Bale Kab BandungOlahraga

Tim Medis Dinkes Kab Bandung pun Terjun di Laga Final PON

Tim Medis Dinkes Kab Bandung saat menangani pasien di ajang final PON XIX di Gelora Sabilulungan Si Jalak Harupat, Selasa (26/9). by Vita Humas Pemkab Bandung.
Tim Medis Dinkes Kab Bandung saat menangani pasien di ajang final PON XIX di Gelora Sabilulungan Si Jalak Harupat, Selasa (26/9). by Vita Humas Pemkab Bandung.

KUTAWARINGIN – Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung mengerahkan dokter, perawat dan relawan, lengkap dengan mobil ambulan, saat pertandingan final PON XIX berlangsung di kawasan Stadion Si Jalak Harupat, Kec Kutawaringin.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kab Bandung Sri Saptarini mengatakan untuk penanganan medis saat laga final, pihaknya menambah 1 tim petugas medis yang ditempatkan di tribun penonton untuk masing-masing venue. Sebab menurutnya laga final penonton kerap penuh berdesakan. Rini menyebutkan kini pihaknya sudah menangani 778 orang pasien, yang terdiri dari atlit, wasit, official dan penonton.

“Kami telah menyiapkan dokter-dokter yang sudah terlatih 32 orang, perawat 64 orang, relawan 50 orang, supir ambulan 15 orang, dan 9 dokter tim dopping, juga 26 perawat. Sampai tanggal 26 September, kami telah menangani 778 orang pasien, baik itu atlit, wasit, official maupun penonton” ungkap Rini saat pertandingan semifinal volli putri Jawa Barat melawan Sulawesi Selatan di Gelora Sabilulungan Si Jalak Harupat, Selasa (26/9/16).

Selain pada 9 cabang olah raga, imbuh Rini, pelayanan medis juga dilakukan di hotel tempat menginap para atlit seperti di Hotel Sutan Raja Soreang, D’Riam dan Sindangreret Pasirjambu.

“Selain di 9 venue, kami juga menugaskan tenaga puskesmas untuk membuka pos kesehatan di hotel tempat menginap para atlit ,” terang Rini yang juga Koordinator Fasilitasi Kesehatan Sub Panitia Besar PON Kab Bandung.

Lebih dari itu pihaknya akan menambahkan tenaga kesehatan lingkungan (Kesling) sebanyak 6 orang. Hal itu dilakukan agar petugas kesling dapat memantau catering atau makanan yang hendak dikonsumsi para atlet. Adapun medical center tersedia untuk menanggulangi masalah kesehatan. Begitu pula bagi yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, akan dirujuk ke Rumah Sakit Soreang.

“Sampai saat ini sudah tercatat 9 orang rawat inap dan 16 orang rawat jalan yang sebelumnya dirujuk ke Rumah Sakit Soreang,” sebut Rini.

Pihaknya berharap ditambahnya tim medis di laga final, pelayanan kesehatan yang dilakukan dari pagi sampai sore akan maksimal. Rini pun berpesan pada tim agar tim medis ini dapat memberikan pelayanan dengan rasa aman dan nyaman.

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close