PJI Jabar-Forkowas Dapuk Paslon Hasanah Jadi Media Darling

Minggu, 24 Juni 2018 | 22:36:47 | Penulis : bb1 | 256 Kali dilihat

Cagub Jabar No 2 Hasanuddin saat menggerlar konferensi pers. by hasanah.id

BANDUNG – Perhimpunan Jurnalis Indonesia Jawa Barat (PJI Jabar) bersama Forum Komunikasi Wartawan Sumedang (Forkowas), mendapuk pasangan Calon Gubernur/Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut 2, Hasanuddin – Anton Charliyan Amanah (Hasanah), sebagai media darling (kekasih/kesayangan media), dalam Pilgub Jabar 2018.

Ketua PJI Jabar Iwa Ahmad Sugriwa beralasan didaulatnya Paslon Hasanah sebagai media darling karena popularitasnya di berbagai media dan portal berita, ketimbang ketiga paslon lainnya. Lebih dari itu Iwa menilai Paslon Hasanah bersama Tim Media Center-nya, telah sukses mengelola opini media massa.

Dalam sebuah penelitian dengan metode content analysis media dan metode wawancara, PJI Jabar menempatkan Paslon Hasanah di posisi teratas dibandingkan dengan tiga kandidat lainnya. Pasangan No 4 Deddy-Dedi di urutan kedua, Paslon No 1 Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) di peringkat ketiga, dan terakhir paslon no 3 Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik).

“Penilaian dilakukan secara kualitatif 80% mencakup antara lain informasi agenda kegiatan dari paslon yang sampai ke kalangan media, wawancara atau komunikasi paslon dengan wartawan, pemberitaan positif maupun negatif, serta didukung ada tidaknya rilis dari setiap kegiatan paslon yang dikeluarkan Tim Pemenangan Paslon, khususnya tim media center-nya. Sementara metode kuantitatif 20% berdasarkan wawancara atas opini rekan-rekan wartawan yang biasa meliput Pilgub Jabar,” terang Ketua PJI Jabar Iwa Ahmad Sugriwa, di Bandung, Minggu (24/6/18).

Dari pengamatannya, secara garis besar Iwa memandang Paslon Hasanah ini sadar akan pentingnya peranan media dalam pencalonan mereka di Pilgub Jabar, sehingga tak heran jika Paslon Hasanah menjadi media darling.

“Tidak mengherankan juga, jika pemberitaan media terhadap Paslon Hasanah pun lebih didominasi dengan konten yang positif ketimbang yang negatifnya, karena kedua sosok dari Paslon Hasanah yang turut didukung optimalisasi tim media center-nya,” terang Iwa.

Menurutnya, konten pemberitaan yang positif inilah yang menjadi salah satu faktor penilaian favorabilitas atau keterfavoritan dari Paslon Hasanah. “Dan karena menjadi media darling, mereka pun berhasil mengelola opini media, sekaligus mampu meningkatkan popularitas, juga tingkat elektabilitasnya,” imbuh Iwa.

Iwa yang juga selaku Wakil Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bandung ini memandang Tim Media Center Hasanah pun sangat bersahabat dengan wartawan baik dari media cetak, elektronik, maupun media online.

“Peranan Media Center Hasanah ini juga kami nilai telah berhasil dalam mendongkrak popularitas Paslon Hasanah di media, termasuk dalam hal pengelolaan opini media yang mampu mengarahkan Paslon Hasanah ke pemberitaan yang positif,” ungkapnya.

Paslon Hasanah bersama wartawan usai Debat Pilgub 2

Sementara Ketua Forum Komunikasi Wartawan Kabupaten Sumedang (Forkowas), Azis Abdullah turut menanggapi dengan menilai Paslon Hasanah dari sisi kuantitatif. Menurut Azis, Paslon Hasanah menjadi media darling karena tak lepas dari kepribadian Kang Hasan dan Kang Anton yang dipandang rendah hati, supel dengan berbagai kalangan, termasuk para wartawan.

