Tag Archives: Penyakit

7 RSUD Tingkatkan Pelayanan Penyakit Jantung

Rektor Unpad Prof. Dr. med. Tri Hanggono Achmad mendampingi Wagub Jabar Deddy Mizwar naik bis kampus menuju Gd.Rektorat Unpad Jatinangor, Senin (21/8/17). by Humas Pemprov Jabar
Rektor Unpad Prof. Dr. med. Tri Hanggono Achmad mendampingi Wagub Jabar Deddy Mizwar naik bis kampus menuju Gd.Rektorat Unpad Jatinangor, Senin (21/8/17). by Humas Pemprov Jabar

JATINANGOR – Di Jawa Barat, jumlah penderita penyakit jantung koroner berdasar diagnosis dokter pada tahun 2013, sebanyak 160 ribu orang atau 0,5%, dan ini merupakan yang terbanyak di Indonesia.

Selain jantung koroner, Jabar juga menempati posisi tertinggi estimasi jumlah penderita penyakit gagal jantung berdasarkan diagnosis/gejala, yaitu sebanyak 96 ribu orang atau 0,3%.

Berangkat dari hal tersebut, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menyatakan, hadirnya pelayanan penyakit jantung yang lebih merata di fasilitas-fasilitas kesehatan tingkat utama di Jawa Barat, merupakan sebuah keniscayaan.

“Oleh sebab itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan kabupaten/kota di Jabar, harus mengalokasikan anggaran fungsi kesehatan minimal 10% dari APBD sesuai amanat Undang-undang,” tandas wagub saat Penandatanganan MoU Penanganan Pelayanan Penyakit Jantung antara Unpad, RSHS Bandung, RSUD Gunungjati, RSUD Sumedang, RSUD Tasik, RSUD Banjar, RSUD Sukabumi & RSUD Al-Ihsan, di Gd.Rektorat Unpad Jatinangor, Senin (21/8/17).

Deddy juga mengatakan, selain meningkatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dari aspek kuratif dan rehabilitatif, perlu juga dilakukan upaya bahu membahu mengkampanyekan gerakan masyarakat hidup sehat, sejalan dengan kebijakan pembangunan kesehatan nasional yang diarahkan untuk mencegah penyakit kardiovaskular.

Sedangkan untuk pencegahan dari aspek preventif dan promotif, dengan sasaran perubahan perilaku atau gaya hidup setiap individu untuk menjalankan hidup bersih dan sehat.

Secara khusus, sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, Unpad menggelar kerjasama terkait pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pelayanan kesehatan jantung antara Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, RSHS, Fakultas Kedokteran Unpad, RSUD Al-Ikhsan, RSUD Cibabat Cimahi, RSUD Dr.Soekarjo Kota Tasikmalaya, RSUD Gunung Jati Kota Cirebon, RSUD Kota Banjar, dan RSUD Sumedang.

“Ini bentuk kerjasama dengan sejumlah rumah sakit daerah. Ada tujuh rumah sakit daerah yang kekurangan tenaga medisnya, makanya kerjasama ini diadakan. Akan ada sumber daya manusia didikan Unpad, yang nanti akan ditempatkan di setiap RSUD sebagai bentuk pengabdian,” terang Wagub.

“Harapannya kita bisa mengurangi resiko kematian akibat penyakit tidak menular seperti jantung,” ucapnya.

Rektor Unpad Prof. Dr. med. Tri Hanggono Achmad mengatakan, pihaknya berusaha mengimplementasikan berbagai perencanaan yang menjadi fasilitas untuk memberikan layanan yang terbaik bagi masyarakat.

“Untuk hari ini kita akan memulai suatu kerjasama dengan tujuh rumah sakit daerah. Ketujuh rumah sakit ini sudah memiliki fasilitas, dan kami bertanggungjawab untuk men-support agar fasilitas ini dapat berfungsi dengan baik,” ungkap Tri.

Karena menurutnya, seluruh RSUD yang menjalankan kerjasama saat ini, sudah masuk pada tipe B. Dimana sisi regulasinya ada pada otoritas Dinkes Jabar. Maka atas prakarsa bersama, Unpad dan RSHS memberikan dorongan pelayanan dari sisi SDM-nya, dan segi regulasinya merupakan dukungan Dinkes Jabar.

“Ini langkah awal, mudah-mudahan menjadi pembuka aspek pelayanan lainnya untuk pelayanan penyakit jantung ini,” ujarnya.

Tri mengatakan, hal ini juga sejalan dengan targetnya bersama Provinsi Jabar untuk mengembangkan tujuh pusat rujukan lainnya, karena RSHS nanti akan jadi rujukan nasional. “Mudah-mudahan langkah ini juga bisa menginisiasi,” harapnya.

Penyakit Pasca Banjir Harus Diantisipasi

ilustrasi/net
ilustrasi/net

BALEENDAH – Warga korban banjir di Kampung Cieunteung dan Andir, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung mulai mengeluhkan penyakit gatal-gatal yang dialaminya setelah rumah mereka terendam banjir.

Salah seorang warga Jajang (34) mengatakan beberapa hari terakhir dia mengaku menderita gatal-gatal pada bagian kakinya akibat terus menerus berada di genangan banjir. Itu disebabkan karena air banjir tersebut sudah terkontaminasi limbah industri dan limbah rumah tangga.

“Biasanya ketika banjir mulai surut banyak warga yang mengeluhkan penyakit gatal-gatal karena tubuh mereka lama terendam air yang sudah terkontaminasi kotoran,” ungkap Jajang, Jumat (26/2/16).

Tak hanya penyakit gatal, warga juga ada yang mengeluhkan penyakit diare, dan beberapa penyakit lainnya. Untuk itu dirinya berharap pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan segera menerjukan petugasnya untuk memberikan pengobatan kepada warga.

Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi yang sedang menggelar sosialisasi Empat Pilar di Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung mengungkapkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan RI untuk menyiagakan tenaga medis untuk menanggulangi berbagai kemungkinan penyakit yang timbul akibat banjir.

“Kecenderungannya ketika banjir surut warga seringkali diserang berbagai penyakit dan yang paling dominan adalah gatal-gatal. Untuk itu hal ini perlu diantisipasi oleh Dinas Kesehatan di daerah tersebut,” kata Dede.

Menurutnya pemerintah daerah harus segera menyiagakan tenaga medis didukung dengan ketersediaan obat untuk menanggulangi berbagai penyakit pascabanjir. “Jangan biarkan warga yang sudah menderita tambah menderita akibat penanganan kesehatan yang lambat dari pemerintah,” kata Dede. (fik)