Perlu Inpres Bereskan 190.513 Kelas Rusak

Wednesday, 11 October 2017 | 16:38:04 | Penulis : bb1 | 96 Kali dilihat

Anggota Komis X DPR RI Dadang Rusdiana
Anggota Komis X DPR RI Dadang Rusdiana

SOREANG – Anggota Komis X DPR RI Dadang Rusdiana menyebut sekitar 190.513 ruang belajar di Indonesia saat ini dalam kondisi rusak berat dan sedang.

Artinya, terang Dadang, kalau dalam satu ruang ada 30 orang siswa, maka sekitar 5,7 juta anak masih belajar di ruang yang belum representatif. Hal itu menurutnya sangat berisiko bilamana ruang belajar runtuh saat kegiatan belajar mengajar berlansung.

“Masih banyak ruang kelas rusak yang digunakan anak dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar. Kalau dibiarkan akan beresiko tinggi kepada peserta didik atau tenaga pendidik,” kata Kang Darus, sapaan Dadang Rusdiana, Selasa (11/10/17).

Menurutnya anggaran terbatas jadi kendala. Dari APBN 2017 baru bisa memperbaiki sekitar 39.918 ruang kelas, sedangkan di Tahun 2018 direncanakan hanya bisa diperbaiki sekitar 20.640 ruang kelas.

Sekretaris Fraksi Hanura ini menandaskan, diperlukan kebijakan khusus yang bukan hanya ditangani kementerian. Tetapi, Presiden perlu mengeluarkan Intruksi Presiden (Inpres) untuk mengatasi persoalan tersebut.

“Biar optimal, Presiden harus mengeluarkan Inpres, jangan mengandalkan kementerian saja, agar permasalahan sarana prasarana pendidikan segera terealisasi,” tandasnya. Kalau perlu, imbuh Darus, dorong pihak swasta untuk ikut menuntaskan masalah sarana pendidikan.

“Karena persoalan ini merupakan kewajiban negara sesuai yang diatur dalam konstitusi, presiden harus intruksikan pihak swasta agar ikut serta menuntaskan permasalahan sarana pendidikan,” terangnya

Peningkatan pendidikan akan tercapai kalau didukung dengan sarana prasana yang memadai. Kalau sarana sudah bagus, kata Darus, para peserta didik akan merasa nyaman dan tenang dalam mengikuti KBM di setiap sekolahnya.

“Untuk tercapainya program peningkatan pendidikan yang berkarakter pun harus ditunjang dengan sarana prasarana yang maksimal,” ujar legislator asal Daerah Pemilihan Kabupaten Bandung-Kab Bandung Barat ini.

Darus mencontohkan pada tahun 80-an banyak sekolah yang dibangun dengan Inpres dan itu mampu meningkatkan akses anak desa untuk mendapatkan pendidikan di sekolah yang dekat dengan rumah.

“Maka Inpres yang sekarang kita butuhkan untuk mengatasi ruang belajar yang rusak, agar anak didik bisa merasa nyaman dalam mengikuti KBM,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengaku, Jawa Barat masih butuh banyak ruang kelas. Menurut dia, minimal ada penambahan 5.000 unit untuk tingkat SMA/SMK.

Berita Terkait