Tag Archives: Perhumas

Head of Corporate Communications Bio Farma Raih Doktor Ilmu Komunikasi

N. Nurlaela Arief dinyatakan lulus sebagai doktor dengan predikat Pujian (Cumlaude), dalam sidang promosi doktor, di Gedung Pascasarjana Fikom Unpad, Jatinangor, Jumat (7/12/18).

JATINANGOR – N. Nurlaela Arief dinyatakan lulus sebagai doktor dengan predikat Pujian (Cumlaude), dalam sidang promosi doktor yang dipimpin Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad, Dr. Dadang Rahmat Hidayat di Gedung Pascasarjana Fikom Unpad, Jatinangor, Jumat (7/12/18).

Lala, sapaan Nurlaela, mempertahankan disertasi dengan judul “Kompleksitas Komunikasi Vaksin di Indonesia: Strategi Komunikasi Pro Vaksin Vs Anti Vaksin”. Lala berhasil meraih gelar doktor setelah sebelumnya meraih jenjang pendidikan S1 di UNPAD dan S2 di MBA ITB.

 

Sidang promosi tersebut dihadiri Direktur Utama Bio Farma, M. Rahman Roestan beserta jajaran direksi; sejumlah Guru Besar Unpad, Guru Besar UNISBA, Fakultas Kedokteran, perwakilan dari Kementerian Kesehatan, Kementerian BUMN, pimpinan organisasi Perhumas Indonesia dan Forum Humas BUMN, serta rekan-rekan praktisi Humas dari BUMN, swasta dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat .

Dalam pandangan Lala “Public Relations memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi dan edukasi untuk meyakinkan masyarakat akan isu kesehatan yang positif di tengah isu negatif vaksin palsu, kompleksitas berbagai isu vaksin, yang sempat melanda Indonesia di tahun 2016 dan tahun 2017.

“Public Relations di industri kesehatan sangat penting untuk menumbuhkan pemahaman dan persepsi positif akan sebuah produk hasil industri kesehatan untuk diterima oleh masyarakat. Maka diperlukan pemahaman yang tepat akan strategi, pesan dan media komunikasi untuk pencegahan penyakit menular, termasuk bagaimana merespon saat terjadi krisis komunikasi kesehatan saat darurat, serta bagaimana melakukan recovery setelahnya,” ungkap Lala.

Menurutnya hingga kini riset mengenai penanganan kesehatan preventif yang berbasis pada krisis komunikasi kesehatan dalam konteks kesehatan masyarakat, dalam perspektif Public Relations masih terbatas.

“Dengan berbagai permasalahan dan isu negatif anti-vaksin dan kejadian luar biasa terkait isu kesehatan di Indonesia sepanjang tahun 2016 dan 2017, diperlukan penelitian komprehensif untuk membahas tentang kompleksitas komunikasi kesehatan dalam mengedukasi vaksin di Indonesia,” kata dia.

Lala menambahkan, data riset terbaru di Polandia, Eropa (waszak, et al, 2018), sebanyak 45% berita yang beredar di media sosial merupakan fake news, berita palsu yang disebarkan sebanyak 450.000 kali di media sosial, topik yang paling banyak dibahas adalah konten tentang vaksin.

Sedangkan riset di Indonesia (Mastel, 2017) pada 2017, berita palsu terutama tentang politik, etnis, ras, agama, dan kesehatan merupakan lima tertinggi yang paling banyak diterima masyarakat.

Dalam riset disertasinya itu Lala menemukan empat model komunikasi sebagai solusi kompleksitas komunikasi vaksin di Indonesia. Dalam risetnya yang menggunakan metode kualitatif dan statistik deskriptif, serta social listening solution tools, juga menemukan, bahwa kelompok aktif dan pengikut gerakan anti-vaksin merupakan gerakan yang feminism, keunggulan dari riset ini selain mengungkap strategi kelompok anti-vaksin juga mengungkap strategi kelompok pro-vaksin dalam upaya mengimbangi informasi.

Lala pun menawarkan strategi komunikasi salah satunya dengan pendekatan Risk Communication Theory dari Covello, yaitu Negative Dominance. Bahwa hasil riset yang dilakukan pada kelompok pro-vaksin yang menunjukan upaya untuk mengimbangi.

Hal ini sesuai dengan model negative dominance bahwa untuk mengidentifikasi dua implikasi praktis dalam menyusun pesan bahwa audiens lebih cenderung mendengar pesan positif jika dilakukan “overbalance” atau “counterbalance” dibandingkan dengan pesan yang negatif. “Sehingga untuk mengimbanginya pesan harus disampaikan dengan frekuensi yang lebih besar,” tandas Lala.

