Tag Archives: Perancis

Keren,…Mojang Bandung Ini Ngajak Ngobrol Kang Hasan dalam Bahasa Perancis

BALEBANDUNG – Rekaman video percakapan dalam Bahasa Perancis ini terjadi saat Calon Gubernur Jawa Barat Tubagus Hasanuddin mendatangi pengurus dan anggota Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Pasundan di Kampus Unpas Jl Lengkong Bandung, Jumat (9/2/18) lalu. Kedatangan Kang Hasan ke kampus itu dalam rangka meminta restu kepada almamaternya untuk maju dalam kontestasi Pilgub Jabar 2018.

Namun saat beranjak ke Aula Unpas di lantai 3 gedung itu, tiba-tiba seorang mojang Bandung menyapanya dan mengajak bercakap dalam bahasa Perancis. Gadis itu mengaku alumni Unpas juga. Percakapan dalam Bahasa Perancis pun terjalin.

Kang Hasan memang menempuh jenjang akademik S1, S2, dan S3 di Universitas Pasundan (Unpas). Bahkan ia meraih predikat cum laude saat menyandang gelar doktornya melalui disertasi yang menyorot soal kinerja anggota DPR.

Tapi soal ia mahir berbahasa Perancis, itu karena saat masih bertugas di militer, ia mengikuti pendidikan Sesko dan Seskogab di Perancis selama tiga tahun.

by JPNN

Ada lagi cerita, saat Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengumumkan calon PDI Perjuangan untuk Pilgub Jabar pada 7 Januari 2018. Megawati berkisah pertama kali mengenal Tb Hasanudin merupakan sosok yang dikenal mau berjuang.

Presiden RI ke-5 itu mengaku baru mengenal Kang Tebe, sapaan akrabnya, sejak ia menjabat Sekretaris Militer saat Mega menjadi Presiden. Tb Hasanudin, menurut Mega sudah jadi ajudan sejak Presiden BJ Habibie.

“Dia itu dulu sempat jadi sekmil. Keren dia ini. Ajudan Pak Habibie, ya. Begitu saya presiden, sekmilnya itu ganti. Memang kenapa? Dia orangnya Pak Habibie. Tapi saya lihat, wah sekmilku keren juga. Saya manggilnya akang kalau tak resmi. Bisa bahasa asing tidak? Siap, bisa Bahasa Prancis. Ya, udah ya lanjut jadi sekmil saya ya,” tutur Mega. Bonne chance, Monsieur…

Gubernur Tawarkan Peluang Investasi Aerocity BIJB ke Pengusaha Perancis

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menerima kunjungan Dubes Perancis Jean Charles Berthonnet, dan para delegasi dan pengusaha Perancis di Gedung Sate, Jumat (20/10/17). by Humas Pemprov Jabar
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menerima kunjungan Dubes Perancis Jean Charles Berthonnet, dan para delegasi dan pengusaha Perancis di Gedung Sate, Jumat (20/10/17). by Humas Pemprov Jabar

GESAT – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menawarkan peluang investasi untuk kawasan Aerocity Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), Kertajati, Kabupaten Majalengka, kepada pengusaha asal Perancis. Aerocity Kertajati sendiri kedepannya diyakini akan jadi mesin pertumbuhan ekonomi baru, khususnya di bagian utara Jawa Barat.

Peluang investasi tersebut ditawarkan langsung Ahmad Heryawan, saat menerima kunjungan Duta Besar Perancis Jean Charles Berthonnet, dan para delegasi dan pengusaha asal Perancis di Gedung Sate, Jumat (20/10/17).

“Secara umum kerjasama ekonomi. Selain mereka menawarkan juga pada kita, saya juga tawarkan peluang lain Aerocity (BIJB) yang luas. Luasnya kan ini dua kali lipat dari bandara,” kata Gubernur.

Aerocity Kertajati yang jadi penggerak ekonomi baru di Jawa Barat akan berdiri di atas lahan 3.480 hektare. Aerocity kedepannya akan menciptakan iklim bisnis untuk merangsang ekonomi lokal di sana. Sebab kawasan Aerocity yang akan dibangun akan menggarap banyak potensi seperti Aerospace Park, Logistic Park, Area Hospitality seperti hotel serta klaster untuk area residensial.

Untuk Logistic Park, area yang sudah diplot seluas 400 hektare ini nantinya akan jadi kawasan bisnis pesawat. Lainnya di area hospitality, PT BIJB akan membangun asrama haji dan umroh. Sebab di tahun pertama beroperasi atau pada 2018 nanti PT BIJB memproyeksikan untuk bisa memberangkat jamaah calon haji dan umroh.

