Bale Kab BandungEkonomi

Soreang Expo Berasa Hambar dan Sepi Pengunjung

Soreang Expo Sabilulungan di Bale Rame Gedong Budaya Sabilulungan Soreang, pada 9-11 Desember. by ist
Soreang Expo Sabilulungan di Bale Rame Gedong Budaya Sabilulungan Soreang, pada 9-11 Desember. by ist

SOREANG – Soreang Expo Sabilulungan di Bale Rame Gedong Budaya Sabilulungan Soreang, pada 9-11 Desember terasa hambar dan sepi pengunjung. Soreang Expo yang pertama kali digelar Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Bandung ini sepi pengunjung yang hadir saat acara pembukaan.

Selain sepi pengunjung, tampilan acara tersebut pun kurang menarik dan terkesan seadanya. Bahkan, dari 60 gerai yang disediakan, tujuh gerai diantaranya kosong tak diminati peserta.

Wakil Ketua Himpunan Pendidikan Anak Usia Dini Kabupaten Bandung (Himpaudi Kab. Bandung) mengeluhkan ketidakhadiran Bupati Bandung Dadang Naser dan istrinya dalam lomba menggambar yang digelar Himpaudi di ajang Soreang Expo itu. Padahal, kata Tita, pihaknya sudah membawa anak-anak PAUD dari 100 anak didikannya dari Kecamatan Banjaran, Katapang dan Cangkuang.

“Tadinya berharap anak-anak bisa bertatap muka langsung dengan Pak Bupati dan Ibu, tapi tidak hadir, pengunjung juga sepi. Pihak panitia juga ngundangnya dadakan, cuma sehari sebelum acara. Karena panitia kurang koordinasi dan sosialisasi, akhirnya kegiatan lomba menggambar ini juga jadi kurang meriah karena minus pengunjung ke lokasi,” beber Tita.

Kadiskoperindag Kabupaten Bandung, Popi Hopipah membantah adanya anggapan kurang meriah pada kegiatan tersebut. Karena kata dia, hari ini baru pelaksanaan pembukaan. Selain itu, memang pihaknya menargetkan pengunjung yang datang akan membludak di saat libur akhir pekan yang bertepatan dengan libur panjang.

“Ini baru opening dan seremonial saja. Justru kami berharapnya di dua hari berikutnya karena masuk akhir pekan,” kata Popi di sela pembukaan Soreang Expo.

Popi mengatakan, Soreang Expo yang pertama ini akan jadi bahan evaluasi untuk k depannya. Apalagi dari segi pemilihan tempat yang lebih starategis dijangkau masyarakat.

“Kami belajar dari sini, kalau di sini kurang strategis, kedepannya bisa mencari tempat lain. Memang, kalau di kota-kota besar biasanya pameran digelar di mall yang memang animo masyarakatnya besar,” ujarnya.

Meskipun demikian, pihaknya tetap berupaya sebaik mungkin untuk terus memperkenalkan produk-produk Usaha Kecil Menengah (UKM) unggulan Kabupaten Bandung.

“Waktu pelaksanaannya memang terlalu mepet. Idenya juga baru dua bulan ke belakang. Tapi ini akan jadi agenda tahunan, dan kami akan melakukan evaluasi untuk kedepannya,”kata Popi.

Tags

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close