Bale Kab BandungEkonomi

Rancaekek – Cileunyi Kesabet Juga Proyek Kereta Cepat

ilustrasi by KCIC
Grafis dan ilustrasi by KCIC

RANCAEKEK – Sedikitnya dua desa di Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung turut terkena proyek jalur lintasan Kereta Cepat Indonesia-Cina (KCIC). Karenanya sosialisasi pembebasan lahan seluas 33 hektare milik 142 warga di kedua desa itu untuk proyek Kereta Cepat itu dilakukan di Aula Kantor Kecamatan Rancaekek, Minggu (30/7/17).

Sosialisasi Kereta Cepat jurusan Jakarta-Bandung ini dihadiri perwakilan dari konsorsium perusahaan PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) Bambang Slamet, Dinas Pemukiman dan Tata Ruang Prov Jabar Neni Herayati, Camat Rancaekek Baban Banjar, Danramil Rancaekek Kapten Inf Ujang Mulyana, Kapolsek Rancaekek Kompol Iyus Jayusman, Kades Desa Rancaekek Wetan diwakili Kadus, Pjs Kades Rancaekek Kulon beserta warga masyarakat pemilik tanah di dua desa diantaranya Desa Rancaekek Wetan dan Rancaekek Kulon

“Pembangunan jalur lintasan kereta cepat ini merupakan program pemerintah pusat dan harus segera diketahui oleh masyarakat yang terkena dampak berkaitan dengan lokasi yang akan dilintasi oleh kereta cepat,” terang Kapolsek.

Menurut Iyus sosialisasi ini jadi sarana komunikasi secara maksimal untuk menghindari kesalahpahaman antara pihak KCIC dan masyarakat, sehingga tidak berpengaruh pada situasi Kamtibmas di wilayah Rancaekek.

Sebelumnya di Kantor Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung juga diadakan sosialisasi serupa yang diikuti 200 warga pemilik lahan dari empat desa yakni Desa Cibiru Hilir, Cinunuk, Cileunyi Kulon, dan Desa Cileunyi Wetan. Luas lahan yang harus dibebaskan di keempat desa itu mencapai 90 Ha.

Camat Cileunyi Yayan Suheryan mengatakan rencananya di Cileunyi akan dibangun transit oriented development (TOD) untuk Desa Tegalluar Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung.

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close