Tag Archives: Pengungsi

Korpri Kodam Siliwangi Peduli Pengungsi Timor Timur

Ketua Korpri DPK Kodam III/Siliwangi Dra. Patriana Astrani secara simbolis menyerahkan bantuan sosial kepada Ketua Yayasan Lemorai Timor Indonesia Siti Khodijah Da Silva di Dusun Babakan Mulya, Desa CInta Mulya, Kec Tanjungsari, Kab Sumedang, Kamis (19/10/17). by Pendam Slw
Ketua Korpri DPK Kodam III/Siliwangi Dra. Patriana Astrani secara simbolis menyerahkan bantuan sosial kepada Ketua Yayasan Lemorai Timor Indonesia Siti Khodijah Da Silva di Dusun Babakan Mulya, Desa Gunung Manik, Kec Tanjungsari, Kab Sumedang, Kamis (19/10/17). by Pendam Slw

TANJUNGSARI – Dalam rangka memperingati HUT Korpri ke-46, DPK Korpri Kodam III/Siliwangi sambangi Yayasan Lemorai Timor Indonesia, di Dusun Babakan Mulya, RT 02/RW 04, Desa Gunung Manik, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Kamis (19/10/17). Kunjungan tersebut dalam rangka kegiatan bakti sosial.

Pada kesempatan itu Ketua Korpri DPK Kodam III/Siliwangi Dra. Patriana Astrani didampingi pengurus lainnya, memberikan bingkisan berupa sembako, pakaian layak pakai, buku-buku, tas, peralatan dapur serta uang tunai sebesar Rp 5 juta yang diterima Siti Khodijah Da Silva sebagai Ketua Yayasan Lemorai.

Di yayasan tersebut tinggal 126 orang pengungsi dewasa dan anak-anak yang berasal dari Timor-Timur, di mana mereka terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka di Timor-Timur, karena ingin tetap menjadi warga negara Indonesia.

“Kami berharap sumbangan yang diberikan dapat sedikit membantu meringankan dan menunjang kehidupan di Panti Lemorai, karena banyak anak-anak yang masih dalam usia sekolah, sehingga bantuan pemberian buku dan pakaian seragam dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ucap Patriana.

Polsek Bojongsoang Cek Lokasi Pengungsi Banjir

Polsek Ciwidey bersama warga bekerja bakti perbaiki tanggul Sungai Leuwinotog di Kampung Kaum Kidul Barat, RT 3 RW 16, Desa Ciwidey, Kec Rancabali, Jumat (10/3). by bb-8
Polsek Ciwidey bersama warga bekerja bakti perbaiki tanggul Sungai Leuwinotog di Kampung Kaum Kidul Barat, RT 3 RW 16, Desa Ciwidey, Kec Rancabali, Jumat (10/3). by bb-8

BOJONGSOANG – Banjir masih menggenang beberapa titik di Bojongsoang, pengungsi pun terus berdatangan, Rabu (8/3/17).

Tampak di lokasi pengungsian,  personil Polsek Bojongsoang ikut membantu dan melakukan pengecekan para pengungsi dan memantau berbagai kebutuhan mendesak untuk para pengungsi. Salah satu lokasi pengungsi  yang digunakan di penampungan Gudang Tenggo Kecamatan Bojongsoang.

“Personil kami ploting, ada yang di jalan melakukan pengaturan arus lalulintas, ada juga personil di lokasi pengungsian, kata Kapolsek Bojongsoang Kompol Agun Guntoro, SH, M.Si.

Kapolsek berharap dengan adanya personil di lokasi  pengungsian akan lebih cepat dibantu bila ada para pengungsi meminta bantuan. “Alhamdulillah, sampai saat ini situasi kondusif. Kebutuhan makan, minum dan  pelayanan kesehatan terpenuhi dari PMI dan Puskesmas Bojongsoangsoang,” ucap Agun.

Polsek Bojongsoang cek pengungsi banjir di Gudang Tengga Bojongsoang, Rabu (8/3). by bb8 
Polsek Bojongsoang cek pengungsi banjir di Gudang Tengga Bojongsoang, Rabu (8/3). by bb8

Sementara itu di Ciwidey, Polsek Ciwidey Polres Bandung bersama warga bekerja bakti memperbaiki tanggul Sungai Leuwinotog di Kampung Kaum Kidul Barat, RT 3 RW 16, Desa Ciwidey, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung. Jumat (10/3/7).

