Tag Archives: Penyandang

Mensos ; UU Disabilitas Fokus Pemenuhan Hak Dasar Penyandang Disabilitas

Wagub Jabar Deddy Mizwar mendampingi Mensos Khofifah Indar Parawangsa saat Semarak Olimpiade Seni dan Desain Bagi Penyandang Disabilitas di Gedung Serbaguna Kampus Widyatama, Jl Cikutra Bandung, Minggu (8/5). by Humas Pemprov Jabar.
Wagub Jabar Deddy Mizwar mendampingi Mensos Khofifah Indar Parawangsa saat Semarak Olimpiade Seni dan Desain Bagi Penyandang Disabilitas di Gedung Serbaguna Kampus Widyatama, Jl Cikutra Bandung, Minggu (8/5). by Humas Pemprov Jabar.

CIBEUNYING KIDUL – Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menandaskan perlu ada sosialisasi Undang-undang Penyandang Disabilitas agar terinformasikan bahwa ada Undang-undang Penyandang Disabilitas yang basis pendekatannya sangat berbeda dengan Undang-undang Penyadang Cacat.

“Undang-undang Penyandang Cacat pendekatannya lebih kepada rehabilitasi dan charity. Tapi Undang-undang Penyandang Disabilitas lebih fokus pada pemenuhan hak-hak dasar Penyandang Disabilitas,” terang Khofifah, usai menghadiri acara Olimpiade Seni dan Desain Bagi Penyandang Disabilitas 2016 di Kampus Widyatama, Jl. Cikutra Kota Bandung, Minggu (8/5/16).

Salah satu hal yang tercantum dalam undang-undang ini, yakni inklusifitas dari semua level atau jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP atau sederajat, hingga SMA/SMK atau sederajat, hingga perguruan tinggi. Menurut Khofifah hal tersebut perlu didorong bersama oleh semua level pemerintahan baik dari kementerian di tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota dengan melibatkan dunia industri.

“Termasuk bagaimana memberikan ruang bagi seluruh produk kreasi penyandang disabilitas, termasuk juga seni dan desain yang diolimpiadekan hari ini. Maka inisiasi ini menjadi sangat penting untuk bisa menjadi PR bersama dalam membangun link and match dengan dunia industr, agar mereka terinformasikan bahwa ada produk-produk inovatif dan kreatif yang nilainya tidak kalah dengan mereka yang bukan penyandang disabilitas,” papar Khofifah.

Karena itu menurut mensos, Olimpiade Seni dan Desain Bagi Penyandang Disabilitas 2016 di Kampus Widyatama, Jl. Cikutra Kota Bandung, Minggu (8/5/16) sangat tepat dengan momentum telah disahkannya Undang-undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas pada April lalu. UU tersebut merupakan revisi dari Undang-Undang Penyandang Cacat.

Wagub Minta Hak Penyandang Disabilitas Lebih Diperhatikan

Wagub Jabar Deddy Mizwar mendampingi Mensos Khofifah Indar Parawangsa saat Semarak Olimpiade Seni dan Desain Bagi Penyandang Disabilitas di Gedung Serbaguna Kampus Widyatama, Jl Cikutra Bandung, Minggu (8/5). by Humas Pemprov Jabar.
Wagub Jabar Deddy Mizwar mendampingi Mensos Khofifah Indar Parawangsa saat Semarak Olimpiade Seni dan Desain Bagi Penyandang Disabilitas di Gedung Serbaguna Kampus Widyatama, Jl Cikutra Bandung, Minggu (8/5). by Humas Pemprov Jabar.

CIBEUNYING KIDUL – Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar meminta agar fasilitas atau infrastruktur penunjang kaum disabilitas bisa dibangun di berbagai fasilitas umum masyarakat. Hal ini diungkapkannya usai menghadiri acara Olimpiade Seni dan Desain Bagi Penyandang Disabilitas 2016 di Kampus Widyatama, Jl. Cikutra Kota Bandung, Minggu (8/5/16). Wagub mengungkapkan hal tersebut perlu dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran semua elemen masyarakat terhadap hak-hak para penyandang disabilitas.

“Sekarang juga pembangunan di kota, seperti di mall atau di tempat umum lainnya, perkantoran juga harus sudah memikirkan hal itu. Harusnya sudah difasilitasi kepentingan disabilitas. Jadi kalau selama ini belum diperhatikan, karena kesadaran itu belum tumbuh secara menyeluruh, baik di kalangan swasta, termasuk akademisi juga kan, termasuk kalangan pengusaha. Bangunan pemerintah pun belum seluruhnya memfasilitasi,” ungkap Deddy.

Sama seperti masyarakat pada umumnya kaum disabilitas memiliki hak yang sama di berbagai bidang, seperti hak mendapatkan pendidikan, sosial, pekerjaan yang layak, termasuk kesempatan menjadi PNS, dan lainnya. Wagub mengatakan hal tersebut perlu dipikirkan bersama oleh semua pihak tidak hanya oleh pemerintah.

