Sambangi Industri Kreatif, Kang Hasan Akan Buka Peluang Ekspor Lewat Bogagawe

Sabtu, 31 Maret 2018 | 18:42:38 | Penulis : bb1 | 196 Kali dilihat

Cagub Jabar no urut 2 TB Hasanuddin (Kang Hasan) saat berkunjung ke salah satu home industri kreatif batik di Kel Nagarasari, Kec Cipedes, Kota Tasikmalaya, Sabtu (31/3). by HMC

TASIK – Calon Gubernur Jawa Barat nomor urut 2 TB Hasanuddin atau dikenal dengan Kang Hasan, mendukung pengembangan industri kreatif di Jawa Barat dengan memperluas pemasarannya hingga luar negeri. Kang Hasan menyampaikan, kualitas barang yang dimiliki oleh industri kreatif di Indonesia, khususnya Jawa Barat tidak kalah dibandingkan dengan negara lain.

“Pemerintah harus bantu menjual barang industri kreatif kita seperti batik, yang betul-betul hasil karya dari masyarakat Jawa Barat,” ungkapnya usai berkunjung ke salah satu home industri kreatif batik di Kelurahan Nagarasari, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Sabtu (31/3/18).

Kang Hasan menjelaskan, industri kreatif mampu meningkatkan taraf ekonomi rakyat serta mampu menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat. Untuk itu, melalui program Bogagawe yang digulirkan bersama pasangannya Anton Charliyan (Kang Anton), Kang Hasan akan mengeluarkan kebijakan yang mendukung berkembangnya industri kreatif, ketika terpilih menjadi Gubernur Jabar.

“Hampir di semua industri batik atau craft yang menggunakan tangan, mempunyai hambatan. Contoh batik, jangan sampai tergerus oleh batik pabrikan, standar batik itu seperti apa, harus ditentukan,” paparnya

Sebelumnya, Kang Hasan juga sempat berkunjung ke industri kreatif Tikar Mendong, yang menjadi produk unggulan di Kabupaten Tasikmalaya. Kang Hasan memastikan, produk-produk industri kreatif yang menjadi unggulan di Jawa Barat, salah satunya di Tasikmalaya, akan terus didorong untuk terus berkembang serta mampu meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakatnya.

“Industri kreatif seperti ini, selain menambah lapangan kerja, juga melestarikan budaya, kearifan lokal masyarakat, jadi harus terus berkembang, jangan sampai gulung tikar, hanya karena kurangnya perhatian pemerintah,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Kang Hasan sempat meninjau proses pembuatan kain batik sambil berbincang terkait permasalahan yang dihadapi oleh para pelaku industri kreatif di Tasikmalaya. Seperti persaingan harga dengan industri tekstil, hingga semakin berkurangnya pangsa pasar. []

Berita Terkait