Polsek Ciwidey bersama warga bekerja bakti perbaiki tanggul Sungai Leuwinotog di Kampung Kaum Kidul Barat, RT 3 RW 16, Desa Ciwidey, Kec Rancabali, Jumat (10/3). by bb-8
Polsek Ciwidey bersama warga bekerja bakti perbaiki tanggul Sungai Leuwinotog di Kampung Kaum Kidul Barat, RT 3 RW 16, Desa Ciwidey, Kec Rancabali, Jumat (10/3). by bb-8

Naiknya volume arus Leuwinotog mengakibatkan rusaknya tanggul penahan air di sungai tersebut. Ketua RT 3 Enjang mengatakan, Leuwinotog volume airnya suka naik bila curah hujang tinggi, bahkan sampai menggenangi halaman rumah warga. Karenanya diperlukan tanggul agar luapan air sungai tak masuk ke permukiman warga. bb-8

Tempat Pengungsian Tangguh Banjir Dibangun di Dayeuhkolot

Assisten Ekonomi dan Kesejahteraan Kab Bandung, H. Marlan, S.Ip., M.Si. saat seremonial Peletakan Batu Pertama Mitigasi Pembangunan Tempat Pengungsian CFR Program Masyarakat Tangguh Banjir di Desa Dayeuhkolot, Rabu (1/3). by Humas Pemkab Bandung
Assisten Ekonomi dan Kesejahteraan Kab Bandung, H. Marlan, S.Ip., M.Si. saat seremonial Peletakan Batu Pertama Mitigasi Pembangunan Tempat Pengungsian CFR Program Masyarakat Tangguh Banjir di Desa Dayeuhkolot, Rabu (1/3). by Humas Pemkab Bandung

DAYEUHKOLOT – Pemkab Bandung bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI), International Federation Red Cross and Red Crescent (IFRC) dan Zurich Insurance mulai membangun tempat Pengungsian Community Flood Resilience (CFR) di belakang Kantor Desa Dayeuhkolot Kecamatan Dayeuhkolot.

Assisten Ekonomi dan Kesejahteraan Kabupaten Bandung, H. Marlan, S.Ip., M.Si. mengatakan upaya pengurangan resiko bencana merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kewenangan pemerintah daerah dan merupakan fungsi pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat termasuk melakukan upaya dampak terhadap resiko bencana.

“Hal ini merupakan amanat aturan perundang-undangan, yaitu UU nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan UU nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana,” kata Marlan saat seremonial Peletakan Batu Pertama Mitigasi Pembangunan Tempat Pengungsian CFR Program Masyarakat Tangguh Banjir di Desa Dayeuhkolot, Rabu (1/3/17).

Suatu masyarakat yang jadi korban bencana, ucap Marlan, sangat membutuhkan bantuan dari pihak luar. Namun kadang pemberian bantuan tersebut menimbulkan masalah baru berupa ketidaksesuaian bantuan yang diberikan dengan kebutuhan masyarakat. Tidak sedikit pula yang memandang bahwa bantuan memiliki sisi negatif yang dapat mengganggu keleluasaan dan harga diri masyarakat bersangkutan.

Langkah konkrit dalam pengurangan resiko bencana adalah membangun kesiapsiagaan segenap komponen masyarakat termasuk di dalamnya PMI menuju terwujudnya budaya siaga bencana, peningkatan pemahaman dan penyamaan persepsi melalui penguatan kapasitas SDM yang berpijak kepada penguatan kebijakan, prosedur, personil dan kelembagaan.

“Selain tempat pengungsian akan dibangun juga Poliklinik Desa (Polindes), sarana air bersih dan MCK komunal, sehingga diharapkan dengan ditambahnya ketiga fasilitas ini yang berasal dari dana APBD Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Bandung, bisa terintegrasi karena biasanya yang menjadi persoalan di tempat pengungsian adalah MCK,” imbuh Marlan.

Tujuan pembangunan tempat pengungsian ini adalah untuk mengurangi tingkat kesakitan pengungsi, yang jumlahnya sekitar 162 KK yang hanya memiliki rumah satu lantai.

Waktu pengerjaan selama 125 hari kerja, dimulai dari tanggal 1 Maret 2017 sampai dengan 30 Juni 2017. Anggaran yang tersedia sebesar Rp. 486.939.000 yang merupakan anggaran dari Program CFR yang merupakan kerjasama antara PMI, IFRC dan Zurich Insurance.

