Regional Government Data Center dan Cashless Payment Bikin Kota Bandung Makin Cerdas

Kamis, 15 Februari 2018 | 08:26:49 | Penulis : bb4 | 190 Kali dilihat

BANDUNG –┬áBandung sebagai kota Smart City terus berkembang. PT Bandung Infra Investama sebagai BUMD milik Pemkot Bandung bekerja sama dengan PT Mega Akses Indonesia dan PT Solusi Nusantara Terpadu mengenai “Bandung Regional Government Data Center and Bandung Cashless Payment System”.

Layanan Bandung Cashless Payment nantinya bisa digunakan untuk pembayaran transportasi publik seperti bus Trans Metro Bandung dan transaksi lainnya. Peluncuran tersebut langsung disaksikan oleh Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil, di Pendopo Kota Bandung Jalan Dalem Kaum, Selasa (13/2/18).

Selain peluncuran sistem tersebut, dilakukan juga penandatanganan kerjasama mengenai Minat Kerjasama pada Bidang Infrastruktur Telekomunikasi, antara Direktur Utama PT Bandung Infra Investastama Eko Haryanto dengan Presiden Direktur PT Mega Akses Indonesia Bambang Irawan. Juga dengan Direktur Utama PT Solusi Nusantara Terpadu Daniel Tagu Dedo.

Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil menyampaikan, peluncuran pengunaan transaksi nontunai ini merujuk pada program pemerintah melalui Bank Indonesia. “Alhamdulilah Bandung Cashless Payment System sudah diluncurkan, seperti harapan kita bersama, penerapan ini semakin mendukung penerimaan pajak sebagai modal pembangunan,” ucap walikota.

Menurutnya, penerapan tersebut bukan hanya memberikan kenyamanan dari sisi keamanan, transaksi ini pun tentu dapat lebih baik lagi yaitu tertib administrasi. “Hal tersebut akan berjalan lancar karena transaksi menggunakan jalur yang terorganisir,” kata Ridwan.

Hadirnya sistem tersebut juga dapat menjadi bagian upaya pemerintah sebagai peningkatan pendapatan pajak yang pada akhirnya dapat digunakan untuk kemajuan pembangunan. “Hal itu terus kita dorong demi mewujudkan Bandung yang smart city. Ini tentunya membawa perubahan yang lebih baik. Maka inovasi dan kolaborasi itu penting dalam memajukan sebuah peradaban manusia dan kota,” ungkapnya.

Bandung Regional Government Data Center merupakan pusat penyimpanan data instansi pemerintah dan pusat distribusi internet di kota yang terintegrasi dengan Gedung Cyber 1 dan 3 di Jakarta sebagai pusat distribusi internet internasional. Distribusi tersebut memiliki target memberi layanan internet kualitas terbaik dan harga terjangkau dengan sasaran produk seluruh kota Bandung yang khsusunya memiliki e-KTP Kota Bandung.

Sedangkan PT Bandung infra Investama selaku BUMD milik Kota Bandung berupaya memberikan layanan akses internet terutama untuk sekolah, Puskesmas, pelayanan kesehatan dan sarana publik di Kota Bandung.[]

Berita Terkait