Tag Archives: Perbatasan

Kasdam Lepas Yonif 315/Garuda Jaga Perbatasan

Kasdam III/Siliwangi Brigjen TNI Joshua Pandit Sembiring melepas 450 orang prajurit Kodam III/Siliwangi yang tergabung dalam Satuan Tugas Yonif 315/Garuda untuk melaksanakan tugas operasi pengamanan perbatasan RI - PNG Sektor Selatan Papua di Kolinlamil Jakarta, Rabu (22/11/17). by Pendam Slw
Kasdam III/Siliwangi Brigjen TNI Joshua Pandit Sembiring melepas 450 orang prajurit Kodam III/Siliwangi yang tergabung dalam Satuan Tugas Yonif 315/Garuda untuk melaksanakan tugas operasi pengamanan perbatasan RI – PNG Sektor Selatan Papua di Kolinlamil Jakarta, Rabu (22/11/17). by Pendam Slw

JAKARTA – Kasdam III/Siliwangi Brigjen TNI Joshua Pandit Sembiring melepas 450 orang prajurit Kodam III/Siliwangi yang tergabung dalam Satuan Tugas Yonif 315/Garuda untuk melaksanakan tugas operasi pengamanan perbatasan RI – PNG Sektor Selatan Papua di Kolinlamil Jakarta, Rabu (22/11/17).

Kasdam mewakili Pangdam III/Slw Mayjen TNI Doni Monardo menyampaikan, pengamanan perbatasan darat RI merupakan salah satu Tugas Pokok TNI yang tertuang dalam UU RI No. 34 tahun 2004 tentang TNI, di samping itu tugas merupakan kehormatan dan kebanggaan yang dipercayakan negara kepada prajurit.

Kasdam menuturkan dalam pelaksanaan tugas dituntut untuk dapat mengantisipasi berbagai potensi permasalahan perbatasan antara lain ilegal logging, ilegal minning, human trafficking, jalin komunikasi dan koordinasi dengan tentara PNG serta pelihara hubungan baik dengan masyarakat dan aparatur pemerintahan.

Satgas Yonif 315/Garuda akan ditempatkan di Merauke, menggantikan Satgas sebelumnya dari Yonif 503 yang akan berakhir masa tugasnya karena sudah lebih kurang 9 bulan lamanya melaksanakan tugas operasi pengamanan perbatasan RI – PNG.

Pesan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Doni Monardo untuk Prajurit Kodam III/Siliwangi yang akan melaksanakan tugas pengamanan perbatasan Prajurit Yonif 315/Garuda adalah, laksanakan 3 K yaitu Kesetaraan, Keadilan, Kesejahteraan kemudian lakukan juga 4 S yaitu Senyum, Sapa, Salam dan Silaturahmi dan jangan lupa hindari 4 M yaitu Mabuk, Marah, Mukul dan Membunuh.

Kegiatan diakhiri dengan pemberian ucapan selamat bertugas dari Kasdam III/Siiwangi diikuti oleh para Asisten, Kabalakdam dan tamu undangan lainnya. Keberangkatan Satgas Pamtas menggunakan Kapal TNI AL Teluk Bintuni dengan nomor lambung 520. (Pendam III).

Nih, 4 Kerjasama yang Siap Dibangun PPATK dengan Negara Perbatasan

Wakil Ketua PPATK Agus Santoso. ist
Wakil Ketua PPATK Agus Santoso. ist

BANDUNG  – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menggelar pertemuan dengan sejumlah pimpinan PPATK negara tetangga di Medan belum lama ini. Salah satu agenda penting yang dibahas adalah terkait risiko perpindahan uang di daerah perbatasan, khususnya untuk kepentingan terorisme.

Wakil Ketua PPATK Agus Santoso menyebutkan kerjasama PPATK dengan PPATK negara-negara perbatasan yakni dengan membuat 4 Working Group terkait Counter Financing Terrorism (CFT) antara lain mencakup;
1. Kerjasama membuat Regional Risk Assessment;
2. Mapping Jaringan Terrorism di kawasan;
3.Sistem Pertukaran Informasi yang solid;
4. Konsep Pelatihan Bersama tentang CFT kepada target grup yang rentan, seperti pemuda/pelajar dan kaum perempuan/TKW

“Hasil dari keempat working group itu nantinya akan dipresentasikan pada CFT Summit di Bali Agustus 2016 yang rencananya dibuka oleh Presiden Jokowi,” ungkap Agus kepada Balebandung.com, Minggu (24/4/16).

Sedangkan negara perbatasan yang hendak ikut serta dalam kerjasama ini antara lain Australia, Filipina, Malaysia, Singapura, Thailand dan Indonesia. “Rapat di Medan sebagai kick off meeting untuk memulai kerjasama antar ke-6 PPATK ini dalam membahas keempat isutersebut,” imbuhnya.

Akan kaitannya dengan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), menurut Agus memang betul bahwa dengan MEA ini yang krusial itu adalah implementasi dari prinsip free movement of people, free movement of capital dan free movement of goods and services. “Sehingga areal perbatasan harus mendapat perhatian serius untuk pencegahan kejahatan terorganisir seperti pendanaan terorisme dan narkoba,” tandas Agus.

Menurutnya, persoalan mendasar dari MEA ini adalah, pertama, pola transaksi masyarakat di kawasan ini masih cash basis sehingga level transaksi tunai sangat tinggi. Akibatnya, transaksi tunai lintas batas (cross border cash carrying) juga tinggi.  Kondisi ini menjadi loophole bagi pelaku kejahatan terorganisir seperti bandar narkoba, teroris, penyelundup dan koruptor.

