TB Hasanuddin Tegaskan Tak Terlibat Kasus Bakamla

Jumat, 16 Februari 2018 | 08:47:41 | Penulis : bb1 | 349 Kali dilihat

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Tubagus Hasanuddin

BANDUNG – Namanya kerap disebut dalam kasus suap pengadaan satelit monitoring dan drone Badan Keamanan Laut (Bakamla), Wakil Ketua Komisi I DPR RI Tubagus Hasanuddin lagi-lagi membantah kesaksian anggota DPR RI Fayakhun Andriadi.

Fayakhun bersaksi untuk terdakwa Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Bakamla, Nofel Hasan, dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (31/1/18). Dalam sidang itu, nama Tb Hasanuddin disebut sebagai orang yang memperkenalkan Fayakhun dengan kader PDIP sekaligus staf ahli Kepala Bakamla, Ali Fahmi alias Ali Al-Absyi.

“Isu soal saya terlibat dalam kasus Bakamla merupakan isu politik untuk menyerang saya sebagai calon gubernur Jawa Barat,” tukas Hasanuddin, Jumat (16/2/18).

Hasan menjelaskan perkenalan Fayakun dengan terdakwa merupakan perkenalan biasa dan bersifat terbuka. Sebab saat itu Komisi I memang tengah melakukan kunjungan ke Kantor Bakamla.

“Perkenalan itu kan perkenalan terbuka saat Komisi Satu berkunjung ke Kantor Bakamla. Saya selaku pimpinan komisi tidak ikut urusan besarnya anggaran, karena itu menjadi kewenangan di Badan Anggaran, dan saya bukan anggota Badan Anggaran. Saya bersih dan tidak terlibat,” kilah pria yang akrab disapa Kang Hasan ini.

Cagub Jabar dari PDI Perjuangan ini menyatakan, dalam persidangan pun, terdapat fakta bahwa tidak ada hubungan apapun dan tidak ada aliran dana apapun kepada Tb Hasanuddin, baik menurut keterangan saksi terdakwa maupun menurut jaksa penuntut umum.

Clear ini isu politik, karena saya maju sebagai Cagub Jabar,” tandas Kang Hasan. Ia mengakui dirinya memang bertindak sebagai pimpinan rombongan komisi dan baru kali pertama berkunjung ke Kantor Bakamla. Hal itu karena Bakamla baru saja menjadi mitra Komisi 1.

“Saat itu, saya sebagai pimpinan rombongan Komisi Satu berkunjung ke kantor itu untuk pertama kali, saat organisasi baru ini masuk menjadi mitra Komisi Satu. Bahwa saya pernah mengenalkan saudara Fahmi kepada saudara Fayakun, itu terjadi dalam forum resmi saat kunjungan pertama Komisi Satu ke Kantor Bakamla, dalam rapat resmi pula,” jelas Kang Hasan.

Pertemuan dengan Ali Fahmi, yang merupakan staf ahli Kepala Bakamla itu, kata Kang Hasan, pertama kalinya dilakukan di Kantor Bakamla. Menurutnya, Fahmi atau Ali Al-Absyi itu sudah menjadi staf khusus Bakamla.

“Saat setelah Bakamla diresmikan Presiden, saya ketemu saudara Fahmi di Kantor Bakamla. Dan yang saya kenalkan bukan hanya saudara Fahmi saja, tapi seluruh anggota dan pimpinan Bakamla. Posisi saudara Fahmi saat itu adalah staf khusus Bakamla. Kalau kemudian setelah perkenalan dalam rapat itu ada sesuatu, itu bukan tanggung jawab saya dong,” ungkap Kang Hasan.

Sebelumnya, nama Tubagus Hasanuddin yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR muncul dalam persidangan kasus suap Bakamla yang menghadirkan anggota DPR sebagai saksi, Fayakhun Andriadi. Fayakhun memberikan kesaksiannya untuk terdakwa Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Bakamla, Nofel Hasan.

Dalam kesaksiannya itu, Fayakhun menyebut Tubagus Hasanuddin atau yang akrab dikenal sebagai TB Hasanuddin sebagai pihak yang mengenalkannya kepada Ali Fahmi alias Ali Al-Absyi, kader PDIP sekaligus staf ahli Kepala Bakamla.

Menurut Fayakhun, perkenalan tersebut dilakukan di Gedung DPR RI, saat itu dirinya dikenalkan kepada Ali usai menghadiri rapat dengar pendapat. Kang Hasan saat itu menjabat sebagai anggota Komisi I DPR RI bersama dengan Fayakhun.[]

Berita Terkait