Aher menambahkan, untuk tahap satu yang fokus pada pengembangan bandara akan rampung pada 2018 dan diresmikan langsung Presiden Jokowi. Rencana soft launching dilakukan quartal 1 ini dan grand launching dilakukan pertengahan 2018.

“Insya Allah, tahap satu bandara akan diresmikan Presiden (Jokowi), tahap dua dan tahap tiga masih panjang,” ucapnya. Tahap dua ini difokuskan pada Kertajati Aerocity, dan tahap tiga akan terkonsentrasi pada pertumbuhan Kertajati sebagai Aerotropolis.

Dia mengaku, untuk mengembangkan kawasan Aerocity tersebut butuh menggaet banyak investor. Sehingga penjajakan kerja sama strategis penting dilakukan secara simultan. “Karena Aerocity ini akan sangat luas,” ujarnya.

Selain Aerocity yang jadi daya tawar Pemprov Jabar, Aher juga memberitahukan berbagai sektor potensial seperti pendidikan hingga pengembangan pariwisata. Geopark Ciletuh-Pelabuhan Ratu yang saat ini sedang dikembangkan dan sedang dalam penilaian untuk menjadi Unesco Global Geopark (UGG) menjadi pariwisata unggulan yang bisa dikerjasamakan.

Dubes Perancis untuk Indonesia Jean Charles Berthonnet mengaku sudah mendengar berbagai peluang investasi di Jabar. Dia juga sudah tahu adanya proyek pembangunan BIJB yang membutuhkan banyak investor.

“Kami menerima semua paparan terkait peluang investasi di Jabar. Kami juga diinfokan soal BIJB,” kata Jean. Dia berharap dengan adanya pertemuan ini meningkatkan minat pengusaha Perancis untuk berinvestasi di Jabar.

Boyong Pengusaha, Dubes Perancis Jajaki Kerjasama dengan Jabar

Boyong Pengusaha, Dubes Perancis Jajaki Kerjasama dengan Jabar

Dubes Perancis untuk Indonesia Jean Charles Berthonnet melakukan kunjungan kehormatan diterima Gubernur Jabar Ahmad Heryawan untuk menjajaki kerjasama dalam berbagai sektor di ruang Lokantara Gedung Sate, Jumat (20/10/17). by Humas Pemprov Jabar
Dubes Perancis untuk Indonesia Jean Charles Berthonnet melakukan kunjungan kehormatan diterima Gubernur Jabar Ahmad Heryawan untuk menjajaki kerjasama dalam berbagai sektor di ruang Lokantara Gedung Sate, Jumat (20/10/17). by Humas Pemprov Jabar

GESAT – Duta Besar Perancis untuk Indonesia Jean Charles Berthonnet melakukan kunjungan kehormatan atau courtesy call ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan menerima langsung Dubes Perancis yang membawa serta sejumlah pemimpin perusahaan ternama di Perancis untuk menjajaki kerjasama dalam berbagai sektor di Ruang Lokantara Gedung Sate, Jumat (20/10/17) pagi.

“Tadi courtesy call ya, karena beliau Dubes baru belum pernah berkunjung ke sini dan sekaligus memanfaatkan pertemuan dengan membawa sejumlah pengusaha, mereka mengajak kerjasama,” terang Gubernur Aher usai pertemuan.

Salah satunya kerjasama dalam bidang pendidikan. Aher menyebutkan, saat ini di Bandung telah berdiri Institut Perancis Indonesia yang berlokasi di Jalan Purnawarman. Ia berharap, melalui kerjasama ini akan lebih meningkatkan jumlah pelajar asal Perancis yang belajar bahasa Indonesia dan Sunda serta masyarakat Jabar yang belajar bahasa dan budaya Perancis.

“Di sini sudah ada Institut Perancis-Indonesia kan, ada 600 murid orang Perancis yang belajar Indonesia dan sebaliknya. Jadi, masyarakat, pelajar dan anak-anak muda Jabar yang ingin melanjutkan pendidikan Perancis silahkan belajar di institut ini,” tutur Aher.

Dalam pertemuan tersebut, Aher yang didampingi oleh Kepala Biro Pemerintahan dan Kerjasama Prov. Jabar Taufiq Budi Santoso, Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Jabar Hening Widiatmoko serta Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Prov Jabar Dadang Masoem. Pemprov Jabar mengungkapkan, selain pendidikan ada sejumlah bidang kerjasama potensial yang akan ditindaklanjuti. Beberapa pengusaha yang dibawa oleh Dubes Perancis tersebut diantaranya bergerak dalam bidang perparkiran modern, perhotelan, perkeretaapian dan transportasi.

