Teh Nia Motivasi Siswa SMA Ikut Andil dalam Pembangunan

Rabu, 10 Januari 2018 | 20:00:57 | Penulis : bb2 | 187 Kali dilihat

Ketua P2TP2A Kab Bandung Hj. Kurnia Agustina Dadang M Naser memotiviasi siswa saat Sosialisasi Sekolah Ramah Anak di Aula SMAN 1 Margahayu, Rabu (10/1/18). by Humas Pemkab Bdg
Ketua P2TP2A Kab Bandung Hj. Kurnia Agustina Dadang M Naser memotiviasi siswa saat Sosialisasi Sekolah Ramah Anak di Aula SMAN 1 Margahayu, Rabu (10/1/18). by Humas Pemkab Bdg

MARGAHAYU – Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Kabupaten Bandung Hj. Kurnia Agustina Dadang M Naser, memastikan bahwa anak sebagai generasi bangsa, dengan segala potensi yang dimiliki, sangat memungkinkan untuk bisa menyuarakan masukan dan harapannya dalam mendukung pembangunan di Kabupaten Bandung.

Menurut ibu yang akrab disapa Teh Nia ini, ide cemerlang dan inovasi segar dari anak-anak harus masuk dalam program pembangunan. Sebab bisa jadi apa yang mereka sampaikan menjadi prioritas pembangunan Kabupaten Bandung.

“Anak-anak punya dunia mereka sendiri, namun tidak salah kalau usulan mereka sangat memungkinkan untuk terjadinya perubahan yang lebih baik. Maka, saya dorong semangat untuk terus berkarya dan berkreasi, khususnya demi Kabupaten Bandung yang lebih maju, mandiri dan berdaya saing,” ungkap Nia saat Sosialisasi Sekolah Ramah Anak di Aula SMAN 1 Margahayu, Rabu (10/1/18).

Teh Nia menguraikan, ada beberapa hak anak yang tidak jarang dilupakan oleh para orang tua dan guru, yakni hak untuk bermain, mendapatkan pendidikan, perlindungan, identitas, hak untuk mendapatkan status kebangsaan, makanan, kesehatan, rekreasi dan mendapatkan kesamaan serta hak untuk berperan dalam pembangunan.

Untuk itu Teh Nia mengajak para orang tua untuk memaksimalkan perannya dalam keluarga. “Sedangkan untuk para guru, jadilah orangtua dari anak-anak di sekolah, sehingga sekolah bisa menjadi rumah kedua bagi mereka. Masing-masing bisa menjalankan peran pengawasan dengan kasih sayang, sehingga tercipta sekolah yang ramah, nyaman dan menyenangkan,” imbuhnya.

Pada kesempatan tersebut, terjadi interaksi dengan para siswa yang kebanyakan kelas X, ada beberapa hal yang dikritisi yakni mengenai 10 hak anak, yang dititikberatkan pada progres perolehan nilai dalam belajar dan hak bermain anak.

Kemudian Tehh Nia tertarik untuk menkritisi mengenai bullying di sekolah. Menurutnya bisa bullying sendiri punya artian sebagai penindasan yang dilakukan terhadap teman sebaya yang dianggap lebih lemah.

“Kejadian ini sangat banyak terjadi di kalangan pelajar, walau hanya disebabkan masalah kecil saja. Bisa penindasan fisik, verbal juga perbuatan yang tidak layak,” ungkapnya.

Teh Nia berpesan pada seluruh peserta yang hadir agar berkomitmen untuk tidak melakukan kekerasan, khususnya terhadap perempuan dan anak. “Jadilah penerus bangsa yang cemerlang untuk pembangunan masa depan,” serunya.

Kepala SMAN 1 Margahayu Drs. Aa Sudaya Mpd menerangkan sosialisasi sekolah ramah anak tersebut selain jadi agenda di tahun 2018, diharapkan para siswa mendapatkan motivasi dan tergugah, menjadikan sekolahnya menjadi aman, nyaman, bersih sebagai rumah kedua.

“Semoga bisa terwujud sekolah ramah anak yang aman, bersih dan sehat, peduli dan berbudaya lingkungan hidup, Mampu menjamin, memenuhi, menghargai hak-hak anak dan perlindungan anak dari kekerasan, diskriminasi, dan perlakuan salah lainnya, serta mendukung partisipasi anak terutama dalam perencanaan, kebijakan, pembelajaran, pengawasan, dan mekanisme pengaduan terkait pemenuhan hak dan perlindungan anak di pendidikan,” beber Aa.

Pada kesempatan itu, salah satu siswa membacakan Deklarasi Suara Anak Indonesia, yakni mengenai peningkatan akses pelayanan pembuatan akte kelahiran terkhusus di daerah pelosok, peningkatan peran forum anak dalam proses pembangunan, adanya keterlibatan tokoh masyarakat dalam implementasi pendewasaan usia perkawinan, mengenai pola asuh Ramah Anak.

Selain itu peningkatan pengendalian terhadap peredaran narkotika dan psikotropika serta lindungi anak dari iklan promosi sponsor dan asap rokok, mengenai peningkatan fasilitas kesehatan anak dan diperbaiki gizi buruk pada anak, kualitas pendidikan melalui implementasi pelaksanaan sekolah lima hari dan zonanisasi sekolah, penghapusan segala bentuk kekerasan di sekolah, peningkatan penggunaan internet sehat disertai dengan semangat literasi pada anak dan peningkatan pembelajaran siaga untuk anak di daerah rawan bencana dan konflik serta lindungi anak dari segala bentuk eksploitasi dan kekerasan sosial.

Berita Terkait