Menurutnya penelitian ini memiliki nilai kebaruan dikarenakan kejadian penolakan vaksin terjadi di seluruh dunia, penelitian sebelumnya di Amerika, Australia, Canada, Eropa, Australia hanya membahas dari pendekatan kelompok anti vaksin.

“Namun penelitian ini secara kompleks membahas strategi komunikasi pro-vaksin, strategi komunikasi anti-vaksin dan menghasilkan model komunikasi untuk meyakinkan masyarakat tentang pentingnya vaksin,” terang Lala.***

Perhumas Indonesia Ikuti World PR Forum di Oslo Kampanyekan Indonesia Bicara Baik

Delegasi Perhumas Bandung saat World Public Relations Forum (WPRF) 2018 di Oslo, Norwegia. by Perhumas

BANDUNG – Salah satu organisasi PR tingkat dunia, Global Alliance, menggelar pertemuan dua tahunan humas dunia atau World Public Relations Forum (WPRF) 2018 di Oslo, Norwegia. Dihadiri lebih dari 600 peserta dari berbagai belahan dunia, khususnya perwakilan asosiasi PR. Perhumas Indonesia turut serta mengirimkan empat delegasi dari Bandung.

Dirilis Perhumas Bandung, Senin (23/4/18), Ketua Umum Perhumas Agung Laksamana menjelaskan keikutsertaan Perhumas Indonesia dalam pertemuan WPRF ini untuk turut serta mengkampanyekan Indonesia Bicara Baik.

Agung menerangkan Perhumas sebagai organisasi perkumpulan humas terbesar yang sudah berusia lebih dari 45 tahun, memandang sangat strategis mengingat perkembangan profesi humas di dunia yang sangat dinamis.

Acara yang berlangsung dari 21-23 April 2018 ini juga membahas isu tentang “truth, profit and Intelligence, tiga isu utama yang masih menjadi perdebatan di tengah terpaan krisis, khususnya komunikasi peran beberapa para pemimpin kontroversial dunia dan pengaruh yang disebabkan karena teknologi, baik media tradisional maupun media sosial.

Forum yang menghadirkan berbagai narasumber, pakar komunikasi dan public relations dari berbagai negara yang dikemas pada Business Program 23-24 April. Sehari sebelumnya, 21 April diawali dengan Research and Practice Colloquium.
Perwakilan dari Perhumas juga dipercaya mempresentasikan hasil riset dan best practice komunikasi dan PR di Indonesia yang terdiri dari N. Nurlaela Arief, Ketua BPC Bandung Jabar sekaligus Head of Corporate Communications Bio Farma, Wakil Ketua BPC Bandung Jabar, Lusy Mukhlisiana yang juga Wakil Dekan II Universitas Langlangbuana, serta Indra Ardiyanto, Deputy Head Corporate Commumications PT Riau Andalan Pulp and Paper (April Group).

Diharapkan dengan pertemuan ini ke depan profesi kehumasan di Indonesia dapat terus berkiprah di kancah global, khususnya peran Perhumas Indonesia untuk mencetak kader humas masa depan yang memiliki kompetensi dan memahami trend PR dunia, serta mendukung pemerintah dalam program Indonesia Bicara Baik.

Perhumas Jabar Susun Program Kerja

Pengurus Perhumas BPC Jabar Bandung periode 2017-2020.
Pengurus Perhumas BPC Jabar Bandung periode 2017-2020.

BANDUNG – Kepengurusan Perhimpunan Hubungan Masyarakat (Perhumas) Badan Pengurus Cabang (BPC) Jabar Bandung untuk periode 2017-2020 resmi terbentuk Surat Keputusan Badan Pengurus Pusat (BPP) No. 002 / SK / BPP / I / 2018.

Kepengurusan baru terbetuk menyusul terpilihnya lagi Nurlaela Arief, Head of Corporate Communications Bio Farma sebagai Ketua Perhumas BPC Jabar Bandung secara aklamasi, melalui Musyawarah Cabang (Muscab) yang dilaksanakan di Novotel Bandung, Sabtu, 9 Desember 2017. Selanjutnya pada hari ini Sabtu (27/1) di Hotel Nexa Bandung dilakukan pertemuan perdana yang membahas penyusunan program kerja Perhumas Jabar tahun 2018.

Pemaparan program kerja dilakukan oleh masing-masing ketua bidang, yang diawali oleh Ketua Bidang Pengembangan Kompetensi disampaikan oleh Dr.Eki Baihaki, Ketua Bidang Riset oleh Hadi Purnama M.Si, Ketua Bidang Pengabdian masyarakat Ir. Donny Gunawan, Bidang Kersama Wildan dan diakhiri oleh Bidang Komunikasi dan Publikasi Yayan Istiandi.

