Tag Archives: Penggerak Koperasi

Oded Minta Koperasi Tak Aktif agar Introspeksi 2.136 Koperasi Kota Bandung Berstatus Aktif

Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial mengunjungi salah satu stand pameran saat peringatan HUT Koperasi Tingkat Kota Bandung ke-69, di Gedung Sentra Bisnis dan Koperasi (Senbik), Jalan Soekarno Hatta No.739 C, Kamis (11/8). by Humas Pemkot Bandung
Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial mengunjungi salah satu stand pameran saat peringatan HUT Koperasi Tingkat Kota Bandung ke-69, di Gedung Sentra Bisnis dan Koperasi (Senbik), Jalan Soekarno Hatta No.739 C, Kamis (11/8). by Humas Pemkot Bandung

BANDUNG – Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial mengakui ada sejumlah koperasi yang namanya ada tetapi tidak aktif beroperasi. Karena itu Oded menyarankan agar koperasi yang tidak aktif introspeksi diri dengan timbul kesadaran dari anggotanya untuk memperbaiki koperasinya.

“Pemerintah memang mempunyai otoritas bisa membubarkan koperasi yang tidak aktif, tetapi sebaiknya kesadaran dari anggotanya harus mempunyai sikap intorpeksi diri, tanamkan rasa jujur dalam bekerja. Itulah kuncinya,” kata Oded dalam sambutan HUT Koperasi Tingkat Kota Bandung ke-69, di Gedung Sentra Bisnis dan Koperasi (Senbik), Jalan Soekarno Hatta No.739 C, Kamis (11/8/16).

Menurutnya koperasi-koperasi yang tidak aktif tersebut mayoritas akibat kurang menanamkan prinsip kebersamaan pada sistem menajemen mereka, sehingga aktivitas para anggotanya relatif kurang optimal dalam membangun koperasi.

“Diharapkan untuk koperasi yang tidak berkembang, harus bekerja keras membangunkannya kembali, dengan kerjasama dan saling membantu, insya Allah koperasi akan berjalan lancar,” ucap Oded.

Oded menerangkan koperasi adalah suatu unit usaha yang berbeda dengan perbankan karena dari segi prinsip kerja pun sudah sangat berbeda. “Koperasi dibentuk dari anggota untuk anggota dan yang membedakan dengan perbankan, dengan realitas yang dapat dilihat dan pernah terjadi adalah pada saat krisis moneter, koperasi tetap ada dan banyak yang berhasil. Lain halnya dengan dunia perbankan,” ungkapnya.

Ia pun berharap dengan momentum Hari Koperasi ini akan lebih menambah semangat dan motivasi koperasi-koperasi yang sedang membangun. “Semoga dengan adanya momentum kuat di Hari Koperasi menggelorakan semangat koperasi sebagai tulang punggung masyarakat ekonomi kecil dan pemerintah juga tidak akan berhenti untuk terus melakukan evaluasi, memberikan reward, sebagai bukti pemerintah concern terhadap penguatan koperasi serta juga pemerintah akan melakukan inventarisisasi koperasi serta memberikan berbagai macam diklat dan penguatan akses permodalan sehingga langkah koperasi dalam berkompetisi dengan dunia swasta akan semakin mantap,” tandasnya.

Kepala Dinas Koperasi UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Bandung Eric Mohammad Attahauriq dalam laporannya menjelaskan, pembangunan koperasi tidak terlepas dari dasar untuk mengembangkan perekonomian kota yang mempunyai daya saing dalam menunjang terciptanya lapangan kerja dan pelayanan publik serta meningkatkan perak aktif dari sektor swasta.

“Terhadap amanat tersebut kami telah nyatakan terus menggali serta menggerakan potensi koperasi yang dari tahun 2015 tercatat 2.558 koperasi, yang diantaranya 2.136 berstatus koperasi aktif atau meningkat 2, 34% dibandingkan tahun 2014,” sebutnya.

Eric menambahkan, selain itu koperasi berklasifikasi sehat tercatat 517 koperasi di tahun 2015 atau bertambah 21 koperasi sehat dibandingkan tahun 2014. “Peningkatan koperasi pertahun ini, menandakan koperasi di Kota Bandung pasti akan maju dan bisa mensejahterakan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu anggota yang terdata sebanyak 550.940 orang dengan aset mencapai sekitar Rp13, 2 triliiun dan sisa hasil usaha sekitar Rp 3,2 triliiun. “Oleh karena itu, gerakan koperasi ini dapat diandalkan dalam menanggulangi kemiskinan, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan membantu pertumbuhan ekonomi kota,” jelasnya.

Dalam peringatan Hari Koperasi ke-69 ini pihaknya mengambil tema “Koperasi Mensejahterakan dan Mencerdaskan Anggota Menuju Bandung Juara.”. Acara ini menurutnya sebagai ajang silaturahim sekaligus melakukan evaluasi, pengembangan etos kerja, dan kinerja yang dilakukan dalam setahun terakhir.