Luas lahan 4.960 m2 sedangkan luas bangunan 161 m2 yang dapat menampung sekitar 200 jiwa. Selain tempat pengungsian juga dibangun sebagai fasilitas pendukung yaitu pembuatan sumur dalam dan MCK komunal serta Polindes yang merupakan anggaran APBD dan APBDes.

Rata-rata jumlah pengungsi keseluruhan di wilayah Desa Dayeuhkolot hampir 2.486 KK dan 7.871 jiwa yang tersebar di beberapa titik pengungsian seperti Masjid As-Shofia, Kantor Kecamatan dan Kantor Desa Dayeuhkolot.

Ketua Bidang Penanggulangan Bencana Pengurus PMI Pusat, Letjen TNI Purnawirawan H. Sumarsono mengatakan PMI sebagai auxiliary atau organisasi, memberi support dan membantu pemerintah bukan mengambil alih fungsi pemerintah. PMI dengan perangkatnya, yang paling depan yaitu SIBAT (Siaga Bencana Berbasis Masyarakat), membantu meringankan Pemerintah.

“Ini merupakan sumbangsih yang kecil nilainya untuk meringankan atau mengurangi resiko bencana,” kata Sumarsono.

Kesiapan PMI dalam upaya penanggulangan bencana antara lain melatih masyarakat di beberapa desa seperti Desa Dayeuhkolot, Citeureup, Bojongsoang, Pasawahan, Andir, Cangkuang Wetan, Tenjolaya, Pangauban, Baros, Batukarut dan Kamasan sebanyak 30 orang per desa untuk disiapkan dalam menghadapu ancaman banjir.

PMI juga telah memberikan beberapa peralatan tanggap darurat bencana di Desa Program CFR, berupa peralatan Dapur Umum, Pelampung, Gen Set, serta PMI juga berencana untuk memberikan fasilitas perlengkapan Posko seperti alat komunikasi.

“Program pemerintah dan upaya PMI dalam upaya penanggulangan bencana ini tidak akan ada artinya bila masyarakatnya sendiri tidak care,” lanjut Sumarsono. Ia pun berpesan agar gedung ini saat tidak menghadapi bencana nantinya bisa digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat.

“Bangunan seluas apapun jika masyarakatnya tidak care maka tidak akan ada gunanya, namun bangunan sesederhana apapun bila masyarakatnya care maka pasti bisa dimanfaatkan,” pungkas Sumarsono.

Perwakilan dari International Federation Red Cross and Red Crescent (IFRC), Mrs. Lisa, mengapresiasi peran SIBAT dalam membantu masyarakat saat terjadi bencana. “SIBAT bekerja keras 24 jam sehari dan itu merupakan dedikasi dari para sukarelawan dan sangat menginspirasi dalam kontribusinya membantu masyarakat yang terkena bencana,” kata Lisa.

KNRP Galang Dana Rp4,5 Miliar untuk Pengungsi Palestina

Penyerahan simbolis bantuan KNRP Jabar kepada Ketua Umum KNRP Soeripto oleh Ketua KNRP Jabar Arifin Sobari di Kantor KNRP Jabar, Jalan Raya Bandung-Garut, Desa Cipacing, Sumedang, Jumat (2/9). by iwa/bbcom
Penyerahan simbolis bantuan KNRP Jabar kepada Ketua Umum KNRP Soeripto oleh Ketua KNRP Jabar Arifin Sobari di Kantor KNRP Jabar, Jalan Raya Bandung-Garut, Desa Cipacing, Sumedang, Jumat (2/9). by iwa/bbcom

JATINANGOR – Ketua Umum Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP), Soeripto mengatakan, pihaknya berhasil menghimpun bantuan dana sebesar Rp4,5 miliar dari masyarakat Indonesia, yang akan disalurkan kepada para pengungsi Palestina. Bantuan kurban untuk jutaan rakyat Palestina yang kini tengah mengungsi akibat penjajahan Israel.

“Nanti uang tersebut kami salurkan kepada counter part (rekanan) yang ada di sana untuk dibelikan 100 ekor sapi yang akan dikurbankan, dan nanti disembelih di berbagai tempat dan disalurkan langsung. Kami juga kirim relawan ke sana,” kata Soeripto kepada wartawan di Kantor KNRP Jabar, Jalan Raya Bandung-Garut, Desa Cipacing, Kabupaten Sumedang, Jumat (2/9/16).

