Rachel Ingin Kegiatan Paguron Silat Bisa Maksimal

Minggu, 25 November 2018 | 15:15:46 | Penulis : bb1 | 161 Kali dilihat

Anggota Komisi I DPR RI yang juga Dewan Pembina Paguron Silat Gadjah Putih Jatiwisesa menghadiri kegiatan Milangkala GPJW ke-15 di Jl Cisirung, Kec Dayeuhkolot, Kab Bandung, Minggu (25/11/18). by iwa/bbcom

DAYEUHKOLOT – Anggota Komisi I DPR RI Rachel Maryam berharap dengan Milangkala Paguron Gadjah Putih Jatiwasesa (GPJW) ke-15 bisa menjadi garda bagi pelestari kebudayaan sunda. Karena itu Rachel ingin agar kegiatan paguron-paguron silat bisa tampil maksimal dan berkembang lebih baik lagi, salah satunya dengan dukungan fasilitas dari pemerintah.

Sejauh ini Rachel masih menganggap perhatian pemerintah terhadap keberadaan perguruan pencak silat selama ini belum maksimal. Padahal menurutnya keberadaan paguron pencak silat merupakan salah satu basis dalam pengembangan budaya Indonesia.

“Makanya kami mendorong harus ada perhatian lebih terhadap paguron atau perguruan-perguruan pencak silat yang ada di negeri kita ini. Sebab dengan membina¬†paguron, merupakan salah satu cara kita untuk melestarikan budaya,” ujar Rachel saat Milangkala Paguron Gadjah Putih Jatiwasesa ke-15 di Jl Cisirung, Dayeuhkolot, Minggu (25/11/18).

Rachel berharap pelestarian budaya tetap dirawat secara lintas generasi. Dengan begitu, para kawula muda hari ini tidak melupakan akar kebudayaan daerahnya sendiri termasuk di Kabupaten Bandung.

“Di sini perlu ada dukungan pemerintah untuk memelihara keberadaan paguron sekaligus¬† men-support setiap kegiatannya, agar kegiatan paguron-paguron itu juga bisa maksimal. Itu juga salah satu hal yang akan saya suarakan di parlemen,” ungkap politisi Partai Gerindra itu.

Rachel yang juga Pembina Paguron Gajah Putih Jatiwisesa ini mengaku siap berkomunikasi dengan pemerintah agar lebih serius untuk menjaga eksistensi paguron-paguron silat karena menjadi garda terdepan pelestarian budaya Indonesia, Jawa Barat pada khususnya.

“Karena walau bagaimana pun akar budaya itu tumbuhnya di masyarakat. Sebelum hadirnya berbagai lembaga pengembangan budaya seperti Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) kan asalnya dari paguron-paguron silat,” pungkasnya. ***

Berita Terkait