Tag Archives: perempuan politik

Partisipasi Politik Perempuan Belum Optimal

Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Bandung Cecep Suhendar saat kegiatan pendidikan politik bagi organisai perempuan yang digelar Bakesbangpol Kab Bandung di RM Ponyo Cileunyi, Rabu (12/7/17). by iwa/bbcom
Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Bandung Cecep Suhendar saat kegiatan pendidikan politik bagi organisai perempuan yang digelar Bakesbangpol Kab Bandung di RM Ponyo Cileunyi, Rabu (12/7/17). by iwa/bbcom

CILEUNYI – Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Bandung Cecep Suhendar menyebut dari 3,5 juta populasi Kabupaten Bandung, 1,7 jutanya perempuan dan 1,8 juta laki-laki. Menurut Cecep jika dilihat dari partisipasi pada Pilkada Kabupaten Bandung 2015, sebenarnya angka partisipasi perempuan sudah cukup bagus mencapai angka 62%.

Begitu juga kuota keterwakilan perempuan 30% di tiap parpol sudah sudah berupaya memenuhinya dan menunjukkan peningkatan meski belum sepenuhnya mencapai 30%.

“Hanya saja masih belum optimal. Contohnya di DPRD Kabupaten Bandung sendiri baru ada 12 anggota dewan perempuang yang idealnya bisa mencapai 19 orang. Jadi partisipasi perempuan dalam politik praktis ini masih perlu ditingkatkan,” ungkap Cecep saat kegiatan pendidikan politik bagi organisai perempuan yang digelar Bakesbangpol Kab Bandung di RM Ponyo Cileunyi, Rabu (12/7/17).

Ia menekankan kesetaraan gender di bidang politik di mana perempuan memiliki kesetaraan peran dalam aktivitas politik. “Karenanya perempuan perlu memperdalam lagi pemahamannya terhadap politik,” kata dia.

Komisioner KPU Kabupaten Bandung Yudaningsih mengakui partisipasi perempuan dalam proses pemilu masih minim. Padahal menurutnya perempuan punya keleebihan tersendiri dibanding laki-laki.

“MIsalnya saja perempuan yang aktif sebagai penyelenggara pemilu itu mereka lebih teliti dalam menginput data pemilu. Kelebihan seperti ini seharusnya bisa memotivasi perempuan untuk berpartisipasi aktif dalam politik,” kata Yuda.

Selain itu, imbuh Yuda, di DPRD Kabupaten Bandung sendiri masih kurang dalam pemenuhan kuota keterwakilan perempuan 30%. Menurut Yuda harus tumbuh kesadaran sendiri dari kaum perempuan untuk menggunakan hak politiknya.

“Kekurangan pemenuhan kuota ini harusnya juga bisa jadi tantangan bagi perempuan untuk mau dan mampu tampil ke depan dan aktif terlibat dalam politik seperti berpartisipasi dalam penyelenggara pemilu,” urainya.

Ditanya soal peran partai politik dalam pendidikan politik bagi perempuan, Yuda menandaskan pendidikan politik harus jadi tanggungjawab seluruh stakeholder di bidang politik, bukan sekadar tugas KPU saja untuk mensosialisasikan dan memberi pendidikan politik kepada perempuan.

“Pendidikan politik bagi masyarakat khususnya perempuan merupakan tugas bersama. Eksistensi parpol dalam memberikan edukasi politik kepada kaum perempuan masih perlu ditingkatkan lagi,” tandasnya.

Ibu-ibu Banyak yang Belum Paham Kuota 30% Perempuan

Kabid Poldagri Bakesbangpol Kab Bandung Dadang Hermawan. by ist
Kabid Poldagri Bakesbangpol Kab Bandung Dadang Hermawan. by ist

CILEUNYI – Partisipasi perempuan dalam politik masih perlu ditingkatkan.  Salah satu upayanya dengan menggelar pendidikan politik bagi perempuan agar lebih mengenal dan memahami dunia politik.

Seperti yang dilakukan Pemkab Bandung melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) dengan menggelar pendidikan politik bagi organisai perempuan di RM Ponyo Cileunyi, Rabu (12/7/17). Para peserta yang mengikuti pendidikan ini terutama kaum perempuan yang berhimpun dalam Tim Penggerak PKK, kader Pos KB dan Posyandu di Kecamatan Cileunyi.

Kepala Bakesbangpol Kab Bandung Iman Irianto mengatakan dengan pendidikan politik bagi perempuan ini diharapkan mampu meningkatkan partisipasi permpuan dalam politik, khususnya dalam rangka menghadapi pemilu.

“Melalui pendidikan politik bagi perempuan ini kita berupaya meningkatkan  pengetahuan, wawasan, pemahaman perempuan tentang politik, yang pada akhirnya dapat meningkatkan partisipasi politik kaum perempuan terutama menjelang pemilu, agar perempuan pun dapat memanfaatkan hak  politiknya,” kata Iman.

Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Bakesbangpol Kab Bandung Dadang Hermawan menambahkan, dalam pendidikan ini juga ditekankan kesetaraan gender bahwa perempuan pun memiliki hak yang sama dengan laki-laki dalam dunia politik. Dadang mengakui dari tahun ke tahun partisipasi perempuan dalam politik cenderung meningkat, terutama di kalangan perempuan yang aktif berorganisasi.

“Kami ingin lebih memberdayakan perempuan dari berbagai sektor, termasuk politik, agar perempuan memiliki pengetahuan yang lebih dari yang sebelumnya sekedar mengenal urusan rumah tangga atau dapur misalnya,” ungkap Dadang.

Dari kegiatan pendidikan politik yang digelar Bakesbangpol ini, kata Dadang,  umumnya kaum perempuan belum memahami tentang kuota 30% keterwakilan perempuan dari tiap partai politik.

“Kami jelaskan bawah kuota 30% keterwakilan perempuan di kursi DPR atau  DPRD itu harus bisa dipenuhi oleh parpol dalam rangka meningkatkan partisipasi perempuan dalam politik. Namun pada kenyataannya kuota 30% ini belum bisa diterapkan parpol secara maksimal,” terang Dadang.

Dari 50 kursi di DPRD Kab Bandung sendiri saat ini baru ada 12 anggota dewan perempuan dari yang seharusnya ada 19 anggota dewan.