Ketua Perhumas Bandung Jabar Nurlaela Arief menyampaikan bahwa pemaparan program kerja mencakup program selama periode kepengurusan 3 tahun dan tahun 2018.

“Diharapkan dari presentasi ini nantinya akan disahkan program kerja mana saja yang akan dilaksanakan pada tahun 2018. Sehingga keberadaan Perhumas Jabar betul-betul dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, baik oleh anggota maupun praktisi humas secara umum,” terang Lala dalam rilisnya, Sabtu (27/1/18).

Lebih dari itu Lala menyampaikan harapannya selain nantinya dapat dilaksanakan program kerja yang telah digariskan oleh Perhumas Pusat yakni mengkampanyekan Indonesia Bicara Baik, juga Perhumas Jabar dapat merealisasikan kampanye Jabar Bicara Baik.

Khusus untuk tahun 2018 Perhumas Jabar punya program kerja dalam rangka mengikuti pertemuan PR tingkat global berupa World PR Forum di Oslo, Norwegia. Selain itu ada juga kunjungan dari pengurus Perhumas Jabar ke Korea.

“Dari program kerja tersebut intinya Perhumas Jabar akan mengkampanyekan Indonesia Bicara Baik ke tingkat global dari perspektif kehumasan,” terang Lala.

Nih, susunan lengkap Pengurus Perhumas Bandung, Jabar periode 2017 – 2020;

DEWAN PEMBINA 
1. Prof. Dr. Soleh Soemirat, MS. (UNPAD)
2. Prof. Dr. Neni Yulianita, MS. (UNISBA)

DEWAN PENASIHAT 
1. Bidang Pengembangan Masyarakat : Dra. Meity Wildanun (UNPAD)
2. Bidang Riset : Dr. Lukiati Komala (UNPAD)
3. Bidang Kompetensi : Dr.Ani Yuningsih, M.Si (UNISBA)
4. Bidang Kerjasama : Dr. Susie Perbawasari (UNPAD)

DEWAN PENGURUS
KETUA : N. Nurlaela Arief, MBA, MIPR (PT Bio Farma)
WAKIL KETUA: Lusy Mukhlisiana, M.Si (UNLA)
SEKRETARIS : M. Sufyan, S. Sos, MM (Telkom University)
BENDAHARA : Septiana Arishanty (Inkube)
Ketua Bidang Pengembangan Kompetensi
Dr. Eki Baihaki, M.Si. (Unla)

Anggota :
Harry Harjoyo (PT DI)
Anita Ekayanti (PJT 2)
Ketua Bidang Riset
Hadi Purnama, M.Si. (TelkomUniversity)
Anggota :
Dr. Desayu Eka Surya (Unikom)
Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat & Event
Donny Gunawan (PT LEN)
Anggota:
Dendy (PT LEN)
Annisa Carolina Soraya (PT DI)
Ketua Bidang Komunikasi dan Publikasi :
Yayan Istiandi, M.M. MIPR (BI Jabar)
Anggota:
Vanjou Ivan Johanes (Novotel)
Ketua Bidang Kerjasama
Indriati, MSi.
Anggota:
Wildan (UNIGA)
Bidang Rekrutmen Keanggotaan dan PERHUMAS Muda :
– Yuni Miyansari
– Rianto

SEKRETARIAT TIM
1. Silviana Dwi,SI.Kom (Bio Farma)
2. Ai Laelah (UIN SGD)

Lala Arief Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Perhumas Bandung

Ketua Perhumas BPC Bandung Nurlaela Arief bersama Atalia Kamil, istri Wali Kota Bandung Ridwan Kamil melepas peserta funwalk Perhumas Bandung, Minggu (10/12). by Perhumas Bdg
Ketua Perhumas BPC Bandung Nurlaela Arief bersama Atalia Kamil, istri Wali Kota Bandung Ridwan Kamil melepas peserta funwalk Perhumas Bandung, Minggu (10/12). by Perhumas Bdg

BANDUNG – Head of Corporate Communications Bio Farma N. Nurlaela Arief, kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Perhumas (Perhimpunan Hubungan Masyarakat) Badan Pengurus Cabang (BPC) Bandung untuk periode 2017-2020.

Lala, sapaan Nurlaela Arief yang sebelumnya memimpin periode 2015-2017, terpilih lagi setelah perwakilan enam pemilik hak suara dari tiga elemen yakni pengurus, anggota Perhumas BPC Bandung serta Perhumas Muda (PM) sepakat mencalonkannya kembali dalam Musyawarah Cabang (Muscab) di Hotel Novotel Bandung, Sabtu (9/12/17) sore.

“Terima kasih atas kepercayaannya kembali, ini salah satu defining moment bagi saya. Bismillah, saya siap kembali menjadi Ketua Perhumas BPC Bandung 2017-2020 guna mewujudkan visi bersama yakni Perhumas 2020, saya memiliki passion yang tinggi dan mencintai organisasi ini. Ini bagian dari CSR profesi saya agar lebih bermanfaat,” kata Lala dalam rilisnya, Senin (11/12/17).

