Telkom Investasi Rp 3,5 M untuk Fiber Optik Soreang

Wednesday, 27 September 2017 | 10:00:37 | Penulis : bb1 | 208 Kali dilihat

Bupati H.Dadang M.Naser,SH.,M.Ip bersama GM Telkom Bandung Wilayah Barat Hendrawan,ST.,MM saat penandatangan MoU di rumah dinas Bupati Bandung, Senin (25/9/17). by Tedi/Humas Pemkab Bdg.
Bupati H.Dadang M.Naser,SH.,M.Ip bersama GM Telkom Bandung Wilayah Barat Hendrawan,ST.,MM saat penandatangan MoU di rumah dinas Bupati Bandung, Senin (25/9/17). by Tedi/Humas Pemkab Bdg.

SOREANG – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) siap menggelontorkan dana sebesar Rp3,5 miliar untuk penyediaan infrastruktur fiber optik tahap pertama di wilayah Kota Soreang Kabupaten Bandung.

General Manager Telkom Bandung Wilayah Barat, Hendrawan, ST, MM menilai, penyediaan fiber optik di kawasan Soreang sebagai ibukota Kabupaten Bandung sangat penting dan mendesak dalam rangka mewujudkan smart city khususnya di lingkungan Pemkab Bandung.

“Penyediaan fiber optic di Kota Soreang ini penting dan mendesak, terutama dalam rangka peningkatan pelayanan publik maupun pelayanan untuk industri dari Pemkab Bandung melalui smart city. Jangan sampai Kabupaten Bandung tertinggal kota-kota lainnya di Bandung Raya,” terang Hendrawan

Menurutnya fiber optic merupakan pilar mendasar infrastruktur yang menyokong smart city. “Nonsense ada smart city kalau infrastrukturnya tidak mendukung, kalau tidak ada fiber optic-nya,” tandas Hendrawan usai penandatangan MoU bersama Bupati Bandung Dadang Naser di Soreang, Senin (25/9/17).

Bahkan, imbuh Hendra, menurut survei internasional, setiap 10 % broadband akan menumbuhkan 1,2% pertumbuhan ekonomi. Ia menyebut di Kabupaten Bandung sendiri saat ini baru 10% yang belum ter-cover fiber optic.

“Dari 31 kecamatan di Kabupaten Bandung itu masih ada delapan kecamatan yang belum tersentuh fiber optic. Jadi, kita akan bangun dalam tiga tahap agar tidak terjadi lagi blank spot,” ungkapnya. Karena itu dana Rp3,5 miliar untuk penyediaan fiber optic siap diinvestasikan ke Soreang yang bakal selesai terealisasi akhir tahun 2017.

Bupati Bandung Dadang Naser berharap dengan implementasi smart city ini pihaknya ingin lebih memberdayakan UMKM seperti program Bandung 1.000 Kampung yang ingin didigitalisasi.

“Saya memang lebih cenderung menerapkan ICT ini di bidang perekonomian, tapi di samping itu juga bagaimana birokrasi ini bisa meningkatkan pelayanan publik melalui smart city, sebagaimana yang tercantum dalam MoU kami ini bersama Telkom,” ungkap bupati.

Berita Terkait