“Kita tahu, siapa sih wartawan di Jawa Barat ini yang tidak mengenal Kang Hasan sama Kang Anton? Kedua jenderal purnawirawan ini sudah berkiprah di Jawa Barat di bidangnya masing-masing, dan dikenal dekat dengan media jauh sebelum keduanya menjadi cagub-cawagub. Mereka akrab dan terbuka dengan wartawan, juga selalu mengeluarkan ide atau pemikiran yang memang memiliki nilai berita yang tinggi,” papar Azis.

Ia menguraikan, Kang Hasan sebelumnya dikenal dekat kalangan media sebagai Ketua PDI Perjuangan Jawa Barat dan anggota DPR RI Dapil Jabar IX. Sementara Kang Anton lebih banyak dikenal dan intens bersama wartawan saat dirinya menjabar Kapolda Jabar dan Kapolwil Priangan.

Keduanya pun, imbuh Azis, nyaris tidak ada masalah dengan kalangan pers di Jawa Barat. Hal inilah yang menurut Azis menjadi point penting aksesibilitas Paslon Hasanah kepada media. Baik Kang Hasan maupun Kang Anton, selalu berupaya membangun persahabatan dengan wartawan, berlandaskan empati, kerendahan hati dan keramahan mereka kepada pekerja media.

“Sebelum jadi cagub/cawagub pun keduanya sudah menjadi public figure dan memang mereka sangat welcome dan membuka diri dan membangun persahabatan dengan wartawan. Sehingga wartawan pun sudah teu kararagok deui lah istilahnya, dalam berkomunikasi dengan Kang Hasan maupun Kang Anton karena sudah merasa kenal lama,” imbuhnya.

Azis yang juga pengurus PWI Sumedang ini pun mengapresiasi Tim Media Center Hasanah yang proaktif mendekatkan Paslon Hasanah dengan media. “Kita sebagai wartawan di lapangan, khususnya wartawan di daerah seperti Sumedang ini, sangat terbantu dengan Media Center Hasanah yang proaktif menginformasikan agenda kegiatan Hasanah dan sekaligus menyebarkan rilis beritanya, meski tanpa diminta,” ungkap Azis.

Dengan adanya rilis pemberitaan Hasanah itu, imbuh Azis, wartawan pun terbantu dengan adanya referensi dalam memberitakan Paslon Hasanah. “Sebenarnya sebagai wartawan profesional kami dituntut untuk netral dengan memberitakan semua paslon. Tapi karena yang lebih pro aktif itu Tim Media Center Hasanah, ya, jadi terkesan kita lebih condong ke Hasanah. Padahal kan tidak juga,” tukas Azis.

Ketua Tim Media Center Hasanah, Dr M Budiana menyampaikan terimakasihnya kepada PJI Jabar dan Forkowas, yang menobatkan Paslon Hasanah sebagai media darling.

“Kami memang terus berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan informasi seluas-luasnya kepada pers. Kami pun berupaya memberikan jawaban, apapun pertanyaan teman-teman pers,” ucap Budiana yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jabar ini.

Pihaknya berharap, jalinan komunikasi yang baik antara Tim Media Center Hasanah dengan wartawan di Jawa Barat bisa tetap terjaga, meski sudah melewati masa Pilgub Jabar. Sebab menurut Budiana dalam organisasi media center, yang paling utama adalah menjaga silaturahmi dengan pers.

“Kami senang Paslon Hasanah sudah dinobatkan sebagai media darling oleh PJI Jabar dan Forkowas, karena hal ini juga menunjukkan bahwa Tim Media Center Hasanah sudah bekerja optimal. Kami juga berterima kasih kepada kawan-kawan di Media Center Hasanah, terlebih lagi kepada rekan-rekan wartawan yang biasa meliput Paslon Hasanah sepanjang tahapan Pilgub Jabar sampai beberapa hari lagi saatnya waktu pencoblosan 27 Juni 2018, hingga ditetapkannya pemenang Pilgub Jabar nanti,” pungkas Budi. ***

Berita Terkait