosialisasinya,” ucapnya.

Saat melakukan ‘rampok sampah’ lanjutnya, ada warga yang menggunakan banyak keresek untuk membungkus segala barang. Mayarakat memang dimudahkan dalam hal tersebut. Contohnya dalam satu keresek di dalamnya berisi plastik- plastik kecil, seperti untuk membungkus cabai, telur, ikan asin dan bumbu dapur lainnya.

“Secara fakta kita lihat bahwa sampah plastik menjadi persoalan pertama dari sisi volume, kemudian bercampur dengan sampah organik, sehingga tidak semua masuk ke daur ulang. Kalau itu bisa terpisah, sebetulanya masih bisa direduksi oleh daur ulang, karena kita punya data, ada 4 perusahaan daur ulang yang siap menampung. Mereka perhari bisa mengolah sampai 750 ton. Tapi masih banyak yang belum diolah karena sampahnya tercampur,” terang Asep.

“Jadi gerakan ini sebenernya awal mula untuk bisa menyadarkan masyarakat, juga ketika nanti peraturan sudah ada, masyarakat tidak kaget dan sudah terbiasa,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu pula, Communication and Program Manager GIDKP Adhitya Santi Sofia menyatakan, pihaknya turut berpartisipasi dalam peringatan HPSN tahun ini. Dipilihnya Kabupaten Bandung dalam Gerakan Rampok Plastik karena dinilai sebagai pemerintah yang sangat konsen terhadap lingkungan.

“Kita mengadakan kegiatan di Kabupaten Bandung dan Kota Cimahi, karena pemerintahan sini kami perhatikan, sangat peduli dan serius terhadap kerusakan lingkungan. Untuk itu, kita mau mengimbau masyarakat terutama generasi muda untuk bisa mengurangi penggunaan kantong plastik saat berbelanja,” jelasr Adhitya.

Pihaknya berharap dengan mengadakan Rampok Plastik masyarakat membiasakan diri untuk bisa sering membawa kantong belanja sendiri. []

Berita Terkait