Ridwan Kamil; Desa Digital Bukan Sekedar Urusan Wifi

Minggu, 9 Desember 2018 | 08:30:04 | Penulis : bb5 | 213 Kali dilihat

Gubernur Jabar Ridwan Kamil berbicara mengenai Desa Digital di acara Leaders Talk di Trans Luxury Hotel Kota Bandung, Jumat (28/9/18). by Humas Jabar

BANDUNG – Pemprov Jabar tengah menyiapkan sebuah lompatan transformasi peradaban di Jawa Barat dengan membangun purwarupa Desa Digital di Desa Losarang Kab. Indramayu yang akan diluncurkan Senin (8/12/18).

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan Desa Digital adalah bagian dari skenario Jabar yang siap menghadapi revolusi industri 4.0. Menurutnya, lewat program itu masyarakat desa bisa memanfaatkan aplikasi digital untuk meningkatkan pendapatan serta mengembangkan potensinya.

Gubernur menjelaskan dengan hadirnya program Desa Digital masyakat desa bisa menjadi lebih produktif. “Bukan sekedar wifi-wifi tapi mengubah cara berdagang, mengubah cara berkomunikasi, memetakan potensi, mempromosikan wisata desanya melalui sebuah digital ekosistem,” terang Ridwan saar Leaders Talk, di Bandung, Jumat (28/9/18)

Para petani, lanjut Emil, nanti bisa berdagang secara online. “Petani akan dilatih supaya melek terhadap digital commerce. Berdagang murah dengan aplikasi mudah,” tuturnya.

Untuk mewujudkannya, Pemprov Jabar menggandeng e-Fishery bersama dengan Telkomsel, PT Suri Tani Pemuka, Bank bjb, dan Telkom University untuk berkolaborasi dalam mengembangkan sektor budidaya perikanan dengan menghadirkan Kampung Perikanan Digital di Desa Losarang, Kabupaten Indramayu.

Kampung Perikanan Digital didukung oleh penerapan teknologi NB-IoT (Narrowband Internet of Things) dari Telkomsel pada alat automatic fish feeder dari eFishery yang menggunakan pakan ikan dari PT Suri Tani Pemuka (STP) di kolam-kolam ikan untuk meningkatkan efisiensi pakan serta mempercepat siklus panen ikan.

Vice President Corporate Planning Telkomsel Andi Kristianto mengatakan IoT menjadi salah satu elemen penting untuk mendukung roadmap pemerintah Indonesia “Making Indonesia 4.0. Telkomsel secara konsisten terus meningkatkan kesiapan teknologi dan jaringan untuk menghadapi tren IoT yang sedang berkembang secara global.

“Melalui kolaborasi antara Telkomsel, eFishery dan Japfa membuktikan bahwa teknologi IoT kini sudah memasuki seluruh sendi-sendi kehidupan tidak hanya di industri besar, tetapi juga dapat diterapkan ke semua sektor industri termasuk sektor perikanan,” jelas Andi.

Head of Aquafeed and Supporting PT Suri Tani Pemuka Ardi Budiono mengatakan Kampung Perikanan Digital menandakan keseriusan JAPFA – PT Suri Tani Pemuka dalam mengembangkan industri budidaya perikanan yang berkelanjutan khususnya di Desa Losarang, Indramayu.

“Sinergi dengan eFishery dan Telkomsel juga menandakan bahwa perusahaan kami selalu mengikuti perkembangan teknologi yang ada demi memajukan industri budidaya perikanan di Indonesia,” kata Ardi.

Melalui automatic fish feeder ini, tim teknis STP lebih mudah menganalisa budidayanya serta kualitas dan kondisi air secara real time sehingga dapat membantu para petani dengan bantuan teknis yang dibutuhkan.

Sebagai dukungan lain untuk para petani, Saung Perikanan Digital juga didirikan untuk mendukung praktek budidaya perikanan di Desa Losarang, Indramayu. “Melalui Saung Perikanan Digital, tim ahli STP akan hadir untuk memberikan pelatihan terkait budidaya perikanan yang berkelanjutan serta menjadi media diskusi antara petani dengan tim ahli STP” tambah Ardi.

Dalam program Desa Digital Jabar ini, Pemprov Jabar ingin mengimplementasikan inovasi digital di 10 desa dari 5 kota yang berada di Jawa Barat melalui adopsi Kampung Perikanan Digital.

Pemprov Jabar memandang kolaborasi program Desa Digital dan inisiasi eFishery adalah sebagai membangun momentum dengan turut mendukung program yang dicanangkan Pemprov Jabar.

Gibran Huzaifah dari eFishery mengatakan perikanan merupakan industri yang besar, dan petani-pembudidaya Indonesia merupakan salah satu yang terbaik di dunia. “Karenanya kenapa tidak Indonesia benar-benar jadi pionir dalam praktek budidaya yang mengedepankan teknologi,” ujar Gibran.

Menurutnya, dengan peranan Telkomsel sebagai penyedia layanan digital terbesar, serta STP sebagai penyedia produk perikanan terbesar, dan digabungkan dengan Pemprov yang memiliki visi untuk membangun wilayah pedesaan, kolaborasi ini akan membantu petani Indonesia agar semakin besar.

“Kami bahagia inisiatif dan produk kami dapat memfasilitasi kolaborasi tersebut. Ini sesuai dengan visi kami yaitu bring the future of aquaculture,” ungkapnya. ***

Berita Terkait