Eric menambahkan, tujuannya memberikan motivasi terhadap gerakan koperasi dan mensienergikan usaha kecil menengah di berbagai sektor kegiatan ekonomi guna mensejahterakan dan mencerdaskan koperasi menuju koperasi Bandung Juara.

“Dari hal tersebut menghasilkan daya saing yang tinggi guna mewujudkan koperasi yang berkualitas sehat organisasi, sehat usaha, dan permodalan sekaligus mewujudkan masyarakat khususnya koperasi Kota Bandung yang mandiri dan berkiprah menghadapi tantangan ekonomi global,”pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut diberikan pula penghargaan terhadap koperasi yang berprestasi diantranya, Koperasi Karyawan BJB Syariah, KSU Mitra Saudara (Bank Saudara), Koperasi Pegawai Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kopkar Shafira Laras Persada, Primkop Kartika Psikologi AD, Primkop Kartika Viyata Virajati Seskoad, Koperasi Pegawai SMAN 4 Bandung, Koperasi Keluarga Besar Dispenda, KSP Sumber Bahagia, Koperasi Karya Wanita, KSP Daya Wanita dan Koperasi Dharma Wanita Persatuan Provinsi Jawa Barat “Dewi Sartika”.

Demiz: Jabar Harus Jadi Motor Penggerak Koperasi

Wagub Jabar Deddy Mizwar saat pembukaan Cooperative Fair ke-13 Tahun 2016 di Gedung Banceuy Permai, Jl. Cikapundung Barat No. 8, Kota Bandung, Rabu (10/8). by Humas Pemprov Jabar
Wagub Jabar Deddy Mizwar saat pembukaan Cooperative Fair ke-13 Tahun 2016 di Gedung Banceuy Permai, Jl. Cikapundung Barat No. 8, Kota Bandung, Rabu (10/8). by Humas Pemprov Jabar

BANDUNG – Pada 69 tahun lalu, tepatnya di Kota Tasikmalaya dideklarasikan Gerakan Koperasi Nasional oleh Wakil Presiden RI pertama Mohammad Hatta. Selain itu, di Jawa Barat juga terdapat satu-satunya perguruan tinggi koperasi, yakni IKOPIN di Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

Hal inilah yang menurut Wagub Jabar Deddy Mizwar penguat Jawa Barat untuk menjadi motor penggerak koperasi di Indonesia. Selain itu, Indonesia khususnya Jawa Barat bila dilihat dari aspek sosial memiliki tingkat gotong royong yang tinggi di masyarakatnya. Ini diungkapnya pada acara pembukaan Cooperative Fair ke-13 Tahun 2016 di Gedung Banceuy Permai, Jl. Cikapundung Barat No. 8, Kota Bandung, Rabu (10/8/16).

“Jadi Jawa Barat memang seharusnya jadi motor penggerak reformasi koperasi. Spiritnya harus dimulai dari Jawa Barat saya inginnya koperasi itu. Jadi kalau di Jawa Barat tidak ada koperasi yang maju, kayaknya kita harus mempertanyakan kemampuan kita, political will kita, keberpihakan kita,” kata dia.

Untuk mewujudkan hal tersebut menurut Deddy harus secara konsisten dilakukan pembinaan terhadap koperasi, juga SDM di bidang koperasi yang perlu ditingkatkan baik dari sisi kualitas maupun kuantitasnya.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Barat Dudi Sudrajat Abdurachim mengatakan Cooperative Fair ke-13 Tahun 2016 ini digelar dalam rangka Hari Koperasi ke-69, serta Hari Jadi Provinsi Jawa Barat ke-71. Cooperative Fair tahun ini bertema “Maju Bersama KUMKM Membangun Negeri” dengan harapan melalui event tahunan ini produk-produk UMKM dalam negeri, khususnya yang berasal dari Jawa Barat bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

“Besar harapan kami, melalui event ini dapat dimanfaatkan oleh seluruh pelaku bisnis utamanya UMKM di Jawa Barat serta dari seluruh Indonesia untuk mempromosikan produk-produk unggulannya juga untuk menunjukkan kepada masyarakat konsumen di Indonesia khususnya di Jawa Barat akan keunggulan produk-produk UMKM kita,” ujar Dudi dalam sambutannya di acara pembukaan ini.

Acara yang digelar dari tanggal 10-14 Agustus 2016 ini meliputi Expo Multiproduk Koperasi dan UMKM dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, Expo Multiproduk dari asosiasi-asosiasi, berbagai UKM, serta diikuti provinsi lain di Indonesia, seperti Bali, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, DKI Jakarta, Aceh, NTT, dan Provinsi Lampung. Selain itu, ada pula karya-karya UKM unggulan, temu bisnis, demo kuliner, seminar, workshop, talkshow, serta kegiatan bisnis lainnya.