Sementara itu, pembawaan uang tunai lintas batas sulit dilacak oleh mesin/alat ataupun anjing pelacak. “Sehingga beberapa kewenangan petugas yang menjaga perbatasan perlu diperkuat. Antara lain dengan memberi tambahan kewenangan penggeledahan fisik terhadap orang yang dicurigai,” pungkas Agus.

MoU Pemkab-Pemkot Bandung Ditandatangani Pekan Ini

Sekda Kota Bandung Yossi Irianto menerima kunjungan Sekda Kab Bandung Sofian Nataprawira, di Balaikota Bandung, , Kamis (31/3). by Pri Humas Pemkot Bandung
Sekda Kota Bandung Yossi Irianto menerima kunjungan Sekda Kab Bandung Sofian Nataprawira, di Balaikota Bandung, , Kamis (31/3). by Pri Humas Pemkot Bandung

SOREANG – Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Sofian Nataprawira mengatakan tata ruang menjadi salah satu poin kerjasama yang akan ditandatangani antara Pemkab Bandung dan Pemkot Bandung. Sekda berharap nota kesepahaman (MoU) ini bisa ditandatagani antara Bupati Bandung dan Wali Kota Bandung pada pekan ini.

“Poin kerjasamanya masih berkembang, dari yang 9 poin kerjasama itu sedang dimatangkan, termasuk nantinya masalah tata ruang di wilayah perbatasan, terkait dampak pembangunan terhadap tata ruang, selain kerjasama tentang penanganan sampah dan banjir,” kata Sofian kepada wartawan, Senin (4/4/16).

Sofian mengungkapkan draft kerjasama itu hari Senin (4/4) ini diajukan ke Sekda Pemprov Jabar. Terlebih kerjasama ini nantinya juga beresiko terhadap anggaran APBN, APBD Jabar, APBD Kab Bandung dan Kota Bandung.

“Sehingga nantinya anggaran yang dibutuhkan sudah bisa masuk di APBD 2017 dan tiap SKPD masing-masing daerah pun bisa melaksanakan pekerjaan teknis dari hasil MoU tersebut. Misalnya tentang pekerjaan perbaikan jalan di wilayah perbatasan,” terang Sofian.

Kerjasama tersebut akan dilaksanakan dalam tahap jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. “Lebih dari itu kita ingin agar kerjasama ini bermanfaat betul bagi masyarakat di wilayah perbatasan,”tandasnya.

Seperti diberitakan, Pemkot dan Pemkab Bandung berencana memperkuat kerjasama lintas wilayah agar tercipta efektifitas dan efesiensi dalam menyelesaikan berbagai persoalan lintas batas.

Nota kerjasama penataan lintas daerah yang akan ditandatangani kedua kepala daerah tersebut berisi sembilan ruang lingkup diantaranya bidang penataan infrastruktur perkotaan yang mencakup penanggulangan masalah persampahan dan banjir.

Permasalahan lainnya yang tertulis dalam draft kesepakatan tersebut adalah transportasi dan perhubungan, pengembangan ekonomi kreatif, pendidikan, kesehatan, kebudayaan dan pariwisata, promosi pengembangan industri, perdagangan dan investasi. [iwa]

Kabupaten – Kota Bandung Teken MoU Kerjasama Perbatasan

Bupati Bandung dadang Naser dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat rakor terkait penanganan sampai, MoU kerjasama daerah dan promosi kota bersama Angkasa Pura, Minggu (27/3). ist
Bupati Bandung dadang Naser dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat rakor terkait penanganan sampah, MoU kerjasama daerah dan promosi kota bersama Angkasa Pura, Minggu (27/3). ist

COBLONG – Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengaku dirinya telah melakukan penandatanganan kerjasama dengan kabupaten yang berbatasan langsung dengan Kota Bandung.

“Ya, sudah ada MoU (Memorandum Of Understanding) dengan Kabupaten Bandung dan Kabupaten lain akan meng-MOU-kan kerjasama lebih jauh, ada perbatasan jalan, ada perbatasan sungai. Total ada 14 sungai yang berbatasan dengan Bandung, selain itu juga dibahas kerjasama promosi pariwisata bersama,” ungkap walikota usai rapat dengan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, di Graha Manglayang Gedung Sate Bandung, Senin (28/3/16).

Ridwan yakin dengan ada MoU ini ke depannya akan banyak kemudahan dalam penataan perbatasan dan unsur-unsur lain yang berkaitan. “Insya Allah dengan MOU ini juga segala urusan yang berkaitan dengan Kota dan Kabupaten Bandung akan berjalan dengan lancar,” ucapnya.

Berkaitan dengan penanganan sampah, Emil mengatakan dirinya sudah berkoordinasi dengan Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar dan pihak provinsi akan memberikan beberapa solusi dalam penganganannya.

“Kami dikasih waktu 7 hari untuk mengonsepkan jangka menengah penanganan sampah bersama bagaimana caranya Sehingga di daerah-daerah perbatasan dapat langsung dikelola tanpa harus lama,” kata dia.

Pihaknya sudah meminta bantuan kepada provinsi agar beberapa faktor pendukung dapat difasilitasi oleh pemerintah provinsi. “Saya juga sudah menyampaikan ke Pak Wagub, minta tolong dibantu bendungan-bendungan sampah, termasuk nanti provinsi akan bantu dana emergency untuk mengurangi banjir yang airnya datang dari Kota Bandung,” bebernya.

Emil menegaskan Pemkot Bandung akan banyak melakukan pekerjaan tahun ini agar mencegah ada lagi permasalahan muncul. “Rencananya juga kita akan membuat kolam-kolam retensi. Dananya nanti dari dana emergency, Intinya kita banyak pekerjaan dan yang kita kerjakan adalah supaya tidak terulang lagi permasalahan di tahun depan,”pungkasnya.