Menurutnya, ada sekitar 8 juta rakyat Palestina yang kini masih mengungsi di empat negara, diantaranya di Suriah, Turki, Lebanon dan Yordania. Total pengungsi tersebut, belum ditambah pengungsi yang masih ada di dalam Palestina.

“Masih banyak juga pengungsi yang ada di Jalur Gaza. Yang 8 juta orang itu yang ada di luar Palestina. Jumlah totalnya ada sekitar 12 juta rakyat Palestina yang masih mengungsi,” imbuhnya.

Soeripto mengungkapkan, penyaluran bantuan kurban tersebut sudah kali keempatnya bagi pengungsi Palestina dari donasi masyarakat Indoneisa yang telah dikumpulkan oleh KNRP.

Soeripto menambahkan, donasi tersebut murni dari masyarakat Indonesia yang benar-benar simpati dan peduli terhadap keadaan di Negeri Para Nabi tersebut. Menurutnya KNRP sendiri fokus terhadap kemanusiaan yang ada di Palestina.

“Kedepannya, dengan adanya ini, memotivasi masyarakat Indonesia untuk bergerak peduli kepada kondisi Bangsa Palestina,” kata Soeripto.

Sementara KNRP Jabar menyalurkan bantuan kurban senilai Rp1,5 miliar tersebut merupakan donasi dari masyarakat Jawa Barat yang dikumpulkan dari 26 kota/kabupaten.

Ketua KNRP Jabar Arifin Sobari mengatakan bantuan penyaluran kurban tersebut merupakan komitmen KNRP Jabar dan masyarakat Jawa Barat dalam mendukung Bangsa Palestina untuk merdeka dari penjajahan Bangsa Israel.

“Alhamdulillah, kami dapat kumpulkan donasi yang sangat luar biasa ini dari masyarakat Jawa Barat hanya dalam kurun waktu satu bulan,” ucap Arifin.

Menurut dia, penyaluran bantuan kurban tersebut mengalami peningkatan sekitar 50% dari tahun sebelumnya yang senilai Rp 1 miliar. Penyaluran bantuan kurban KNRP Jabar merupakan kali keduanya.

16 Ribu Nasi Bungkus/Hari Disiapkan untuk Pengungsi

ilustrasi/net
ilustrasi/net

SOREANG – Sebanyak 16 ribu nasi bungkus disiapkan setiap harinya bagi para pengungsi akibat banjir yang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Bandung.

Nasi bungkus itu dipasok dari beberapa dapur umum yang didirikan seperti di GOR Inkarnas Baleendah dan Telkom University di Dayeuhkolot. Dinas Sosial dan SKPD di Pemkab Bandung pun ikut menyediakan makanan bersama mahasiswa Telkom University dan relawan lainnya.

“Setiap harinya kami menyediakan sekitar 16 ribu nasi bungkus bagi para pengungsi di mana mereka mendapatkan jatah pasokan nasi bungkus dua kali sehari,” ungkap Kepala BPBD Kabupaten Bandung, Tata Irawan, Senin (14/3/16).

Tata mengatakan pasokan nasi bungkus itu diantaranya diberikan kepada pengungsi di wilayah Baleendah dan Dayeuhkolot. Saat ini tercatat kurang lebih ada 15 ribu pengungsi yang sementara tinggal di tempat-tempat pengungsian umum atau ikut ke rumah saudara atau tetanga terdekat yang tidak terdampak banjir.

Menurutnya dari total 35 lokasi pengungsian, terdapat 15 pengungsian utama di Dayeuhkolot dan Baleendah. Warga pun telah mendapat layanan kesehatan dari puskesmas sempat, sanitasi, dan air bersih untuk menopang kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Sementara itu hingga Senin (14/3) ketinggian banjir yang awalnya mencapai 3 meter di titik terdalam kini mulai berangsur surut dan tinggal sekitar 1 meter. Aliran air banjir itu mengalir deras di jalan-jalan permukiman menuju Sungai Citarum yang semakin surut. Jalan Bojongsoang-Baleendah pun kembali bisa dilalui kendaraan, sedangkan untuk Jalan Dayeuhkolot-Banjaran masih terputus di sekitar Jembatan Citarum. (fik)