Tia Fitriani Mengaku Satu Periode Jadi Dewan Belum Maksimal Kawal Program

Sabtu, 6 Oktober 2018 | 08:30:44 | Penulis : bb1 | 240 Kali dilihat

Caleg DPRD Provinsi Jabar dari Partai Nasdem untuk Dapil Kab. Bandung Dra.Hj. Tia Fitriani menggelar konsolidasi relawan pemenangan ‘Dulur Satia’ di Kp.Tegallame RT01/RW 08 Desa Ciaro, Kec.Nagreg, Kab.Bandung, Jumat (5/10/18). by iwa/bbcom

NAGREG – Caleg DPRD Provinsi Jabar dari Partai Nasdem untuk Dapil Kab. Bandung Dra.Hj. Tia Fitriani menggelar konsolidasi relawan pemenangan ‘Dulur Satia’ di Kp.Tegallame RT01/RW 08 Desa Ciaro, Kec.Nagreg, Kab.Bandung, Jumat (5/10/18).

Bagi Tia, tidak cukup rasanya menjadi anggota DPRD Jabar hanya dalam satu periode. Sebab baginya masih banyak PR yang belum tuntas yang harus ia kawal dan bahkan ada yang harus dievaluasi.

“Karena itu, berbekal ketulusan atas dasar memperjuangkan aspirasi masyarakat, sehingga saya pun tahu permasalahan apa yang terjadi di masyarakat, maka saya ingin istiqomah memperjuangkan aspirasi masyarakat dengan mencalonkan diri kembali sebagai anggota DPRD Jabar dari Partai Nasdem,” ungkap Tia di hadapan ratusan masyarakat yang hadir.

Menurutnya, sepanjang ia menjadi anggota DPRD Jabar dan turun langsung ke masyarakat saat menggelar reses, masih banyak permasalahan yang muncul di masyarakat dan sifatnya lintas komisi, bukan cuma isu di Komisi 2 DPRD Jabar.

Tia menyatakan di masyarakat permasalahannya nyaris merata. Semua permasalahan yang muncul menyangkut aspek pelayan dasar seperti pendidikan kesehatan dan perekonomian. Tia mengaku saat ini dirinya sedang banyak mengawal di bidang pendidikan.

“Jadi, kalau berhenti sebagai anggota Dewan di periode pertama, masih banyak permasalahan yang tidak tuntas, masih ada PR yang harus dikerjakan. Tidak cukup satu periode saja, karena saya sendiri merasa belum maksimal dalam mengawal program pemerintah agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat secara tepat sasaran,” tandas Tia.

Selain program, ia pun harus mengawal dan mensosialisasikan regulasi yang berpihak ke masyarakat agar implementasinya di lapangan sesuai yang diharapkan. Saat ini, kata Tia, Pemprov Jabar dan DPRD Jabar tengah merumuskan perda tentang pemberdayaan pesantren yang merupakan salah satu janji gubernur untuk memberdayakan dan mandiri secara ekonomi bagi kalangan pesantren dan agar ponpes ini mendapat bantuan yang sama dengan pendidikan umum.

“Ada juga program yang bagus yaitu ingin wujudkan satu desa satu usaha. Program ini merupakan harapan baru, dan disitulah saya berperan untuk melakkan fungsi pengawasan, mengawasi sejauh mana program berjalan dan harus saya kawal betul-betul agar tepat sasaran dan bahkan melakukan evaluasi sejauh mana program itu berjalan,” pungkas Tia. ***

Berita Terkait