Tim Sergap Gunakan LenSTRAD di Live Demo Indodefence 2018

Rabu, 7 November 2018 | 16:25:58 | Penulis : bb7 | 108 Kali dilihat

Demo Radio Militer LenSTRAD-M5, LenSTRAD-M10 produk PT Len Industri di ajang Indodefence 2018, Rabu (/11/18). by len

JAKARTA – Pameran akbar di bidang pertahanan tingkat internasional, Indodefence 2018, kembali digelar 7-10 November 2018 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat.

PT Len Industri (Persero) yang tergabung dalam PaviliunBUMNIS (Badan Usaha Milik Negara Industri Strategis) di bidang pertahanan mendemokan berbagai produk unggulan terbaru, diantaranya Radio Militer LenSTRAD-M5, LenSTRAD-M10. Selain itu, ada demo produk pertahanan yang baru, Radar Len S-200 dan Radar Maritime Surveillance yang sudah dipasang di pulau perbatasan.

Di Indodefence 2018, Radio LenSTRAD-M10 Manpack digunakan dalam demo live yang disaksikan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu.

Direktur Utama Len Industri, Zakky Gamal Yasin mengatakan, LenSTRAD digunakan oleh Tim Sergap dalam menyelamatkan seorang pejabat penting yang disandera oleh sekelompok teroris. “Tak hanya radio, tapi juga beberapa kendaraan militer hasil karya perusahaan nasional,” ujar Zaky.

Tak ketinggalan pula perangkat penanggulangan darurat bencana, LenTERA, serta sistem traksi elektrik LenDynatron, serta Sistem Pertahanan Udara Starstreak yang merupakan hasil kolaborasi Len Industri dengan Thales.

Produk-produk tersebut di atas diantaranya merupakan inovasi terbaru yang akhir bulan lalu baru saja diresmikan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno dalam acara peluncuran produk inovasi Len di Kantor Len Pusat.

Sebanyak 14 perusahaan yang tergabung sebagai BUMNIS Indonesia sibuk meneken nota kesepahaman (memorandum of understanding/MOU) jelang akhir tahun. Berbagai rencana strategis diagendakan oleh perusahaan pelat merah ini dengan berbagai institusi.

Antara lain MOU yang ditandatangani oleh pimpinan dari BUMNIS Indonesia beserta perusahaan rekanan bisnisnya. Ini merupakan langkah awal peningkatan sinergi melalui optimalisasi sumber daya yang dimiliki masing-masing pihak dalam rangka sinergi perusahaan. Rencana sinergi itu diawali dengan penandatanganan MOU antara BUMNIS klaster NDHI (National Defence and Hightech Industry) dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

MOU tentang Pemanfaatan Kemampuan dan Sumber Daya untuk Pengembangan dan Kemandirian Industri Pertahanan itu ditandatangani oleh Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (Persero), PT Pindad (Persero), PT Len Industri (Persero), PT DAHANA (Persero), PT INTI (Persero), dan PT Industri Nuklir Indonesia (Persero), dengan Panglima TNI Hadi Tjahjanto.

Indodefence merupakan ajang promosi bagi produsen peralatan pertahanan dan keamanan internasional yang digelar dua tahun sekali sebagai wadah untuk memperkuat kapasitas industri pertahanan dalam negeri dengan cara membangun kemitraan dan kerjasama dengan sesama pihak dalam negeri maupun pihak asing. (abby)

Berita Terkait