Tag Archives: Penyebab Longsor Arjasar

Tinjau Lokasi Longsor, Kang Darus Imbau Warga Arjasari Tak Usah Panik

img-20161009-wa030
Anggota DPR RI Dadang Rusdiana meninjau bencana longsor di Kp Cibeureum Desa Lebakwangi, Kecamatan Arjasari, Kab Bandung, Minggu (9/10). by ist

BANDUNG – BPBD Kab Bandung dan warga masyarakat Kab Bandung harus mewaspadai dan mengantisipasi kemungkinan bencana banjir maupun longsor karena curah hujan yang tinggi. Hal itu disampaikan Kang Darus (Dadang Rusdiana),  anggota DPR RI dari Fraksi Hanura, ketika meninjau lokasi longsor di Cibeureum Desa Lebakwangi Kec. Arjasari.

Darus pun mengimbau agar masyarakat di sekitar aliran Sungai Cibintinu untuk tidak panik, karena bendungan air akibat longsoran sudah mulai surut dengan terbentuknya aliran sungai baru, yang kemudian bermuara ke sungai lama Cibintinu.

“Sementara longsoran tanah yang cukup luas dinilai aman dalam menahan air. Namun demikian tentu pemerintah, BPBD dan pihak yang kompeten tetap harus memantau perkembangan tanah di sekitar longsoran, karena dihawatirkan ada longsoran baru,” kata Darus kepada Balebandung.com usai meninjau lokasi bencana.

Darus pun menghimbau agar warga sekitar berhati-hati ketika melihat lokasi bencana.”Kalau warga mau lihat lokasi harus berhati-hati, jangan sampai melewati policeline. Apalagi kalau situasi sedang hujan di hulu sungai, dihawatirkan ada longsor susulan yang tentunya berisiko,” ucap anggota DPR Dapil Jabar II Kab Bandung-Bandung Barat itu

Anggota DPR RI Dadang Rusdiana meninjau bencana longsor di Kp Cibeureum Desa Lebakwangi, Kecamatan Arjasari, Kab Bandung, Minggu (9/10). by ist
Anggota DPR RI Dadang Rusdiana meninjau bencana longsor di Kp Cibeureum Desa Lebakwangi, Kecamatan Arjasari, Kab Bandung, Minggu (9/10). by istkANG

Diberitakan Balebandung.com sebelumnya, hujan deras yang mengguyur kawasan Bandung Selatan beberapa hari terakhir membuat tebing setinggi 100 meter dengan panjang 300 meter di Kampung Cibeureum, Desa Wargaluyu, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung ambrol sekitar pukul 17.30 WIB, Kamis (6/10) lalu.

Ribuan kubik material tanah merah itu pun menutup arus Sungai Cibintinu yang tepat berada di bawah tebing. Dengan tertutupnya badan sungai, membuat aliran sungai jadi terbendung. Masyarakat di daerah aliran sungai sekitar terancam terkena banjir bandang bila tidak segera diatasi. Ancaman itu makin menghantui warga karena cuaca yang berubah secara ekstrim membuat hujan bisa turun dengan lebatnya.