Untuk itu, wagub mengapresiasi Art Therapy Center Widyatama yang telah memfasilitasi penyandang disabilitas dalam mengenyam pendidikannya, serta pihak yang telah menggelar Olimpiade Seni dan Desain Bagi Penyandang Disabilitas ini.

“Dan ini yang menarik adalah bagaimana perguruan tinggi swasta yang mengkhususkan Art Therapy Center. Jadi pendidikan khusus buat penyandang disabilitas. Perguruan tinggi lain, termasuk perguruan tinggi negeri belum ada malah. Saya kira ini contoh yang perlu ditiru!” tandas Deddy.

Menurut wagub, olimpiade ini bisa menjadi momentum strategis untuk lebih membangkitkan kesadaran, kepedulian, serta dukungan masyarakat yang lebih luas terhadap upaya untuk meningkatkan martabat, hak, dan kesejahteraan para penyandang disabilitas yang ada di Jawa Barat dan Indonesia secara keseluruhan.

Ada sembilan mata lomba yang dikompetisikan dalam olimpiade ini, yakni lomba desain poster, komik strip, fotografi, seni lukis, dan kriya. Sementara dalam bidang musik, ada lomba cipta lagu, solo vocal, dan grup band. Tak ketinggalan ada pula lomba untuk kategori tari kreasi.

Olimpiade Seni dan Desain yang digelar 5 – 8 Mei 2016 ini diikuti 150 orang peserta dari seluruh Indonesia. Dan 45 orang diantaranya merupakan finalis dari 4 provinsi, yakni DKI Jakarta, Banten, Bali, dan Jawa Barat.

 

UU Penyandang Disabilitas Disahkan

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah

JAKARTA – Rapat paripurna di Gedung DPR RI Kamis (17/3/16) sore, secara bulat sidang paripurna mengesahkan RUU tentang Penyandang Disabilitas menjadi Undang-undang. Ini berarti Undang-undang No 4/1997 tentang Penyandang Cacat dinyatakan tidak berlaku lagi.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ledia Hanifa Amaliah mengaku sangat lega dan bersyukur. “Awalnya perkiraan kami RUU baru bisa dibahas hingga tahap pengesahan itu sekitar pertengahan April. Tetapi alhamdulillah atas berkat rahmat Allah dan dengan kerja keras semua pihak, baik dari DPR dan pemerintah, kami satu asa untuk bergegas dalam setiap pembahasan, sehingga akhirnya di penghujung masa sidang kali ini RUU tersebut dapat disahkan,” ungkap Ledia, Jumat (18/3/16).

Ledia menjelaskan, Undang-undang tentang Penyandang Disabilitas yang merupakan pengganti UU No 4/1997 tentang Penyandang Cacat, berawal dari sebuah keinginan bersama untuk mewujudkan keadilan dan kesetaraan bagi para penyandang disabilitas di Indonesia

“Mereka adalah warga negara dengan hak dan kewajiban yang sama, hanya karena memiliki keterbatasan maka perlu disokong dengan sebuah sistem yang jelas, terukur dan adil agar mereka bisa sama beraktivitas, berkarya, memberi sumbangsih pada negeri dan juga sekaligus dapat pula kesamaan untuk menikmati hasil pembangunan,” tandasnya.

Beberapa hal pokok yang menjadi pembaharu dalam semangat perwujudan keadilan dan kesetaraan di dalam undang-undang ini antara lain adalah semangat undang-undang yang berparadigma right base bukan lagi charity base, perluasan terminologi penyandang disabilitas dan ragam disabilitas, terpaparkannya upaya pelaksanaan, penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas dalam 22 bidang, pelibatan pemerintah daerah secara eksplisit, serta adanya lembaga non struktural independen yang akan terlibat dalam pengawasan pelaksanaan undang-undang yaitu Komisi Nasional Disabilitas.

Anggota legislatif asal Fraksi Partai Keadilan Sejahtera ini menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendorong, membantu, mengkritisi dan memberikan berbagai support kepada DPR RI khususnya Komisi VIII dalam semua tahap progres pembahasan

“Dari kalangan akademisi, LSM, Pokja Disabilitas, pemerintah daerah, pemuka agama, individu dan pihak-pihak lain kami ucapkan terima kasih atas semua saran dan kritiknya, support dan dorongannya hingga RUU ini bisa disahkan dengan lebih cepat dari perkiraan kita semua. Kita sama berharap ini menjadi awal yang baik bagi terwujudnya keadilan dan kesetaraan bagi semua saudara kita penyandang disabilitas dan menciptakan bangsa Indonesia yang lebih kuat di masa depan,” pungkas Ledia. (iwa)