Tag Archives: Periksa

Hakim PTUN Periksa 3 Pabrik Pembuang Limbah ke Rancaekek

 Ketua Majelis Hakim PTUN Bandung Nelvy Christine SH, MH., saat menggelar persidangan setempat di IPAL PT Kahatex atas gugatan hukum Koalisi Melawan Limbah terhadap izin pembuangan air limbah yang diberikans Pemkab Sumedang ke PT Kahatex, PT Five Star dan Insan Sandang Internusa di Sumedang, Rabu (16/3/16). by Greenpeace
Ketua Majelis Hakim PTUN Bandung Nelvy Christine SH, MH., saat menggelar persidangan setempat di IPAL PT Kahatex atas gugatan hukum Koalisi Melawan Limbah terhadap izin pembuangan air limbah yang diberikan Pemkab Sumedang ke PT Kahatex, PT Five Star dan Insan Sandang Internusa di Sumedang, Rabu (16/3/16). by Greenpeace

RANCAEKEK – Sidang Pemeriksaan Setempat (PS) gugatan Melawan Limbah hari ini Kamis (17/3/16) kembali dilanjutkan dengan pemeriksaan terhadap lingkungan yang terdampak oleh pembuangan limbah industri di kawasan Rancaekek, Kabupaten Bandung.

PS terhadap lingkungan terdampak limbah kimia beracun berbahaya (B3) industri dilakukan dengan melihat kondisi Sungai Cikijing termasuk tanggulnya yang jebol pada akhir Februari lalu sehingga air Cikijing yang tercemari limbah industri kembali membanjiri lahan persawahan masyarakat. Beberapa petani juga memberikan keterangan mengenai pencemaran Sungai Cikijing dan dampak merugikannya terhadap lahan persawahan mereka selama ini.

Sehari sebelumnya Rabu (16/3/16) PS dilakukan terhadap tiga pabrik tekstil (PT Kahatex, PT Five Star dan PT Insan Sandang Internusa) yang mendapatkan Izin Pembuangan Limbah Cair (IPLC) ke Sungai Cikijing dari Bupati Sumedang. IPLC tersebut diberikan di tengah tercemar beratnya Sungai Cikijing oleh limbah industri.

Pada PS kemarin ditemukan beberapa fakta menarik seperti;

PT Kahatex: B3 dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) PT Kahatex yang dibakar ke dalam PLTU batubara dan beberapa peralatan IPAL yang diduga tidak berfungsi atau rusak. Selain itu limbah/ceceran zat warna dari PT Kahatex juga diduga bercampur dengan drainase. Tidak terlihat dari unit mana aliran ke IPAL 1, 2 dan 3 dan sistem pengelolaan air dari PT Kahatex yang memiliki 3 outlet

PT Five Star: Sementara itu IPAL PT Five Star diduga tidak pernah digunakan sama sekali, tidak tampak ada sludge, dan di kolam IPAL ada tanamanan/rerumputan. Banyak cacing dan lintah tampak keluar dari IPAL PT Five Star yang diduga baru dinyalakan.

PT Insan Sandang diduga jarang/tidak pernah digunakan (kering). IPAL mereka diduga bercampur pula dengan drainase dan beberapa titik drainase tampak tercampur limbah lain.

“Dengan sidang pemeriksaan setempat ini Koalisi Melawan Limbah berharap Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara Bandung dapat mengetahui fakta sesungguhnya akan pencemaran limbah B3 industri yang sudah dan masih terus terjadi sejak dua dekade yang lalu dan berbagai kerugian yang diakibatkannya baik terhadap lingkungan maupun masyarakat,” ungkap Adi M Yadi, dari Koalisi Melawan limbah dalam rilisnya.

Polisi Periksa Warga dan Kontraktor Soal Tembok Apartemen Grand Asia Afrika

ilustrasi/net
ilustrasi/net

BANDUNG – Polrestabes Bandung melakukan penyelidikan terhadap warga dan kontraktor terkait insiden robohnya benteng apartemen Grand Asia Afrika Residence, di Gang Uni, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Jumat (11/3/216).

Kasat Reskrim Polrestabes Bandung AKBP M. Ngajib menyebutkan pihaknya telah meminta keterangan dari sejumlah saksi terkait peristiwa itu. “Sudah ada tujuh saksi yang diperiksa di antaranya dari warga dan kontraktor,” kata Kasat Reskrim, Sabtu (12/3/16).

Pihaknya juga mengamanankan beberapa barang bukti diantaranya empat unit motor yang tertimpa tembok bangunan, serta sisa dari tembok bangunan. Guna mendukung penyelidikan, saksi ahli kontruksi akan dilibatkan untuk mengetahui ada atau tidaknya kesalahan dalam kontruksi bangunan tersebut.

“Saksi ahli kontruksi akan dilibatkan untuk meneliti apakah ada kesalahan kontruksi atau kelalaian dalam pembangunan benteng tersebut,” imbuh Ngajib.

Sebelumnya diberitakan tembok sepanjang 15 meter dan tinggi 4 meter roboh pada Jumat (11/3/16) saat hujan sekitar pukul 13.00 WIB. Akibat kejadian itu seorang anak tertimpa reruntuhan tembok dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. (fik)