SMK Muthia Harapan Cicalengka, Seimbangkan Iptek dan Imtaq

Thursday, 28 September 2017 | 15:30:08 | Penulis : bb1 | 388 Kali dilihat

Areal SMK Muthia Harapan Cicalengka (SMK MHC) di Jl Babakan Peuteuy 300, Kec Cicalengka, Kab Bandung.
Areal SMK Muthia Harapan Cicalengka (SMK MHC) di Jl Babakan Peuteuy 300, Kec Cicalengka, Kab Bandung.

CICALENGKA – Sekolah Menengah Kejuruan Swasta (SMKS) Muthia Harapan Cicalengka (MHC) berdiri di Jl Babakan Peuteuy, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung.

Di samping didukung sumber daya manusia (SDM) memadai dengan 43 tenaga pengajar, SMK di bawah Yayasan Muthia Harapan Mandiri ini dilengkapi fasilitas yang representatif dan cukup lengkap untuk siswa program Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) dan Teknik Sepeda Motor (TSM).

Laboratorium komputer dan bengkel praktek, aula kesenian serta dome yang megah jadi fasilitas unggulan SMK ini, lahan parkir yang luas dan aman serta tidak ketinggalan dengan mesjidnya.

SMK MHC merupakan sekolah kejuruan yang menyeimbangkan antara kebutuhan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) serta iman dan taqwa (Imtaq) bagi peserta didiknya. Keseimbangan ini merupakan visi dan misi dari SMK Muthia Harapan yang memiliki motto “Cerdas Berkarakter.”

“Kami menyeimbangkan antara ilmu pengetahuan dan rohani untuk membentuk siswa yang berkarakter,” kata Kepala SMK Muthia Harapan H. Asep Saepulloh, S.Ag, kepada Balebandung.com, Kamis (28/9/17).

Karenanya di sekolah ada yang namanya ‘Kegiatan Pembiasaan’ di mana setiap hari kecuali Minggu, semua siswa harus datang ke sekolah paling lambat pukul 07.00 WIB. Setiba di sekolah, diadakan sholat dhuha bersama bagi semua siswa.

Lebih dari itu di setiap pergantian jam mata pelajaran, siswa diharuskan tadarus bersama minimal lima ayat. Begitu pula setiap hari Jumat digelar kegiatan tadarus bersama dan Sholat Jumat bersama.

“Dengan kegiatan pembiasaan seperti itu, semua siswa sudah bisa khatam Al Quran dalam waktu satu tahun,” ungkap Asep yang baru dua tahun ini memimpin SMK MHC.

Kepala SMK MHC memberi penghargaan kepada tiap-tiap kelas "Terbersih" dan "Terkotor."
Kepala SMK MHC memberi penghargaan kepada tiap-tiap kelas “Terbersih” dan “Terkotor.”

Kegiatan Pembiasaan lainnya untuk membentuk karakter siswa yaitu disiplin kebersihan kelas. Dalam hal ini pihak sekolah akan menilai kebersihan dan kekotoran ruang kelas setiap selesai upacara Hari Senin. Kepala sekolah langsung memberikan penghargaan kepada tiap-tiap kelas “Terbersih” dan “Terkotor/Terkumuh.”

“Kegiatan penghargaan Kelas Terbersih ini merupakan salah satu faktor penunjang belajar atau pendidikan. Kami ingin terus mengingatkan siswa akan pentingnya kebersihan, sehingga mereka disiplin dan terbiasa menjaga kebersihan lingkungannya, khususnya lingkungan kelasnya. Dengan demikian kebersihan bagi para siswa ini menjadi sebuah kebutuhan dan muncul kesadaran dari diri sendiri akan pentingnya kebersihan lingkungan,” terang Asep.

Kegiatan qurban di SMK MHC disaksikan Pembina YMHM Drs H. Agus Friman, M.Si, Ketua YMHM Dra.Hj.Isti Isnani, dan Bendahara YMHM Eman Sulaeman,M.Pd.
Kegiatan qurban di SMK MHC disaksikan Pembina YMHM Drs H. Agus Friman, M.Si, Ketua YMHM Dra.Hj.Isti Isnani, dan Bendahara YMHM Eman Sulaeman,M.Pd.

Saat Hari Raya Idul Adha pun, para siswa dilibatkan untuk menjadi panitia kurban yang bertugas mengelola daging kurban. “Hal ini untuk lebih mengasah kepekaan sosial siswa saat berinteraksi di tengah masyarakat,” terang Asep.

Pembinaan rohani siswa ini juga difasilitasi dengan menggelar kegiatan ekstrakurikuler tahfidz dan marawis. Ekstrakurikuler lainnya untuk mengembangkan hobi atau minat, bakat, potensi dan prestasi siswa juga disiapkan seperti di bidang olahraga futsal dan voli. Di bidang seni ada ekstrakurikuler degung, angklung, musik keroncong, dan marching band. Sementara keorganisasian ada Pramuka, PMR dan Paskibra.

Dari hasil pembinaan ekstrakurikuler tersebut, sejumlah siswa pun mampu menorehkan prestasi di bidang yang diikutinya baik prestasi tingkat Kabupaten Bandung, provinsi maupun prestasi tingkat nasional. [pariwara]

 

Berita Terkait