Tag Archives: Penguatan Demokrasi

Calon Independen Bentuk Penguatan Demokrasi

Pengamat Komunikasi Politik Adiyana Slamet, S.IP., M.Si. by Iman/Bbcom
Pengamat Komunikasi Politik Adiyana Slamet, S.IP., M.Si

BANDUNG – Bermunculannya calon kepala daerah dari jalur independen di ajang pilkada, merupakan otokritik bahwa ada kelemahan di partai politik. Dengan percaya dirinya, calon independen makin banyak bermunculan. Seperti Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) yang maju di Pilkada DKI Jakarta, calon independen Dadang M Naser – Gun Gun Gunawan di Pilkada Kabupaten Bandung, bahkan menurut data KPU pusat ada sekitar 155 pasangan calon dari jalur independen atau perseorangan lainnya dalam Pilkada Serentak Desember 2015 silam.
.
Menanggapi fenomena politik ini, Pengamat Komunikasi Politik Unikom Bandung Adiyana Slamet menyatakan munculnya calon independen merupakan salah satu bentuk menutupi celah kelemahan parpol itu sendiri.

“Ketika kepentingan masyarakat tidak diakomodir oleh partai politik, terutama tentang pemimpin daerah, dalam undang-undang ditetapkan bahwa kepentingan rakyat itu boleh lewat jalur independen,” kata Adiyana saat ditemui di Kampus Unikom, Sabtu (6/6/16).

Adi yang juga menjabat Direktur Eksekutif Lingkar Kajian Komunikasi dan Politik ini menandaskan, adanya calon independen ini merupakan bentuk penguatan demokrasi. “Banyak orang yang salah interpretasi bahwa munculnya calon independen ini membunuh partai politik atau deparpolisasi. Padahal tidak. Calon dari independen sebagai bentuk bahwa kepercayaan masyarakat hari ini menurun terhadap partai politik,” kata Adi.

Kepercayaan masyarakat yang menurun terhadap parpol, menurut Adi akibat parpol atau orang partai politik terlalu sibuk mengurus partainya, bukannya sibuk mengurus kepentingan rakyat. Maka yang terjadi seolah-olah rakyat yang ditinggalkan.

“Ini sebagai akibat kepentingan-kepentingan konsituen partai politik itu tidak diakomodir. Karena salah satu terbentuknya partai politik itu yang paling utama bahwa bagaimana partai politik bisa mengakomodir kepentingan rakyat atau konsituennya,” pungkas Adi. [iman]