Pemilihan kala itu dipimpin steering commitee oleh Sekum Perhumas BPC Bandung Muhammad Sufyan Abdurrahman serta organizing commitee oleh pengurus Perhumas Eki Baihaki. Sementara perwakilan pemilik suara unsur anggota oleh Hadi Purnama dan Yanti Setianti.

Selanjutnya, perwakilan pengurus oleh Yayan Istiandi dan Lusy Mukhlisiana serta PM oleh Aldi Rinaldi dan Ai Laellah. Forum kemudian menyepakati pimpinan sidang berisikan Ketua Umum BPP Perhumas Agung Laksamana, Eki Baihaki, dan Ketua PM Rianto.

Setelah pengesahan agenda, forum kemudian menerima laporan pertanggungjawaban dari Ketua Perhumas BPC Bandung N. Nurlaela Arief, untuk kemudian dilanjutkan pengusulan Ketua Perhumas periode tersebut. Dalam sesi ini, seluruhanya sepakat mengusulkan nama Lala.

Selepas muscab, keesokan harinya, Ahad (10/12) digelar Funwalk yang secara resmi dibuka oleh Atalia Kamil, istri Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Sekira 100 peserta, yang terdiri dari unsur Perhumas, PM, Bio Farma, dan Novotel, penuh antusiasi mengikuti funwalk dengan aneka rangkaian kegiatan lainnya. Mulai dari senam zumba, pengobatan gratis, dan banyak lagi.

BI Jabar Dukung Kampanye #JabarBicaraBaik

Kepala BI Jabar Wiwiek Sisto Widayat saat kampanye Jabar Bicara Baik di Hotel Novotel Bandung, Sabtu (9/12/17). by Humas BI
Kepala BI Jabar Wiwiek Sisto Widayat saat kampanye Jabar Bicara Baik di Hotel Novotel Bandung, Sabtu (9/12/17). 

BANDUNG – Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat (BI Jabar) menyatakan turut mendukung kampanye Jabar Bicara Baik. Kepala BI Jabar Wiwiek Sisto Widayat menyambut baik ajakan BPC Perhumas Bandung untuk menggelorakan #JabarBicaraBaik.

Dalam kampanye Jabar Bicara Baik di Hotel Novotel Bandung, Sabtu (9/12/17), Wiwiek menyampaikan materi tentang Komunikasi Kebijakan Bank Indonesia dalam Mendorong Perekonomian Jawa Barat.

Dalam paparannya di seminar nasional bertajuk PR Trend 2017 dan PR Outlook 2018 itu Wiwiek mengungkapkan potensi peningkatan perekonomian wilayah selatan Jabar yang memiliki IPM lebih rendah dibanding Jabar utara di mana jejaring ekonomi antar sektor dan pelaku belum terbentuk, minimnya daya dukung infrastruktur wilayah dan pemukiman, dan sebagainya.

Turut tampil sebagai narasumber seminar diantaranya Direktur Utama Perum Jasa Tirta Djoko Saputro, Founder CEO Mediawave Komisaris Telkomsel Yose Rizal, PR expert dan Ketua Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie,Ketua Umum BPP Perhumas Agung laksamana, Pemimpin Redaksi Tempo TV Wahyu Muryadi, Head of Communication Division PT Astra Agro Lestari Tbk Tofan Mahdi, Guru besar Fikom Unisba Prof Neni Yulianita, dosen senior Fikom Unpad Dr. Lukiati Komala, dan Direktur LSP Uniba Dr. Ani Yuningsih.

Ketua BPC Perhumas Bandung Nurlaela Arief menjelaskan acara ini diselenggarakan sebagai kampanye lanjutan dari Kampanye Indonesia Bicara Baik yang telah diselenggarakan di IPB International Convention Center, Botani Square, Bogor.

Menurut Nurlaela, melihat maraknya isu dan berita yang kurang pasti menyebakan banyaknya masyarakat terjebak terhadap berita palsu atau hoax, hal ini menjadi dasar dari diselenggarakannya Kampanye Jabar Bicara Baik.

“#JabarBicaraBaik merupakan gerakan yang digelorakan Perhumas Bandung yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan fakta dalam sebuah berita dan tidak menyebar hal negatif dalam keseharian, terutama dalam penggunaan media sosial,” terang Nurlaela.

Diharapkan dengan adanya gerakan ini masyarakat dapat memposting berita positif atau bahkan hal-hal baik mengenai Jawa Barat dan Indonesia dalam upaya meningkatkan reputasi negara dan menjaga kedamaian.