“Rata-rata mereka sudah siap berinvestasi, Perancis kan negara maju dan sudah mapan. Jadi, apa saja siap termasuk perkeretaapian, transportasi bahkan perparkiran modern juga mereka tawarkan bagaimana mengelola parkir modern. Secara umum sih kerja sama perekonomian,” jelas Aher.

Dari pihak Pemprov Jabar sendiri, Aher menawarkan peluang berinvestasi di Aerocity Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati yang memiliki luas dua kali lipat dari bandara itu sendiri.

“Selain mereka menawarkan, saya juga tawarkan peluang investasi Aerocity BIJB yang sangat luas dan tahun depan tahap 1 BIJB ini akan diresmikan oleh Presiden, Aerocity luasnya kan dua kali lipat dari bandara,” ungkapnya.

Selain itu, Jabar yang kini memiliki proyek pariwisata raksasa yaitu Geopark Ciletuh-Palabuhanratu, tak lepas dari salah satu bidang pariwisata potensial yang ditawarkan kepada mereka untuk berinvestasi.

“Saya juga tawarkan di Ciletuh sedang dibangun proyek pariwisata raksasa yaitu Geopark Ciletuh-Palabuhanratu yang akan segera diakui Unesco. Luasnya saja 148 ribu hektare mereka kaget dan tertarik,” kata Aher.

Gubernur Tawarkan Peluang Investasi Aerocity BIJB ke Pengusaha Perancis

Dubes Perancis Hadirkan 6 Perusahaan ke Bandung

Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil bersama Perancis Jean-Charles Berthonnet di Pendopo Kota Bandung, Jumat (20/10/17). by Humas Pemkot Bdg
Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil bersama Perancis Jean-Charles Berthonnet di Pendopo Kota Bandung, Jumat (20/10/17). by Humas Pemkot Bdg

BANDUNG – Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil menyambut kedatangan Duta Besar Perancis Jean-Charles Berthonnet di Pendopo Kota Bandung, Jumat (20/10/17). Dubes Berthonnet membawa serta 6 pimpinan perusahaan dan 1 lembaga kebudayaan Perancis yang tertarik untuk menanamkan investasinya di Kota Bandung.

Mereka akan menindaklanjuti rencana kerjasama, terutama dalam bidang teknologi, transportasi, dan infrastruktur. Perusahaan-perusahaan yang hadir dalam pertemuan itu antara lain AFD, IFI Bandung, Tauzia, Colas Rail, Parkeon, Dassault Systéme.

Kerja sama ini merupakan lanjutan dari kegiatan City of Tomorrow Bandung yang digagas Business France, lembaga nasional Perancis yang mendukung perkembangan ekonomi internasional negara berkembang pada Februari 2017.

Dubes Berthonnet menjelaskan, pihaknya datang untuk mengantarkan para pebisnis dari negaranya untuk berbicara teknis soal kerja sama yang akan dijalin.”Kami paham bahwa Bandung tengah serius dalam mengembangkan smart city dan transportasi, maka kami bawa perusahaan yang bergerak dalam bidang teknologi itu,” tutur Berthonnet.

Salah satu yang tengah digarap oleh Pemerintah Perancis di Bandung adalah pengembangan kawasan Stasiun Bandung yang terletak di Jalan Kebon Kawung. Kajian teknisnya telah disusun bersama PT Kereta Api Indonesia. Kini, tahapan pembangunan akan segera dijalankan.

Pembangunan tersebut akan didanai melalui mekanisme pinjaman dari pemerintah Perancis senilai Rp1,3 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk merevitalisasi Stasiun Bandung jadi stasiun berkelas dunia. “Saat ini sedang diproses di Bappenas,” ujar Ridwan.

Pada proses pembangunan itu, Ridwan secara khusus diminta untuk memberikan masukan-masukan desain oleh PT. KAI. Selain itu, beberapa potensi investasi yang akan dikerjasamakan dengan Pemkot Bandung antara lain infrastruktur, pariwisata, dan transportasi.

“Bagi kami, prioritas saat ini adalah konektivitas,” ujar Ridwan. Sebab di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi Bandung, ia perlu teknologi yang mempermudah warganya melakukan mobilisasi. “Dengan begitu, ekonomi bisa terus tumbuh dan membawa kesejahteraan bagi warga kami,” pungkas Emil.