Pada kesempatan ini, secara simbolis Deddy pun memberikan bantuan Kredi Dana Bergulir KCR dari BJB kepada Nining Suningsih (UKM Poduksi Tas) dengan plafon bantuan sebesar Rp 20 juta, Hadi Purnomo (Sektor Perdagangan) dengan plafon sebesar Rp 50 juta, Suparman (Sektor Perdagangan) dengan plafon sebesar Rp 46 juta.

Lebih dari itu juga ada Kredit Usaha Rakyat dari PT Bank Mandiri diberikan kepada Eko Prasetyo (UKM Perdagangan Baju Hijab dan Kerudung) dengan plafon sebesar Rp 100 juta dalam jangka waktu 36 bulan dan Toha Nurdin (UKM Pakaian Muslim) dengan plafon sebesar Rp 25 juta dalam jangka waktu 18 bulan.

Koperasi Tak Aktif Akan Dibubarkan

Wagub Jabar Deddy Mizwar menyerahkan bantuan kredit kepada sejumlah KUKM saat pembukaan Cooperative Fair ke-13 di Gedung Banceuy Permai, Jl. Cikapundung Barat No. 8, Kota Bandung, Rabu (10/8). by Humas Pemprov Jabar
Wagub Jabar Deddy Mizwar menyerahkan bantuan kredit kepada sejumlah KUKM saat pembukaan Cooperative Fair ke-13 di Gedung Banceuy Permai, Jl. Cikapundung Barat No. 8, Kota Bandung, Rabu (10/8). by Humas Pemprov Jabar

BANDUNG – Wagub Jabar Deddy Mizwar mengatakan Jawa Barat memang seharusnya jadi motor penggerak reformasi koperasi. Wagub ingin spirit koperasi harus dimulai dari Jabar.

“Jadi kalau di Jawa Barat tidak ada koperasi yang maju, kayaknya kita harus mempertanyakan kemampuan kita, political will kita, keberpihakan kita,” ungkap Deddy pada Pembukaan Cooperative Fair ke-13 Tahun 2016 di Gedung Banceuy Permai, Jl. Cikapundung Barat No. 8, Kota Bandung, Rabu (10/8/16).

Untuk mewujudkan hal tersebut menurut Deddy harus secara konsisten dilakukan pembinaan terhadap koperasi, juga SDM di bidang koperasi yang perlu ditingkatkan baik dari sisi kualitas maupun kuantitasnya. Saat ini pemerintah pusat tengah berupaya melalukan reformasi total terhadap koperasi.

Sekretaris Menteri Koperasi dan UKM RI Agus Muharom yang hadir pada pembukaan Cooperative Fair ini menyebutkan reformasi total itu dilakukan melalui tiga hal, yakni rehabilitasi, reorientasi, dan pengembangan koperasi.

Rehabilitasi, yakni melalui perbaikan database atau pendataan koperasi nasional terutama koperasi yang aktif melalui database elektronik; lalu Reorientasi, fokus terhadap kualitas dari koperasi yang ada, sehingga jumlah koperasi tidak harus banyak, koperasi dalam jumlah sedikit namun koperasi-koperasi tersebut berkualitas, serta adanya penambahan anggota setiap tahun. Dengan demikian diharapkan koperasi kita akan terus hidup dan berkualitas;

Terakhir, Pengembangan koperasi, yaitu melalui cara kerjasama dengan pemerintah di daerah. Hal ini perlu dilakukan dengan dengan cara memperkuat lembaga dan manajemen koperasi. Setelah kuat lembaga dan manajemennya kemudian diperkuat sisi pendanaannya.

Saat ini jumlah koperasi di Indonesia mencapai 212.000 unit dan yang berstatus tidak aktif serta tidak melaksanakan RAT mencapai 61.000 unit. Sementara di Jabar ada 25.600 unit dan diperkirakan 10.000 unit diantaranya tidak aktif. Sesuai dengan upaya reformasi total koperasi yang tengah diupayakan pemerintah, Kementerian Koperasi dan UKM pun akan mengeluarkan kebijakan untuk membubarkan koperasi yang tidak aktif.

Agus menyebut yang aktif dan melaksanakan RAT itu jumlahnya itu mencapai 81 ribu sampai 82 ribu, berubah-ubah dinamis. “Nah, ini yang kita maintenance ada yang aktif belum tentu melaksanakan RAT itu jumlahnya ada 149 ribuan. Sementara yang tidak aktif ini yang 61 ribu dalam waktu dekat kami akan mengeluarkan keputusan menteri melalui Deputi Kelembagaan akan dibubarkan. Nanti dikasih waktu tiga bulan, kalau tidak ada konfirmasi ya dinyatakan dibubarkan secara sementara. Karena kita ingin koperasi yang berkualitas,” pungkas Agus.