Bale Kab Bandung

Sabilulungan Fun Bike, Meriahkan Rangkaian Hari Jadi Kabupaten Bandung

Bupati Bandung H. Dadang M Naser, SH., S.Ip., MIp melepas peserta Sabilulungan Fun Bike ke-7 yang start di kawasan Gedong Budaya Sabilulungan Soreang, Minggu (28/4/19). by bpr

SOREANG, Balebandung.com – Sebanyak 2.000 peserta yang terdiri dari masyarakat, komunitas sepeda dan Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkab Bandung meriahkan even Sabilulungan Fun Bike ke-7 di kawasan Gedong Budaya Sabilulungan Soreang, Minggu (28/4/19).

Bupati Bandung H. Dadang M Naser, SH., S.Ip., MIp menjelaskan, kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Bandung ke-378 yang jatuh pada 20 April lalu. Menurutnya, acara tahunan itu bertujuan untuk memasyarakatkan olahraga, khususnya olahraga sepeda.

“Tak hanya itu, fun bike ini juga sebagai cara pemerintah untuk mensosialisasikan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bandung. Mengingat, saat ini angka kematian di Indonesia lebih banyak ditimbulkan oleh Penyakit Tidak Menular (PTM), seperti stroke dan diabetes militus,” jelasnya.

Untuk mencegah hal tersebut, lanjut Dadang, masyarakat bisa membiasakan diri dengan berolahraga dan menjalankan pola hidup sehat.

“Ada tiga tindakan preventif untuk mewujudkan Kabupaten Bandung Sehat, yaitu dengan berolah raga setiap hari, makan buah dan sayur yang cukup dan periksa kesehatan setiap enam bulan sekali. Hal ini merupakan salah satu program utama Pemerintah Kabupaten Bandung,” lanjut Dadang.

Kendati demikian, mewujudkan Kabupaten Bandung sehat tidaklah mudah, sebab menyangkut perilaku dan budaya masyarakat.

“Dengan demikian saya memiliki keyakinan, satu kayuhan dalam fun bike ini, akan bermuara pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Hal ini dibuktikan melalui IPM (Indeks Pembangunan Masyarakat) Kabupaten Bandung tahun 2018 mencapai 71,75 poin. Artinya lebih tinggi 0,73 poin dari tahun 2017 yang mencapai 71,02. Indeks kesehatan sendiri memberikan kontribusi sebesar 81, 94 poin,” sebut bupati.

Senada dengan bupati, Asisten Ekonomi dan Kesejahteraan (Ekja) Kabupaten Bandung yang juga Ketua Komite Sepeda Indonesia (KSI) Kabupaten Bandung H. Marlan, S.Ip., M.Si berpendapat, even olahraga seperti fun bike tersebut bisa menjadi cara pemerintah untuk mensosialisasikan Germas.

“Sehingga diharapkan seluruh peserta yang terdiri dari komunitas, masayarakat dan ASN untuk melaksanakan olah tubuh minimal seminggu dua kali,” imbuhnya.

Dirinya berharap, kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesehatan Kabupaten Bandung. “Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan gairah masyarakat dalam berolahraga, mengingat angka kesakitan masyarakat cukup tinggi,” harap Marlan.

Ia menambahkan, terdapat hal yang berbeda pada fun bike tahun ini, yakni penanaman pohon di Desa Sadu Kecamatan Soreang.

“Kebetulan bulan April ini masih dalam rangka Gerakan Bulan Menanam. Kami juga dari komunitas ingin ikut berpartisipasi dalam proses rehabilitasi lahan kritis di Kabupaten Bandung,” jelas Marlan.

Sementara Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bandung selaku Ketua Panitia Sabilulungan Fun Bike ke-7 Dindin Syahidin, S.Ip., M.Si mengungkapkan, acara fun bike tahun ini juga diisi dengan Pameran Teknologi Tepat Guna (TTG) yang menampilkan produk-produk unggulan Kabupaten Bandung seperti kopi, budidaya maggot serta makanan dan minuman tradisional.

“Selain itu, kegiatan ini juga dimeriahkan dengan penampilan band D’Bagindas dan beberapa band lokal lainnya. Kami juga telah menyiapkan doorprize senilai 65 juta yang terdiri dari paket umroh, sepeda motor, sepeda dan tabungan. Jadi, jika melihat dari sifatnya, olahraga ini bisa disebut dengan olahraga hiburan,” ungkapnya.

Dirinya berpendapat, animo masyarakat pada acara Fun Bike ke-7 sangat besar. Pasalnya, masih banyak masyarakat yang mendaftar pada hari pelaksanaan.

“Awalnya panitia menargetkan sebanyak 2.000 peserta, tapi karena antuasias masyarakat yang tinggi, kami juga membuka tempat pendaftaran di lokasi acara. Untuk treknya sendiri, kami memilih rute dengan medan yang bervarian, seperti menanjak, datar dan menurun, sejauh 15 kilometer.” tutur Dindin.***

Tags
Show More

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker